← Beranda
Fakta Menarik di Balik Bayer Leverkusen yang Rebut Gelar Bundesliga, Salah Satunya Lepaskan Julukan ‘Neverkusen’
Deva Fahira MaghfirohSenin, 15 April 2024 | 20.55 WIB
Pendukung Leverkusen yang membentangkan bendera bergambar Xabi Alonso sebagai tanda penghormatan (Sumber Foto : Getty Images)

JawaPos.com – Bayer Leverkusen resmi dinobatkan sebagai juara Bundesliga musim 2023/24 setelah memastikan kemenangan melawan Werder Bremen pada Minggu (14/4) malam WIB di Stadion Bay Arena, Jerman.

Xabi Alonso mengakhiri gelar dengan lima pertandingan tersisa setelah kemenangan 5-0 tanpa balas atas Werder Bremen di depan pendukung mereka yang bahagia.

Penggemar yang hadir sangat gembira hingga tumpah ruah ke lapangan untuk merayakan Leverkusen yang naik ke 79 poin dengan selisih 16 poin dari rival terdekatnya Bayern Munich dan mengunci gelar juara untuk pertama kalinya.

Leverkusen memastikan gelar juara Bundesliga untuk pertama kali dalam Sejarah 120 tahun mereka dan mengakhiri cengkraman Bayern yang mendominasi 11 kemenangan gelar secara berturut-turut.

Ini adalah pencapaian luar biasa bagi mantan gelandang Liverpool dan Real Madrid, Alonso yang mengambil alih pada Oktober 2022 dengan klub yang berada di urutan kedua terbawah.

Dilansir dari BBC Sport, ada beberapa fakta menarik dibalik kesuksesan luar biasa Bayer Leverkusen dibawah kepemimpinan Xabi Alonso :

Musim yang Tak Terkalahkan

Baca Juga: Rajin Konsumsi Jenis Makanan Ini Dapat Cegah Kanker, Demensia, dan Kematian Dini Menurut Ahli, Simak!

Bayern Munich telah mendominasi sepak bola Jerman dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi tim terakhir yang memenangkan Bundesliga, selain itu ada Borussia Dortmund yang terakhir kali memenangkan pada tahun 2012.

Namun, kini semuanya berubah dengan Leverkusen yang mengamankan gelar setelah tak terkalahkan sepanjang musim.

Skuad asuhan Alonso hanya kehilangan delapan poin, dengan memenangkan 25 dari 29 pertandingan mereka dan empat lainnya berakhir imbang. Kekalahan terakhir mereka adalah pada 27 Mei 2023.

Dalam 43 pertandingan di semua kompetisi musim ini, Leverkusen telah menang 38 kali dan seri lima kali dengan mencetak gol 123 kali dan hanya kebobolan 31 kali.

Kemenangan saat melawan Werder Bremen membuat Leverkusen mencetak rekor baru dengan start tak terkalahkan terlama hingga satu musim di Bundesliga.

Rekor sebelumnya adalah 28 pertandingan Bayern dalam kampanye perdana Pep Guardiola yang bertanggung jawab pada 2013-14.

“Untuk tidak terkalahkan di Bundesliga, mengakhiri pemerintahan panjang Bayern Munich, itu benar-benar luar biasa,” ujar salah satu penggemar Leverkusen.

“Para penggemar berada di ruang yang sangat Bahagia,” jelasnya.

Lari tak terkalahkan dalam 43 pertandingan di semua kompetisi dan jika mereka mempertahankanya selama sisa musim ini, maka mereka akan memecahkan rekor yang dibuat oleh Benfica pada tahun 1960-an.

Kini Leverkusen berada dijalur untuk Treble yang bersejarah, saat Leverkusen memimpin keunggulan di leg pertama 2-0 atas West Ham di perempat Final Liga Europa dan akan menghadapi divisi kedua Kaiserslautern di final Piala Jerman pada 25 Mei.

Lepaskan Julukan ‘Neverkusen’

Pada musim 2001-02, kala itu Bayer Leverkusen yang mengejar ambisi Treble untuk Bundesliga, Piala Jerman dan Liga Champions.

Mereka harus berakhir tanpa hasil setelah menyelesaikan kompetisi di liga dengan selisih satu poin di belakang Juara Borussia Dortmund, kalah 2-1 atas Real Madrid di Final Liga Champions dan dikalahkan 4-2 oleh Schalke di Final Piala Jerman.

Dalam Kampanye tersebut itulah melahirkan julukan ‘Neverkusen’ dan membuat klub berjuang untuk menghilangkan tag yang diberikan itu.

“Kesakitan dari tahun 2002 itu benar-benar sangat dalam,” kata Keppel.

“Kami sangat dekat untuk mengangkat Treble dan kemudian tidak memenangkan trofi apapun itu benar-benar menyakitkan,” ujarnya.

Leverkusen telah menjadi runner-up di Bundesliga lima kali tetapi kini akan mengabaikan tag ‘Neverkusen’ untuk selamanya setelah memenangkan trofi gelar Bundesliga untuk pertama kalinya.

Keberhasilan pada Minggu malam itu adalah trofi pertama mereka sejak mengangkat Piala Jerman tahun 1993 saat mengalahkan Hertha Berlin 1-0.

Ciptakan Hattrick Bundesliga

Baca Juga: 6 Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Langsung Menghormati Anda Menurut Psikologi, Apa Saja?

Granit Xhaka mencetak gol kedua Leverkusen saat melawan Werder Bremen, itu menjadi gol Bundesliga keduanya sejak penandatanganan dari Arsenal musim panas lalu seharga €21,4 juta.

Striker Nigeria Victor Boniface mencetak gol liga ke 11 nya musim ini pada Minggu malam, sementara penyerang Jerman Florian Wirtz yang datang dari bangku Cadangan mampu mencetak hat-trick selama babak kedua.

Wirtz adalah pemain pertama yang mencetak hat-trick Bundesliga setelah datang dari bangku Cadangan sejak Erling Haaland untuk Borussia Dortmund pada tahun 2020. Alex Grimaldo (9) dan Jeremie Frimpong (8) juga telah mencetak yang gol penting.

Viva Espana yang Menggema

Baca Juga: 5 Zodiak yang Paling Bersemangat, Sosoknya Berani dan Selalu Siap Menghadapi Tantangan Baru

Xabi Alonso, manajer pertama yang memenangkan gelar liga bersama Bayer Leverkusen, ia akan menjadi manajer yang tercatat dalam Sejarah sebagai orang yang mengakhiri 120 tahun tanpa gelar liga.

Metode kepelatihannya bergema dengan pujian. Pemain Spanyol 42 tahun itu, dengan juara Bundesliga tiga kali bersama Bayern Munich dan pemenang Liga Champions di Real Madrid sebagai pemain telah dikaitkan dengan mantan klub Liverpool dan Bayern saat mereka berusaha untuk manajer baru di musim panas.

Namun, bagaimanapun Alonso telah memilih untuk tetap tinggal di Leverkusen dimana dirinya dipuja oleh para pendukungnya. Beberapa menit setelah timnya dikonfirmasi menjadi juara, mereka memainkan ‘Eviva Espana’ di atas pembicaraan di Bay Arena untuk menghormatinya.

EDITOR: Hanny Suwindari