JawaPos.com - Hal remeh namun penting menjadi perhatin pengguna mobil terkait kebiasaan memulai melakukan stater mobil.
Karena ada perbedaan dengan mobil keluaran lama, mobil keluaran terbaru yang menggunakan injeksi saat ini telah dibekali sistem komputerisasi yang cukup canggih.
Salah satunya seperti malfunction indicator lamp (MIL) yang dijumpai saat mobil akan distrater. Ketika kunci sudah di posisi ‘on’, semua indikator pada speedometer akan menyala dan pada mobil mewah biasanya diikuti oleh jarum speedometer yang naik lalu kembali normal.
Biasanya menghidupkan mobil tanpa menunggu MIL kembali ke posisi normal ternyata bisa memicu terjadinya kerusakan pada beberapa komponen pada mobil.
Selain itu juga sering dijumpai tanpa disadari sering mematikan atau menyalakan mesin mobil tanpa mematikan AC terlebih dahulu. Atau kebiasaan yang juga sering terjadi mematikan mesin mobil saat Rpm atau putaran mesin masih tinggi.
Kebiasaan ini sebetulnya kurang tepat dan lambat laun akan bisa membuat komponen cepat aus. Bahkan bukan tidak mungkin, hal ini akan berdampak komponen lainnya.
Kalau sudah begini, pengeluaran untuk biaya perawatan mobil akan membengkak.
Maka bagaimana sebaiknya perlakuan pemilik mobil saat akan menghidupkan atau mematikan mesin mobil? Ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan agar bisa memperpanjang umur komponen mobil, baik AC maupun mesin.
Hal ini memang dianggap sepele, namun masalah mematikan mesin mobil ternyata tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Perlu diketahui bagi pemilik mobil, bahwa mematikan mobil dengan cara yang benar adalah merupakan bagian dari perawatan mesin mobil.
Beberapa hal kebiasaan yang harus Anda hindari saat akan menyalakan dan mematikan mesin kendaraan :
Hindari Menyalakan Mesin Sebelum Lampu Indikator Normal
Menyalakan mobil sebelum lampu indikator kembali ke normal sebenarnya bisa membuat kinerja motor starter lebih berat saat dihidupkan, karena biasanya suplai bahan bakar belum naik sepenuhnya.
Bukan hanya itu, bila langsung menghidupkan mobil saat lampu indikator speedometer belum kembali normal, maka sistem injeksi dan elektrik starter akan bekerja secara bersamaan.
Hal ini bisa memicu aki cepat soak bila sering dilakukan, karena aki harus bekerja secara ekstra.
Jangan Matikan Mesin Mobil Saat Putaran Masih Tinggi
Merupakan kesalahan besar bila Anda menginjak gas, lalu secara mendadak langsung mematikan mesin mobil saat putaran mesin masih tinggi. Kenapa hal ini tidak boleh dilakukan?
Jawabannya, karena ketika putaran mesin masih tinggi, kondisi piston masih bergerak naik-turun dengan cepat dan masih mengembang. Pergerakan ini menjadikan piston dan komponen lain memerlukan pelumasan dari oli mesin.
Bila Anda mematikan mesin secara tiba-tiba maka pelumasan akan berkurang. Hal ini akan berakibat komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin akan mengalami keausan.
Maka sebaiknya tunggu hingga putaran mesin idle secara konstan beberapa saat, barulah mematikan mesin mobil. Maka kerja piston semakin ringan dan distribusi pelumas ke piston akan normal.
Hindari Mematikan Mesin Mobil Saat AC Masih Bekerja
Bila Anda mematikan mesin mobil saat AC masih menyala akan mempengaruhi kompresor AC. Mesin yang dimatikan saat kompresor AC masih berputar akan menimbulkan hentakan pada kompresor AC yang masih bekerja.
Bila Anda terus-menerus melakukan hal ini dapat membuat kompresor AC lebih cepat rusak. Jadi, sebaiknya matikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin.
Begitu juga sebaliknya, pastikan juga AC dalam kondisi mati sebelum Anda menyalakan mesin mobil, ini akan mengurangi beban kompresor dan bisa bekerja dengan normal atau semestinya.
Hindari Mematikan Mesin Mobil Saat Audio Masih Menyala
Kebiasaan ini akan memperpendek usia pakai sistem audio pada mobil Anda. Karena ketika mematikan mesin dan sistem audio masih menyala, maka otomatis audio akan langsung menyala saat mesin mobil di starter kembali.
Nah pada saat mesin mobil kembali dinyalakan, sistem audio mobil mendapatkan tegangan dari baterai atau aki yang kurang stabil sehingga dapat merusak komponen-komponen di dalamnya.
Sebaiknya sebelum mematikan mesin, pastikan seluruh kelistrikan, terutama audio, dalam kondisi mati agar komponen-komponennya bisa awet atau dapat bertahan lebih lama.
Menjaga mesin pada putaran idle sebelum dimatikan dapat bermanfaat untuk pengisian baterai kembali. Hal ini bertujuan agar ketersediaan tegangan di baterai mencukupi ketika mesin mobil kembali di starter.
Hindari Resiko Hidupkan AC Tanpa Nyalakan Mesin
Seperti diketahui pada beberapa jenis mobil, pendingin udara kabin (AC) bisa diaktifkan tanpa perlu menyalakan mesin. Ketika posisi kunci sudah di 'On', Anda juga bisa langsung menyalakan AC hanya dengan menekan tombol pengaturnya.
Akan tetapi perlu diketahui, tidak semua mobil bisa melakukan hal demikian. Bila cara ini dilakukan pada mobil yang belum menerapkan teknologi di atas, makan akan justru membuat buruk kondisi kendaraan.
Menghidupkan AC tanpa menyalakan mesin adalah kebiasaan yang kurang dibenarkan. Meskipun ada beberapa mobil yang bisa melakukan hal itu.
Sangat disarankan Anda sebagai pemilik mobil sebaiknya menyalakan pendingin udara setelah mesin menyala atau dalam keadaan iddle-up.
Menyalakan AC sebelum mengemudi memang membuat kabin terasa nyaman, terlebih saat mobil diparkir di ruang terbuka. Akan tetapi ketika AC mobil 'On' tetapi mesin tidak menyala maka berpotensi merusak kompresornya.
Pasti ada efeknya ke mesin mobil dan kompresor AC-nya, karena posisi saat mesin mobil menyala saja kondisinya belum stabil, ditambah lagi harus menggerakkan kompresor AC, akan lebih berat kerjanya.
Selain itu, kebiasaan menghidupkan AC dengan mesin mati akan membuat aki mobil boros dan berisiko susah starter mesin setelahnya. Karena aki belum dapat suplai dari alternator, tapi dia sudah terpakai di motor blower AC. Dikhawatirkan saat starter sudah tidak bisa.
Harus diakui hal atau kebuiasaan yang sudah biasa memang susah untuk dihilangkan. Namun hal ini harus dilakukan agar usia pakai kendaraan atau terkait komponennya bisa awet, paling penting aman selama digunakan berkendara. Semoga bermanfaat.