JawaPos.com - Di tengah keterbatasan akibat bencana, warga terdampak bencana di Sumatera mendapat kabar melegakan.
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah tancap gas mempercepat penyaluran Bansos Adaptif untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemerintah menargetkan dana bantuan ini sudah masuk ke kantong warga sebelum hari raya Lebaran tiba.
Penyaluran dana ini dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Fokus utama bantuan ini adalah membantu pemulihan ekonomi dan tempat tinggal warga pascabencana di tiga provinsi tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memastikan pencairan dapat rampung sebelum lebaran.
"Ini sedang berproses, ya mudah-mudahan dalam minggu ini sudah prosesnya lebih cepat lagi, data-data yang sudah valid bisa disalurkan sebelum Lebaran," ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Senin (2/3) malam.
Rincian Nominal Bansos yang Diterima Warga
Kemensos telah merinci besaran bantuan yang akan diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan kategori kebutuhannya:
- Bantuan Isian Rumah: Rp 3 juta per keluarga (Target: 67 ribu KPM).
- Stimulan Ekonomi: Rp 5 juta per kepala keluarga.
- Jaminan Hidup (Jadup): Rp 450 ribu/orang per bulan (selama 3 bulan).
- Santunan Ahli Waris: Rp 15 juta per jiwa bagi keluarga korban meninggal dunia.
Baca Juga: Distribusi Bansos Pangan 2026 Capai 33 Juta Keluarga, Pemerintah Klaim Data Lebih Akurat
Hingga saat ini, proses verifikasi data terus berjalan ketat. Untuk bantuan jaminan hidup sendiri, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335,5 miliar yang menyasar lebih dari 248 ribu penerima manfaat.
Mekanisme Penyaluran Berlapis demi Transparansi
Mengapa butuh waktu? Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dibuat berlapis untuk menjamin akuntabilitas.
Data awal dari BNPB harus divalidasi by name by address oleh kepala daerah, serta diketahui oleh Kejari dan Kapolres setempat sebelum disahkan oleh Mendagri.
Meski birokrasinya cukup panjang, Kemensos memastikan proses distribusi sudah mulai berjalan di lapangan.
"Nah sekarang sudah kita mulai proses salurkan, sudah lebih dari 10 persen yang kita salurkan, kita harapkan terus bertambah, nanti kita akan berikan informasi lagi jika proses penyalurannya sudah hampir selesai," imbuh Gus Ipul.