← Beranda

Buffon Pensiun, Inilah 5 Penyelamatan Ikonik Sang Kiper Legendaris

Ardha Ihsan Asy'AriSabtu, 5 Agustus 2023 | 00.42 WIB
PARMA CALCIO/TWITTER

JawaPos.com–Gianluigi Buffon, kiper legendaris Italia memutuskan pensiun dari sepak bola di usia 45 tahun. Agen Buffon akan membicarakan penyelesaian kontrak sang kiper setahun lebih cepat dari rencana awal 30 Juni 2024.

Buffon layak dianggap sebagai kiper legendaris Italia karena berbagai prestasi dan pencapaian sudah diraihnya, kecuali trofi Liga Champions.

Berbagai penyelamatan gemilang juga sudah dibuat kiper jebolan akademi Parma tersebut. Namun ada sejumlah penyelamatan ikonik Buffon yang layak diingat.

Dilansir dari laman ESPN, inilah lima penyelamatan legendaris Buffon selama berkarir sebagai pemain sepak bola profesional.

  1. Debut Gemilang

Gianluigi Buffon menjalani debut di usia 17 tahun sebagai pemain Parma. Kala itu, 19 November 1995, dia langsung menghadapi tim tamu AC Milan yang dipenuhi bintang-bintang papan atas, seperti Roberto Baggio dan George Weah.

Namun, penyelamatan legendaris Buffon di pertandingan itu adalah saat menggagalkan tendangan jarak dekat pemain Milan, Marco Simone. Ketika itu, dalam kemelut akibat tendangan sudut, Simone lepas dari kawalan dan berada dalam posisi bebas di depan gawang.

Pemain Italia tersebut melepaskan tendangan keras namun Buffon dengan sigap membloknya dan Milan gagal mencetak gol. Buffon sukses menjalani debut dengan membuat gawang Parma tidak kebobolan dan menahan AC Milan 0-0.

  1. Kelahiran Superman

Musim 1997-1998 Buffon telah menjadi kiper utama Parma, padahal dia masih berusia 20 tahun. Pada 8 Maret 1998, Parma menghadapi Inter Milan yang saat itu diperkuat megabintang fenomenal Brasil, Ronaldo Luiz Nazario Lima.

Inter Milan mendapatkan penalti pada laga tersebut. Ronaldo kemudian menjadi algojo. Namun, Buffon sukses menggagalkan tendangan penalti Ronaldo.

Kiper Italia tersebut merayakan penyelamatan itu di depan fans Parma dengan menunjukkan kaus Superman di balik jersey Parma yang dikenakan. Sejak itu dia dijuluki sebagai Superman.

Pada akhir pertandingan, Parma sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor tipis 1-0.

  1. Penyelamatan Tersulit

Buffon pindah ke Juventus pada 2001 sebagai kiper termahal dunia kala itu. Dua tahun kemudian dia sukses membawa Juventus lolos ke final Liga Champions.

AC Milan menjadi lawan Juventus di final. Duel sesama tim Italia itu dihelat di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris.

Buffon melakukan penyelamatan gemilang saat menggagalkan sundulan jarak dekat Filippo Inzaghi di menit 17. Berkat itu, Milan gagal memimpin dan skor tetap 0-0.

Skor tanpa gol itu berjalan hingga babak extra time usai dan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Sayangnya di babak adu penalti, meskipun Buffon sukses menggagalkan beberapa tendangan pemain Milan, dia gagal membawa Juventus meraih gelar Liga Champions. 

Milan akhirnya menang 3-2 dan berhak atas trofi Si Kuping Besar. Buffon pun gagal juara di final Liga Champions pertamanya.

  1. Buffon vs Zidane

Buffon membawa Italia lolos ke final Piala Dunia 2006 dengan menghadapi Prancis. Final dihelat di Stadion Olimpiade Berlin.

Pertandingan berlangsung ketat. Babak pertama skor sudah sama kuat 1-1. Zidane mencetak gol lewat penalti dan disamakan Materazzi.

Zidane kembali mendapat peluang di babak extra time. Willy Sagnol memberi umpan lambung di sisi kiri pertahanan Italia. Bintang Prancis itu berdiri bebas tanpa kawalan dan kemudian menyundul bola dengan keras. Namun Buffon dengan sigap melakukan penyelamatan akrobatik.

Pertandingan berlangsung hingga adu penalti dan Italia sukses menjadi juara dunia. Inilah gelar paling prestisius yang diraih Buffon selama karir sebagai pemain sepak bola.

  1. Menyingkirkan Barcelona

Pada musim 2016-2017, Barcelona menghadapi Juventus di perempat final Liga Champions. Itulah kesempatan Buffon membalas kekalahan atas Barcelona di final Liga Champions 2015. Dan misi tersebut berhasil.

Juventus sukses mengalahkan Barcelona 3-0 di kandang sendiri. Ada satu momen penyelamatan gemilang ketika Buffon berhasil menggagalkan tendangan jarak dekat Andreas Iniesta.

Juventus lolos hingga final musim itu dan Buffon berambisi meraih gelar Liga Champions perdananya. Namun, untuk meraih trofi, The Old Lady harus menghadapi Real Madrid.

Sayangnya, ambisi tersebut kembali gagal dan Madrid sukses menghajar Juventus 4-1 di final. Buffon pun kembali gagal meraih trofi Liga Champions.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah