JawaPos.com – Dunia ini memiliki keanekaragaman bahasa dengan hampir 6.900 bahasa yang digunakan di berbagai wilayah.
Benua Asia tampil sebagai benua dengan keanekaragaman bahasa tertinggi, yaitu sekitar 2.197 bahasa. Sementara Eropa menyumbangkan sekitar 230 bahasa.
Beberapa bahasa tersulit di dunia ini dikenal dengan sistem penulisan yang rumit, seperti bahasa Mandarin, Arab, dan Jepang yang masing-masing memiliki aksara yang rumit dengan ribuan karakter atau simbol.
Baca Juga: Kuasai 5 Gerakan Bahasa Tubuh Ini Agar Si Dia Langsung Tertarik pada Pandangan Pertama
Pernahkah kamu bertanya-tanya bahasa mana yang paling sulit di dunia? Jawabannya adalah bahasa Mandarin. Simak penjelasan bahasa-bahasa yang sulit lainnya di bawah ini.
Mandarin
Salah satu ciri khas bahasa Mandarin adalah nadanya, di mana sebuah kata bisa memiliki arti yang berbeda tergantung pada nada yang digunakan.
Bahasa Mandarin memiliki empat nada: datar, naik, turun-naik, dan turun.
Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Sentuhan Fisik dalam Bahasa Cinta, Mengenal Apa itu Physical Touch
Misalnya, kata “ma” dapat berarti “ibu”, “rami”, “kuda”, atau “memarahi”, tergantung pada nada yang digunakan untuk mengucapkannya.
Aspek nada ini menimbulkan tantangan bagi yang mempelajari, terutama mereka yang terbiasa dengan bahasa non-nada.
Arab
Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan di banyak negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini agak sulit untuk dipelajari karena memiliki beberapa aturan khusus.
Bahasa Arab memiliki banyak cara yang berbeda untuk membentuk kata-kata yang bisa membingungkan.
Bahasa Arab menggunakan jenis tulisan unik yang disebut aksara Arab yang ditulis dari kanan ke kiri. Huruf-huruf dalam bahasa Arab juga dapat terlihat berbeda tergantung pada letaknya dalam sebuah kata.
Bahasa Arab memiliki banyak cara berbicara yang berbeda, yang disebut dialek. Ini berarti orang-orang di tempat yang berbeda dapat berbicara bahasa Arab dengan dialek yang berbeda.
Baca Juga: Indonesian Day 2024: Memperkuat Minat Pelajar Australia dalam Belajar Bahasa Indonesia
Jepang
Bahasa Jepang menggunakan tiga jenis tulisan: hiragana, katakana, dan kanji.
Hiragana dan katakana seperti huruf dengan simbol yang mewakili suara, sedangkan kanji adalah karakter yang mirip bahasa Cina dan mewakili seluruh kata atau ide.
Bahasa Jepang memiliki cara khusus untuk menunjukkan rasa hormat yang disebut sistem penghormatan.
Kamu akan menggunakan kata dan frasa yang berbeda untuk menunjukkan rasa hormat tergantung pada siapa yang Anda ajak bicara dan situasinya.
Tata bahasa Jepang bekerja secara berbeda dari bahasa Inggris. Misalnya, dalam bahasa Inggris, kita biasanya memiliki subjek, lalu kata kerja, dan kemudian objek (seperti “I eat sushi”).
Namun dalam bahasa Jepang, urutannya bisa berubah dan terkadang kamu bisa menghilangkan beberapa bagian dari kalimat karena dipahami dari konteksnya.
Baca Juga: Menjadi Lebih Disukai saat Berbicara, Latih 7 Trik Bahasa Tubuh Ini
Korea
Bahasa Korea memiliki cara penulisan khusus yang disebut Hangul. Hangul menggunakan simbol untuk mewakili suara, sama seperti alfabet kita namun berbeda.
Mempelajari Hangul penting untuk membaca dan menulis dalam bahasa Korea.
Orang Korea memiliki tingkat kesopanan dan kehormatan. Ini berarti kata-kata yang kamu gunakan dapat berubah tergantung siapa yang kamu ajak bicara dan ingin seberapa sopan.
Ini seperti menggunakan “Mr.” atau “Mrs.” dalam bahasa Inggris, tetapi lebih kompleks.
Rusia
Bahasa Rusia memiliki cara khusus untuk mengatur kata-kata yang disebut kasus. Ada enam kasus dan mereka menunjukkan bagaimana kata-kata berhubungan satu sama lain dalam sebuah kalimat.
Bahasa Rusia menggunakan alfabet yang berbeda yang disebut aksara Sirilik. Huruf-hurufnya terlihat berbeda dari huruf abjad biasanya. Mempelajari alfabet Rusia adalah langkah pertama yang penting dalam mempelajari bahasa ini.
Pengucapan bahasa Rusia bisa jadi sulit bagi penutur bahasa Indonesia karena ada beberapa bunyi dalam bahasa Rusia yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Finlandia
Salah satu perbedaan besar dari bahasa Finlandia adalah bagaimana kata-kata berubah untuk menunjukkan perannya dalam kalimat. Ini disebut tata bahasa dan bahasa Finlandia memiliki banyak sekali tata bahasa.
Bahasa Finlandia memiliki banyak kasus, yang berarti kata-kata dapat berubah tergantung pada tugasnya dalam kalimat.
Hal lain yang membuat bahasa Finlandia menantang adalah aglutinasi. Alih-alih menggunakan kata-kata terpisah untuk hal-hal seperti bentuk kata kerja, angka, dan orang, bahasa Finlandia menambahkan akhiran pada katanya.