JawaPos.com – Meskipun tak pernah dikendarai, oli mobil tetap harus diganti. Banyak orang beranggapan oli mobil yang tak pernah dioperasikan akan baik-baik saja. Namun ternyata hal tersebut tidak bisa berlaku untuk semua mobil.
"Mobil yang tidak pernah dipakai atau jarang digunakan itu nanti olinya akan mengembun. Jadi pergantian oli juga perlu dilakukan," kata Sales Area Regional Head Shop & Drive Chinto Adiputera, di hotel Morrissey, Jakarta, Selasa (20/3).
Meski mobil tidak pernah dioperasikan, namun selama berada di dalam mesin oli akan mengalami rekasi kimia. Yaitu reaksi pengembunan di dalam karter oli. "Contohnya adalah reaksi pengembunan di dalam karter oli. Embun itu kan air dan air itu H2O. Musuh oli adalah air dan bila tercampur akibat reaksi ini, maka akan merusak kandungan oli di dalamnya," lanjutnya.
Bila tercampur dengan air, maka oli akan rusak. Yang paling parah, oli tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yakni melindungi komponen-komponen mesin mobil. "Kalau mobil terendam banjir kan olinya akan bewarna coklat karena tercampur dengan air. Jadinya apa? Mesin mobil akan rusak," imbuhnya.
Untuk itu, Chinto menyarankan agar pergantian oli tetap dilakukan meski mobil jarang atau tidak pernah dibawa. "Pergantian oli relatif sekali, tapi saran saya kalau mobil tidak pernah dipakai 8 bulan sampai 1 tahun, gantilah olinya walaupun jarang dipakai," tutupnya.