JawaPos.com - Aksi kejahatan kini kian menyeramkan. Pelaku kejahatan dengan gampangnya menghabis nyawa seseorang dengan motif tertentu. Terbaru, Dukun Banjarnegara membunuh 12 orang secara sadis.
Aksi pembunuhan di Indonesia bisa dianggap sadis karena memakan banyak korban. Pembunuhan berantai kerap terjadi dengan motif uang dan asmara.
Inilah kejadian pembunuhan sadis yang dirangkum JawaPos.com:
1. Dukun Banjarnegara
Kasus pembunuhan berantai baru-baru ini terbongkar di Banjarnegara. Seorang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang telah membunuh 12 orang. Aksi sadis itu dia lakukan sejak tiga tahun lalu dan baru terungkap pada bulan Maret 2023 lalu.
Aksi biadab itu dilakukan seorang pria berinisial TH alias Mbah Slamet, 45, warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Aksinya terbongkar setelah dia membunuh korban terakhir, yakni PO, 53, warga Kecamatan Cibadak, Sukabumi.
Kasus itu terbongkar setelah anak korban berinisial GE melapor ke polisi. GE mengatakan bahwa ayahnya tidak bisa dihubungi sejak Kamis (24/3). GE juga bercerita bahwa Juli lalu dirinya diajak ayahnya mengunjungi seorang pria yang tinggal di Banjarnegara.
Ternyata mereka berdua bertemu dengan dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang. Bukan untung, malah buntung, korban tidak mendapatkan uang dan malah menjadi korban pembunuhan berantai Mbah Slamet.
Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Mayat-mayat korban yang sudah dikubur pelaku juga sudah berhasil ditemukan oleh aparat kepolisian.
2. Wowon Cs
Pembunuhan berantai atau serial killer kembali terungkap pada awal Januari 2023 lalu. Kali ini Wowon dan teman-temannya yaitu Solihin dan Dede dengan tega menghabisi 9 orang.
Bahkan, mereka tega membunuh mertua dan istri dari Wowon. Kejahatan itu terungkap ketika Wowon Cs mau meracun satu keluarga di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun, aksinya terlanjur tercium aparat kepolisian.
Polda Metro Jaya telah memastikan kasus keracunan di Kota Bekasi, Jawa Barat adalah pembunuhan berantai. Para pelaku diduga melakukan perbuatan ini untuk mendapat keuntungan materil.
Kasus pembunuhan berantai lainnya yang membuat geger publik pada tahun 2008 lalu adalah Ryan Jombang. Pria bernama asli Very Idham Henyansyah membunuh 11 orang dengan menggunakan benda tajam.
Ia telah menghabisi nyawa 11 orang dengan 10 di antaranya dilakukan di Jombang. Motif yang mendasari bukanlah ekonomi, melainkan cemburu karena korban menyukai kekasihnya.
Karena dikuasai amarah, Ryan memutilasi tubuh korban hingga 7 bagian dan membuangnya di sekitar Kebun Binatang Ragunan. Ia juga menggasak ATM korban untuk berfoya-foya. Saat ini, Rian masih mendekam di sel tahanan untuk menunggu waktu eksekusi.
Dalam aksi pembunuhan ke 10 korban, Rian menggunakan motif yang sama, yakni mengajak mereka bertemu di suatu tempat. Setelah terbujuk rayuannya, korban akan digiring ke rumah kemudian dihabisi dan dikubur di halaman belakang.
Tak hanya membantai, Ryan juga merampas barang-barang milik korban. Saat ini Ryan Jombang sedang menunggu eksekusi selama 14 tahun sejak divonis mati PN Depok 2009.
4. Robot Gedek
Cerita pembunuhan sadis yang dilakukan Robot Gedek sempat membuat geger warga ibu kota pada 2007. Pria yang bernama asli Siwanto itu dengan tega membunuh 12 orang anak laki berusia 9 sampai 15 tahun.
Robot Gedek menculik korban kemudian melakukan pelecehan seksual. Setelah menuntaskan hasratnya, Siswanto membunuh korban dengan cara disayat untuk diminum darahnya lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Beberapa di antaranya disimpan sebagai kenang-kenangan.
Atas kejahatannya, Siswanto dijatuhi hukuman mati. Namun, ia justru meninggal akibat serangan jantung pada 26 Maret 2007.
5. Baekuni
Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Bekasi, Pelaku Ngaku Karena Sakit Hati
Pelaku pembunuhan sadis yang keempat adalah Baekuni. Aksinya terendus pada 2010 silam saat anak jalanan ditemukan tewas di Cakung, Jakarta Timur.
Baekuni yang dikenal dengan sebutan Babe merupakan gelandangan yang telah membunuh 7 pengamen jalanan di bawah umur. Rata-rata korbannya berusia sekitar 9 hingga 12 tahun.
Dari pengakuannya, pembunuh berantai asal Magelang ini memiliki pengalaman disodomi secara paksa oleh seorang preman. Hal itulah yang mendorong Baekuni melakukan hal sama pada korban.
Keinginan tersebut kian menjadi semenjak Baekuni. Ketika ingin memuaskan hasrat, Baekuni akan memilih satu dari anak jalanan yang dipeliharanya.
Apabila anak tersebut menolak, Baekuni tak segan mengikatnya dengan rafia. Korban akan disetubuhi setelah tak bernyawa kemudian dimutilasi menggunakan golok untuk menghilangkan jejak. Atas aksi yang dilakukannya sejak tahun 1998 hingga 2007, Baekuni dijatuhi hukuman mati.
6. Dukun Usep
Baca Juga: Fakta Pembunuhan Sadis, Dini Nurdiani Dihabisi Istri Selingkuhannya
Dukun Usep merupakan pembunuh berantai dengan modus penggandaan uang. Ia telah membunuh 9 orang dalam rentang waktu singkat, yakni antara Mei hingga Juli 2007.
Saat menjalankan aksinya, korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta. Dukun Usep kemudian meminta korban untuk menggali lubang sedalam dua meter dan menghabiskan minuman berwarna hitam yang ternyata beracun.
Atas kejahatannya tersebut, Dukun Usep harus menerima hukuman mati di tangan regu tembak pada Juli 2008.
7. Rio Martil
Baca Juga: Kapolri: KPK Bisa Lemah Jika Karyoto dan Endar Ditarik Bersamaan
Rio Alex Bullo merupakan seorang pembunuh berantai di Indonesia yang dikenal dengan nama Rio Martil. Julukan itu diberikan karena Rio menghabisi menghabisi nyawa korban dengan cara memukul kepala menggunakan martil.
Modus dari kejahatan Rio adalah menawarkan bisnis kepada pemilik rental mobil untuk mengambil alih kendaraan korban. Ketika korban lengah, Rio akan memukul bagian kepala belakangnya hingga tewas.
Dari tahun 1997 sampai 2001, Rio telah membunuh 5 orang. Salah satu korbannya adalah rekan sesama tahanan sekaligus guru ngajinya selama di penjara bernama Irwan Zulkarnaen.
Namun, berbeda dengan keempat korban lainnya, ia membunuh Irwan tanpa menggunakan martil alias tangan kosong. Akibat kejahatannya, Rio telah dieksekusi oleh regu tembak pada 8 Agustus 2008.
8. Dukun AS
Baca Juga: Viral Soal Ida Dayak, PABOI Dorong Monitoring dan Evaluasi Pengobatan Alternatif
Pelaku pembunuhan berantai lainnya adalah Ahmad Suradji yang merupakan seorang dukun asal Medan, Sumatra Utara. Dia telah membunuh 42 perempuan sejak tahun 1986 hingga 1997.
Para korban Suradji datang untuk meminta bantuan, seperti menambah keberuntungan maupun mempercantik diri. Namun, Ahmad Suraji justru memanfaatkan profesinya untuk membunuh korbannya.
Tujuannya demi menyempurnakan ilmu hitam. Korban dikubur hidup-hidup setengah pinggang dalam keadaan tanpa busana kemudian dicekik hingga mati dan dihisap air liurnya. Mayat korban dikubur di ladang tebu miliknya.
Korban terakhir, Sri Kemala Dewi menjadi petunjuk penting untuk membongkar pembunuhan berantai yang dilakukan Suraji. Atas kejahatannya, Suraji dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi oleh regu tembak pada 27 April 1998.