← Beranda
Motor untuk Harian Bagusnya Pakai Ban Bias atau Ban Radial? Jangan Asal Tempel Biar Nggak Mubazir
Rian AlfiantoSelasa, 22 Oktober 2024 | 03.16 WIB
Ilustrasi: Penggantian ban sepeda motor. (Dunlop Motorcycle Tires)
 
JawaPos.com -  Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan, begitu pula pada sepeda motor. Ban secara umum berperan meningkatkan traksi roda pada jalanan serta meredam getaran ketika berkendara. 
 
Ban juga bersentuhan langsung dengan jalan sehingga memiliki peran penting dan nggak boleh dianggap sepele. Kalau sudah waktunya ganti, ya segera diganti. Digantinya pun harus sesuai anjuran dan rekomendasi pabrikan.
 
Untuk memilih ban motor sendiri, pertama tentukan jenis ban yang sesuai. Apakah ban tubeless atau ban yang menggunakan ban dalam atau tube type. Kemudian jenis ban, ban bias, atau ban radial?
 
Apalagi untuk sepeda motor yang dipakai sehari-hari atau disebut sebagai motor harian, baiknya pakai ban bias, atau ban radial. Masing-masing punya perbedaan.
 
Baca Juga: 7 Tanda Anda Berada di Jalur yang Benar Menuju Kebebasan Finansial di Masa Depan, Sudahkah Anda Mengalaminya?
 
Sebelum asal tempel, ketahui perbedaan antara ban bias dengan ban radial. Mengutip laman Michelin Indonesia, ban bias atau ban diagonal terbuat dari lapisan jalinan kawat yang membentuk sudut. 
 
Lapisan kawat diletakkan sedemikian rupa sehingga kawat membentuk pola bersilangan. Keseluruhan struktur seragam di seluruh bagian, mahkota dan dinding karet ban memiliki struktur mekanik serupa.
 
Sementara itu ban radial, punya perbedaan dengan ban bias dari sisi konstruksinya.
Dengan konstruksi radial, lapisan kawat tersebar di seputar poros ban. Selain itu, mahkota ban terbuat dari lapisan yang membentuk sabuk. 
 
Hasilnya, mahkota dan dinding karet ban memiliki karakteristik khusus tersendiri. Karena dinding sampingnya yang lembut, mahkota ban radial menempel pada badan jalan saat bersentuhan.
 
Baca Juga: Profil Yassierli, Guru Besar ITB yang Dipercaya Jadi Menaker Baru Kabinet Merah Putih
 
Jejak ban radial lebih pendek tetapi lebih lebar dari pada ban bias, memberikan daya cengkeram tambahan ketika melewati tikungan tajam. Tekanan udara yang bersentuhan dengan permukaan ban didistribusikan lebih efektif pada ban radial, yang menghasilkan keausan yang lebih merata dari waktu ke waktu.
 
Ban radial juga memberikan kenyamanan yang lebih baik pada kecepatan yang lebih tinggi, hal ini disebabkan oleh dinding samping ban radial yang lembut, yang menyerap tumbukan permukaan jalan yang tidak sempurna. 
 
Namun kekurangan ban radial ini cenderung cepat habis. Di sisi lain, ban radial juga tidak diperuntukkan buat muatan berat seperti pada ban bias.
 
Baca Juga: Sugih Tak Disangka: 6 Weton Beruntung yang Rezekinya akan Seluas Samudra pada Akhir Tahun Menurut Primbon Jawa
 
Kebalikannya, ban bias mampu mengangkut beban lebih besar karena dinding samping ban bias lebih kokoh. Pada kecepatan tinggi, ban bias dapat mengalami perubahan bentuk sedemikian rupa sehingga memengaruhi kinerjanya. 
 
Pada intinya, ban bias sesuai untuk kendaraan yang melaju dengan kecepatan sedang, dengan ukuran mesin kecil hingga menengah dan sasis yang fleksibel. Ban bias juga cocok untuk sepeda motor kelas berat atau yang mengangkut beban berat. 
 
Beda dengan ban radial yang dibutuhkan untuk kendaraan yang lebih bertenaga dengan sasis yang sangat kokoh dan untuk tujuan berkendara yang bersifat sport. Ban radial memungkinkan Anda untuk mencapai peringkat kecepatan ZR, di atas 240 km/jam yang memang ditunjukkan hanya untuk performa kecepatan saja, bukan durabilitas atau daya tahan.
EDITOR: Banu Adikara