← Beranda

PDIP Pernah Menang di Pilgub Sumbar, 2005 Usung Gamawan Fauzi

Ilham SafutraSelasa, 8 September 2020 | 22.16 WIB
Sejumlah kader PDI Perjuangan mengibarkan bendera partai PDIP saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan
JawaPos.com - Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri mengungkap kekecewaannya dengan perolehan suara PDIP di Sumatera Barat (Sumbar) pada saat pemilu. Padahal pada Pilgub 2005, PDIP adalah pemenang di Sumbar. Ketika itu mengusung pasangan calon Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Pada Pilgub itu PDIP berkoalisi dengan PBB.

"Siapa bilang PDIP tidak pernah menang di Sumbar?" Andriadi Achmad, direktur Polititical Communication Studies and Research Centre kepada JawaPos.com, Selasa (8/9).

Bahkan ketika itu, Andriadi mengingat, Gamawan Fauzi-Marlis Rahman menang cukup telak di Pilgub Sumbar 2005. Buktinya pada 2009, Gamawan pun didaulat sebagai menteri dalam negeri (mendagri) di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andriadi Achmad, menang atau tidaknya, diterima atau tidaknya satu parpol di daerah tergantung tokoh parpol itu sendiri di daerah. Sebab, parpol harus menempatkan kader yang bisa memahami kondisi sosiologis masyarakat setempat. Jika pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 suara Jokowi sangat minim di Sumbar, berarti ada persoalan lain yang dihadapi PDIP.

Sejatinya pada Pemilu 2014, PDIP mendapat dua kursi DPR RI dari Sumbar. Jumlah itu cukup tinggi. Menurut Andriadi, hasil itu merupakan faktor Jokowi. "Banyak pemilih mencoblos PDIP di Pemilu 2014," katanya.

Baca juga: Megawati Bingung Kenapa Warga Sumbar Tak Suka PDIP

Jika dilihat dari tingkat kabupaten/kota, PDIP berhasil mengantarkan kadernya sebagai bupati Dharmasraya pada Pilkada 2015. Ketika itu PDIP mengusung Sutan Riska Tuanku Kerajaan-Amrizal Datuak Rajo Medan. Sutan Riska Tuanku Kerajaan adalah kader PDIP.

Sebelumnya, Ketuam PDIP Megawati Soekarnoputri merasa heran dengan masyarakat Sumbar yang tidak suka terhadap PDIP. Putri Presiden Soekarno itu mengaku kesulitan untuk memenangkan provinsi dan merebut hati masyarakat Sumbar.

“Kalau saya melihat Sumbar itu, saya pikir kenapa rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDIP,” ujar Megawati dalam pidato arahan di sela-sela pengumuman calon kepala daerah gelombang V menuju Pilkada Serentak 2020, melalui telekonferensi, Rabu (2/9).

Padahal, kata Mega, sang Ayah sangat dekat dengan dekat dengan tokoh-tokoh nasionalis dari Ranah Minang. “Kalau kita ingat sejarah bangsa, banyak orang dari kalangan Sumbar yang menjadi nasionalis. Yang pada waktu itu kerja sama dengan Bung Karno, seperti Bung Hatta yang sebenarnya datang dari Sumbar,” tambahnya.

Megawati pun meminta kader-kadernya untuk mempelajari dan mencari tahu kenapa PDIP belum bisa menang di Sumatera Barat dan daerah lainnya itu.

“Tugas kita untuk mempelajari mengapa ad‎a daerah-daerah yang belum bisa atau belum mau (PDIP untuk bisa menang-Red). Jadi itulah salah satu bagian dari kerja keras kita (untuk mencari tahu-Red),” katanya.

Di tempat lain, Gamawan Fauzi membenarkan dirinya jadi gubernur Sumbar yang diusung PDIP-PBB  pada Pilgub 2005. Namun Gamawan enggan berkomentar lebih jauh.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=AvoxxNiG31Q
EDITOR: Ilham Safutra