← Beranda

Mobil Listrik Nasional Terkendala di Baterai dan Motor

wawanSabtu, 14 November 2015 | 06.01 WIB
Salah satu mobil listrik yang pernah dibuat anak Indonesia.

JawaPos.com– Antusias pemerintah untuk merancang mobil listrik nasional (Molina) terkendala pada produksi baterai dan motor. Pasalnya, Indonesia belum mampu memproduksi dua komponen tersebut.



Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengungkapkan, sebanyak 40 persen dari harga mobil listrik adalah untuk baterai. Sedangkan untuk motornya sebanyak 20 persen dari harga di pasaran. “Jadi, 60 persen sendiri hanya untuk baterai sama motor saja. Ini yang belum kita kuasai penuh. Kalau impor kan harganya bisa tinggi juga, malah kita tidak bisa bersaing dibanding harga yang ditawarkan Jepang, Tiongkok, dan Korea,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (13/11).



Sejauh ini, menurutnya, pihak pengembang Molina dari Universitas Sebelas Maret tengah melakukan riset untuk menciptakan baterai sendiri. “Selama lima tahun ke depan mereka melakukan penelitian baterai agar kita bisa menjadi produk dalam negeri, sehingga harga Molina terjangkau,” jelasnya.



Selain itu, Jumain menyadari, untuk mendukung pengembangan teknologi Molina ini tidak mudah. Hal ini harus ada keberpihakkan dari pemerintah, misalnya setiap pejabat negara maupun jajarannya bisa menggunakan Molina sebagai transportasi sehari-hari, juga sekaligus sebagai kampanye produk dalam negeri.



“Mobil listrik ini kan juga bisa mengurangi penggunaan minyak, sehingga otomatis akan mengurangi subsidi BBM (bahan Bakar Minyak). Selain itu juga mobil listrik ini lebih ramah lingkungan daripada kendaraan berbahan bakar fosil,” pungkasnya. (fab/JPG)

EDITOR: wawan