JawaPos.com – Era baru Brasil bersama Fernando Diniz dimulai dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol. Pelatih interim asal Fluminense itu bakal menjalani debut saat Selecao –sebutan Brasil– menghadapi Bolivia di Mangueirao, Belem, pagi ini (9/9).
Sekilas, nama pelatih berusia 49 tahun tersebut memang terdengar asing. Tapi, itu tidak berlaku di Brasil. Diniz punya reputasi bagus, bahkan dianggap sebagai Pep Guardiola-nya Brasil karena sistem permainan yang diusungnya mengutamakan penguasaan bola dominan.
Sistem yang berkebalikan dengan Carlo Ancelotti. Pelatih Italia yang menangani Real Madrid tersebut diproyeksikan menangani Brasil per 1 Juli tahun depan atau ketika kontraknya bersama Los Merengues –sebutan Real Madrid– habis.
”Kami semua menghormati Diniz dan menganggap dia terus melatih kami sampai Piala Dunia (2026, Red),” papar kapten sekaligus gelandang bertahan Brasil Casemiro kepada ESPN.
Diniz diklaim siap menepikan para pemain manja, tidak mau bekerja keras bagi tim, atau bergaya superstar.
Yang bisa terdampak adalah Neymar Jr. Meski masuk skuad, pemain 31 tahun yang kini memperkuat Al Hilal SC itu diyakini dipanggil sebagai upaya menjaga harmonisasi timnas. Apalagi, Neymar sejatinya dalam pemulihan cedera engkel sehingga belum turun bersama Al Hilal.
”Diniz melihat sepak bola dari arah yang berbeda. Semua pemain antusias menyambut debutnya di timnas dan tentu saja tidak ingin memberikan hasil yang mengecewakan,” beber striker Brasil asal Real Rodrygo Goes kepada Globo Esporte.