JawaPos.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah akan menyiapkan 84 kali konsumsi selama di Makkah dan 15 kali ditambah satu kali snack saat masa puncak haji di Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna) bagi jamaah haji. Pasokan konsumsi ini dipastikan sudah cukup untuk jamaah haji.
“Khusus tahun ini alhamdulillah jamaah Indonesia selama di Arab Saudi akan mendapatkan konsumsi secara penuh di Makkah, Madinah, maupun di masyair (Armuzna). Mereka akan makan tiga kali sehari dengan menu yang sudah disesuaikan dengan cita rasa Nusantara, Indonesia," kata Kasie Konsumsi PPIH Daker Makkah Beny Darmawan, Jumat (24/5).
“Karena sudah mendapat full makan, jamaah yang masih di Tanah Air tidak usah membawa makanan seperti beras dan lainnya,” imbuhnya.
Jamaah haji Indonesia akan berada di Kota Makkah selama lebih kurang 28 hari. Selama itu, jamaah akan mendapat tiga kali makan setiap harinya, yaitu pagi, siang, dan malam.
“Jamaah akan mendapatkan makan tiga kali sehari, sehingga total akan memperoleh 84 kali makan selama 28 hari,” jelasnya.
Beny mengingatkan kepada seluruh jamaah agar saat mendapatkan makanan, harus segera mengonsumsinya. “Harap dikonsumsi sesuai dengan jam yang tertera di kemasan (boks) makanan. Biasanya jamaah kita suka menunda-nunda, ini jangan dilakukan karena kalau lewat waktunya, makanan sudah tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.
Ia menambahkan sebagai komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan, pihaknya juga telah melatih para juru masak dari penyedia catering di Makkah. “Ada 57 penyedia catering di Makkah, dan ini kita sudah melakukan pelatihan bagi para juru masaknya. Narasumbernya juga diambil dari tenaga-tenaga professional,” tandasnya.