JawaPos.com – Sebanyak 414 perwira menengah (pamen) polisi yang tidak memiliki jabatan dianggal menjadi beban keuangan negara. Demikian disampaikan oleh anggota Komisi III DPR-RI, Hinca Pandjaitan.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat itu, beban negara dalam memberikan gaji setiap bulannya kepada pamen tersebut tidak sebanding dengan kinerja mereka di kepolisian.
“Karena beban biayanya akan semakin besar, cost gajinya lebih tinggi tapi manfaat kerjanya nggak maksimal,” ungkap Hinca kepada JawaPos.com di komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/3).
Namun, Hinca mengaku tidak mengetahui pasti berapa beban negara yang dikeluarkan untuk belanja pegawai pamen menganggur ini.
Tapi, kata dia, jika dilihat dari fungsinya, sangat disesalkan sampai ada ratusan pamen yang menganggur. Apalagi jika dilihat dari segi usia, para pamen ini dianggap masih muda.
Sehingga, menurutnya, mereka masih memiliki tenaga ekstra serta pemikiran kreatif. Maka jika dapat dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan banyak kontribusi bagi negara.
“Saya memang waktu itu nggak tahu budget-nya seberapa besar beban negara. Tapi kita lihat dari tupoksinya, fungsinya itu, kan sayang (kalau nganggur). Nah orang-orang energik yang masih muda itu,” lanjut Hinca.
Lebih lanjut Hinca menegaskan, permasalah ini telah menjadi fokus Polri dan Komisi III DPR-RI. Dalam rapat kerja beberapa waktu lalu Kapolri telah menyatakan akan segera menyelesaikan konflik ini.
“Sepuluh hari yang lalu kami menyoal kombes-kombes yang istilahnya belum dapat jabatan itu, tapi kemudian Kapolri berjanji akan menuntaskan secepatnya,” tegas Hinca.