JawaPos.com - Pemerintah Indonesia bersama dengan Pemerintah Korea Selatan tengah menjajaki kerja sama terkait pengawasan keselamatan konstruksi dan gedung bertingkat.
Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib mengungkapkan bahwa salah satu penilaian kehandalan infrastruktur diukur dari aspek keselataman (safety).
"Kerja sama penanganan pelatihan aspek keselamatan konstruksi gedung bertingkat masih terus dipersiapkan," ujar Yusid seusai membuka workshop manajemen keselamatan konstruksi di Jakarta, Selasa (6/12).
Sebelumnya, kerja sama telah dilakukan oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dalam bentuk pengawasan jembatan dan jalan.
Kerja sama ini diharapkan bisa ditingkatkan dalam bentuk kerja sama pelatihan pemanganan aspek keselamatan dalam pengembangan gedung bertingkat.
Menurutnya, kerja sama penanganan pengawasan gedung bertingkat merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dilakukan sepanjang dua tahun terakhir dalam pengawasan konstruksi jembatan dan jalan.
Yusid mengatakan kerja sama yang telah berjalan dilakukan dalam bentuk pemberian hibah dari Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk pelatihan dan penyediaan peralatan.
"Total hibah yang telah diberikan mencapai Rp 7,5 miliar dalam bentuk penyediaan peralatan dan penyediaan tenaga ahli," katanya.
Country Director KOICA, Oh Ki Yun juga menyatakan respons positifnya terhadap kerjasama antara Kementerian PUPR dan KOICA. ”Kami berharap kerjasama antara KOICA dan Kementerian PUPR selama ini dapat mendukung knowledge transfer terkait sistem manajemen keselamatan infrastruktur di Indonesia,” paparnya.(nas/JPG)