← Beranda

Epic Games Menangkan Gugatan Terhadap Google Setelah Berikan Bukti Terkait Pelanggaran Atas Hal-Hal Ini

Rizal Rosyid AnnafiSelasa, 12 Desember 2023 | 22.30 WIB
Epic Games, Pengembang Game Populer Fortnite Berhasil Memenangkan Gugatan Terhadap Google. / Sumber : Epic Games

 

JawaPos.com – Salah satu pengembang game Fortnite yakni Epic Games berhasil memenangkan gugatan pada Google.

Sidang gugatan Epic Games melawan Google tersebut berlangsung pada Senin (11/12), di pengadilan California, Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, (12/12), dalam sidang tersebut juri memberi putusan bahwa Epic Games memenangkan gugatan tersebut dan mengatakan Google melanggar beberapa tuntutan terkait monopoli pasar.

Reaksi Kedua Belah Pihak.

Dilansir dari rilis resmi mereka di blog, Epic Games tuliskan perasaan kebahagiaan mereka terkait Keputusan yang diberikan oleh juri.

“Putusan juri hari ini adalah kemenangan bagi kami dan semua pengembang aplikasi dan konsumen di dunia,” tulis mereka.

Selain itu, CEO Epic Games yakni Tim Sweeney juga memberikan respon melalui postingannya di laman X miliknya (@TimSweeneyEpic)

“setelah 4 pekan jalannya sidang, pengadilan di California putuskan Google bersalah terkait dengan monopoli pada layanan Play Store mereka,” tulisnya.

“terimakasih atas segala dukungan dan harapannya, Free Fortnite!,” tutup postingan dari Founder sekaligus CEO Epic Games tersebut.

Baca Juga: Google Umumkan Akan Matikan Layanan Streaming Podcast Mereka, Migrasi Pengguna Ke YouTube Music

Sementara itu dilansir dari The Verge, Wakil Presiden Google bidang Urusan Hukum dan Kebijakan Publik mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding terkait putusan tersebut.

“Hasil sidang kali ini menunjukkan bahwa kami akan bersaing ketat dengan Apple dan App Storenya, toko lain yang ada di Android serta konsol game,” ujar mereka.

Bukti Pelanggaran yang Dilakukan Google

Dikutip dari pernyataan Epic Games pada blog mereka, Ada beberapa bukti yang berhasil dikumpulkan terkait pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Google selaku pemilik dari Play Store.

Pihak Google diduga memberikan bayaran lebih pada para pengembang aplikasi lain untuk menghentikan pengembangan toko aplikasi mereka.

Mereka juga diketahui memberikan tawaran menggiurkan pada para pengembang perangkat dengan syarat untuk tidak memasukkan toko aplikasi lain ke dalam layanan mereka.

“hal tersebut membuahkan hasil dan membuat Google Play Store menjadi penyedia aplikasi paling dominan di Android dengan 95 persen lebih aplikasi yang beredar berasal dari layanan mereka,” tulis Epic Games.

Gagal Melawan Apple

Sebelumnya, perusahaan yang juga dikenal sebagai pengembang teknologi Unreal Engine tersebut juga melakukan hal serupa terhadap Apple dan layanan App Store miliknya.

Epic Games dan Apple sendiri mulai sering mengajukan tuntutan hukum di pengadilan sejak tahun 2020 dan terus berlanjut hingga kini.

Baca Juga: Google Matikan Fitur Google Podcast Pada April 2024 Mendatang

Mengutip PCMag, awal mula kasus kedua perusahaan tersebut dimulai pada 13 Agustus 2020 lalu, saat itu salah satu game buatan Epic Games yakni Fortnite melakukan update pada game berbasis mobile mereka.

Dalam update tersebut, Epic Games tawarkan pembayaran diluar dari App Store untuk pembelian V-bucks yang merupakan nilai mata uang dalam game tersebut.

Pengguna dapat membayar langsung melalui Epic Games dengan diiming-imingi diskon sehingga upaya tersebut dinilai melanggar ketentuan dari Apple.

“kali ini Epic Game telah melanggar syarat dan ketentuan dari App Store, maka kami harus menghapusnya dari toko tersebut demi keamanan para pengguna,” ujar mereka.

Epic yang tidak terima kemudian menempuh jalur hukum dan menganggap perusahaan yang dikenal dengan produk iPhone tersebut telah melanggar ketentuan dagang di Amerika.

Tahapan peradilan dimulai pada 3 Mei 2021 dan berakhir dengan putusan yang dikeluarkan pada 10 September 2021.

Mengutip New York Times, Keputusan tersebut menyatakan bahwa Apple tidak melakukan monopoli perdagangan seperti yang dituduhkan Epic Games.

Sebaliknya pengembang Fortnite tersebut didakwa melanggar perjanjian kontrak yang telah dilakukan pada pihak penyedia layanan App Store yakni Apple.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti