← Beranda
Investigasi KNKT, Lidah Kanan Wesel 1 Stasiun Tanggulangin Tidak Terkunci Sebabkan Kecelakaan KA 75A Pandalungan
Ferlynda Putri SofyandariMinggu, 18 Februari 2024 | 02.27 WIB
KELUAR REL: Penumpang KA Pandalungan dievakuasi setelah anjloknya lokomotif dan dau gerbong di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, kemarin (14/1).

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis hasil investigasi kecelakaan kereta api di Jogjakarta, Bandung, dan Sidoarjo. Hasil investigasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Investigator IK Perkeretaapian KNKT Hertriadi Ismawan menyatakan, dalam kasus kereta api (KA) Pandalungan di Sidoarjo, ada beberapa fakta temuan yang didapat dari hasil investigasi di lapangan.

”Saat dilewati KA 75A Pandalungan, lidah kanan wesel 1 Stasiun Tanggulangin dalam keadaan tidak terkunci karena patahnya lockbox pada wesel 1 sebelah kanan Stasiun Tanggulangin,” ujarnya kemarin (16/2). Hal itu yang juga mengakibatkan handel sinyal masuk tidak dapat ditarik untuk memberikan indikasi ”Aman”.

Belajar dari kejadian itu, KNKT menerbitkan rekomendasi untuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Yakni agar memastikan pedoman pemeriksaan dan perawatan wesel mekanik.

Sementara pada kejadian KA Argo Semeru, anjloknya gerbong disebabkan rel yang memuai. Cuaca yang panas di bulan Oktober, yakni di momen kejadian, memang panas karena El Nino. Ada laporan bahwa rel bergelombang. Terkait kecelakaan adu banteng KA di Bandung, KNKT menyebut adanya uncommanded signal yang menyebabkan kereta Turangga dari Stasiun Cicalengka melaju menuju Stasiun Haurpugur. (lyn/c17/bay)

EDITOR: Ilham Safutra