← Beranda

Kepala Badan Gizi Nasional Akui Lembaganya Akan Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Mulai Januari 2025

Muhammad RidwanSenin, 19 Agustus 2024 | 19.20 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberi keterangan kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana membenarkan bahwa lembaganya dibentuk untuk melaksanakan program prioritas makan bergizi gratis Presiden terpilih Prabowo Subianto. Dadan baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8).

"Badan Gizi Nasional ini kan sebetulnya dibentuk untuk melaksanakan program prioritasnya Pak Presiden terpilih. Tapi karena terkait dengan siklus anggaran, agar bisa dilaksanakan tahun 2025 dan dari Januari, maka dalam nota keuangan kan sudah harus masuk anggarannya, dan itu sudah dimasukkan," kata Dadan usai prosesi pelantikan.
 
Dadan menjelaskan, Perpres Badan Gizi Nasional harus dibentuk di era Presiden Jokowi. Menurutnya, Badan Gizi Nasional merupakan satu bagian dari keberlanjutan pemerintahan.
 
Baca Juga: Orang yang Memakai Pakaian Hitam Hampir Setiap Hari Biasanya Memiliki 7 Kepribadian Unik Ini Menurut Psikologi
 
"Jadi Pak Jokowi telah meneken Perpresnya, kemudian saya ditunjuk sebagai kepalanya, dan saya bertugas untuk menyiapkan segala sesuatunya, agar Januari program makan bergizi gratis bisa dilaksanakan," ujarnya.
 
Mantan dosen IPB itu pun mengaku optimis program makan bergizi gratis dapat terlaksana mulai Januari 2025. Karena itu, pihaknya akan segera mempersiapkan segala sesuatu terkait prosedur persiapan makan bergizi untuk anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
 
Baca Juga: Perubahan Starting Line-up Persebaya Surabaya Kontra Barito Putera Bocor, Bagaimana Nasib Alfan Suaib?
 
Lebih lanjut, Dadan juga menyampaikan bahwa anggaran program makan bergizi gratis yang ditetapkan Rp 71 triliun akan dikelola Badan Gizi Nasional. Ia pun memastikan, program makan bergizi gratis akan langsung diterapkan di seluruh Indonesia.  
 
"Kami harapkan minggu pertama Desember itu sudah terima DIPA. Kalau sudah terima DIPA artinya 2 Januari program ini sudah bisa dilaksanakan," pungkasnya.
EDITOR: Banu Adikara