← Beranda

Gianluigi Donnarumma `The Next Buffon` yang Sempat Diragukan

AndiSenin, 2 November 2015 | 01.33 WIB
Gianluigi Donnarumma

Baru dua laga Gianluigi Donnarumma mengawal gawang AC Milan, klub yang diimpikannya sejak masih kecil. Namun, kecemerlangan serta ketenangannya di usia 16 tahun mampu menghadirkan cleansheet pertama bagi tim Kota Mode tersebut.


JawaPos.com - Hal inilah yang membuat nama Donnarumma menjadi perbincangan semua orang di dunia saat ini. Sebab, kemenangan 1-0 di San Siro Rabu lalu, selain karena gol yang dicetak oleh Luca Antonelli di menit 53, Donnarumma juga menjadi aktor penting lainnya dengan kokoh menjaga gawang Milan selama 90 menit penuh.


Ini adalah cleansheet pertama yang berhasil ditorehkan oleh Milan di musim ini setelah pada sembilan pertandingan sebelumnya mereka harus kebobolan 15 gol. Statistik yang dilansir oleh La Gazzetta dello Sport memperlihatkan bagaimana Donnarumma, yang ”dibekali” dengan tinggi 196 cm, mampu menggagalkan tiga peluang matang yang dimiliki oleh Keledai Terbang, sebutan Chievo.


Hal inilah yang membuat publik geleng-geleng kepala. Sebab, dengan usia yang masih begitu muda, Donnarumma memecahkan rekor sebagai kiper termuda dalam sejarah Serie A, dirinya mampu tampil begitu tenang serta memberikan rasa aman di lini belakang Milan.


Wajar jika kemudian beberapa orang terkesan tidak percaya bahwa Donnarumma benar-benar remaja yang bahkan belum merasakan nikmatnya sweet seventeen. Hal yang diterima olehnya sejak lima tahun yang lalu.


Kolumnis sepakbola Paolo Bandini pun menceritakan bagaimana sang ibu, Marinella, harus bersusah-payah meyakinkan Donnarumma yang kala itu masih berusia 11 tahun ketika berlaga di liga lokal di daerahnya.


”Minggu demi minggu, tidak aneh jika melihat Marinella membawa dokumen ke setiap pertandingan hanya untuk meyakinkan mereka bahwa Donnarumma sesuai dengan umurnya,” ujar Bandini dalam kolomnya di The Guardian.


Berlatih sejak umur empat tahun bersama sang paman Ernesto yang juga seorang pelatih kiper, Donnarumma kecil sempat dipandang sebelah mata oleh beberapa talent scout yang saat itu berkunjung ke Castellammare untuk mengajak sang kakak, Antonio Donnarumma ke akademi Milan.


Bandini mengisahkan bagaimana para pemandu bakat itu bertanya dengan nada bercanda kearah Donnarumma. ”’Apakah kamu seorang kiper?’ Begitu yang mereka tanyakan yang kemudian dijawab oleh Gianluigi dengan mantap ’Ya’.”


Pada usia 14 tahun, Donnarumma mencoba peruntungna dengan menjajal trial ke berbagai klub besar selain Milan seperti Juventus, Inter Milan, AS Roma, Udinese, dan Fiorentina. Semuanya menunjukkan hasil yang membuat mereka semua ingin mendapatkan talentanya.


Namun, sang ayah, Alfonso Donnarumma, mengatakan bahwa sejak awal yang diinginkan oleh sang anak hanyalah bermain bagi kolektor tujuh gelar Liga Champions tersebut.


”Aku hanya bisa mengatakan bahwa klub-klub tersebut pernah mencoba untuk mengontraknya. Bahkan dia juga sempat menjalani trial bersama dengan Juventus dan Inter. Namun, dia tidak menginginkan semua klub itu dan hanya ingin bermain bagi Milan,” jelas Alfonso seperti dilansir Corriere dello Mezzogiorno.


Donnarumma pun masuk ketika setahun sebelumnya, secara ironis kakaknya Antonio harus menghadapi kenyataan dijual ke Genoa. Sejak dipromosikan pada 2008, Antonio gagal menunjukkan penampilan memuaskan.


Tercatat sudah dua klub yang dijalani dengan status pinjaman ketika dia masih menjadi bagian dari Il Diavolo, sebutan Milan. Kini, Antonio bermain di Serie B bersama Bari dengan status pinjaman.


Dua tahun menjadi waktu yang dibutuhkan Donnarumma untuk menimba ilmu sebelum dinaikkan ke tim senior. Kiper timnas Italia U-17 itu menjalani debut ketika Milan melakoni agenda pramusim International Champions Cup di Tiongkok melawan rival sekota Inter dan raksasa La Liga Real Madrid.


Dirinya menggantikan Diego Lopez di menit 72 kontra Real dan berhasil mengamankan gawangnya hingga laga berakhir. Namun, tetap saja Milan gagal karena mereka kalah adu penalti dengan skor 9-10.


”Mamma Mia, aku sangat emosional saat ini,” ucapnya seperti dilansir VivoAzzuro.it. ”Setiap saat aku selalu keluar dari terowongan sambil memimpikan hal ini. Impuan masa kecilku jadi kenyataan,” imbuhnya.


Walau begitu, kemampuannya sudah membuat allenatore Sinisa Mihajlovic kepincut walaupun Donnarumma masih belum dimainkan secara utuh ketika liga telah bergulir. Puncaknya adalah saat Mihajlovic sudah kehilangan kesabaran terhadap Lopez karena dalam delapan giornata terakhir, gawang Milan bisa kebobolan hingga 14 gol.


Karena itulah, pelatih asal Serbia itu melakukan perjudian dengan memasang Donnarumma sejak menit pertama ketika Milan menjamu Sassuolo 25 Oktober lalu. Keputusan yang membuat Lopez berang dan mengancam bakal hengkang dari San Siro.


Namun, Miha menegaskan bahwa dirinya memasang Donnarumma karena murni faktor kemampuan yang memikatnya. ”Aku tidak melihat umur. Aku melihat dia bagus atau tidak,” papar Miha. ”Dia (Donnarumma) berlatih dengan bagus dan itu memberikanku kepercayaan diri terhadapnya,” tutur eks pelatih Sampdoria tersebut.


Bakat menawan Donnarumma pun juga membuat sang super agen Mino Raiola membantunya mendapatkan kontrak pertama. Raiola yang menangani pemain pemain hebat seperti Zlatan Ibrahimovic maupun Thiago Silva itu tanpa ragu menyatakan bahwa Donnarumma adalah mutiara dan pemain masa depan Milan.


Dia bahkan tak ragu menyandingkannya dengan portiere Juventus yang kebetulan mempunyai nama depan yang sama dengan Donnarumma, Gianluigi Buffon. ”Bagi publik, Gigi mungkin adalah kejutan. Namun, tidak buat kami,” tuturnya seperti dilansir MilanNews.


”Dia sangat ramah. Dia tahu untuk tetap merendah dan hal itu sudah ditunjukkannya dengan sanjungan media yang diterimanya akhir-akhir ini. Jika Milan bisa kembali ke level Eropa, aku pikir dia bisa menjadi Buffon baru. Ini yang kami harapkan,” tandas Raiola. (apu/ndi/JPG)

EDITOR: Andi