← Beranda

Palsukan Tanda Tangan Jusuf Kalla, Anggota DMI Dipecat

Banu AdikaraJumat, 1 April 2022 | 23.36 WIB
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid tidak boleh digunakan untuk politik praktis.
JawaPos.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengambil tindakan tegas memecat Ketua Departemen Ekonomi DMI Arief Rosyid. Pemecatan Arief Rosyid disebabkan lantaran ia memasulkan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI, Imam Addaruqutni.

“Pak Ketum yang memutuskan dalam rapat,” kata Sekjen DMI, Imam Addaruqutni kepada wartawan, Jumat (1/4).

Posisi Arief Rosyid sendiri sudah digantikan oleh mantan Direktur BRI, Asmawi Sam. Dia menegaskan, segala tindakan yang dilakukan oleh Arif Rosyid tidak boleh menggunakan maupun membawa nama PP DMI lagi.

“(Arief Rosyid, Red) Telah melanggar peraturan organisasi DMI dengan memalsukan tandatangan Ketua Umum dan Sekjen PP DMI serta stempel DMI dengan mengirim surat ke Wakil Presiden RI tanpa ijin dari Ketua Umum dan Sekjen PP DMI," ujar Imam.

Imam juga menambahkan, DMI sendiri memastikan tidak ikut serta dalam kegiatan Festival Ramadan sebagaimana yang dimaksudkan dalam surat dengan tanda tangan yang dipalsukan oleh Arief Rosyid.

Diketahui, Arief Rosyid yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) memasulkan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadan kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada Wapres untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatannya, berupa Pameran UMKM, Kuliner Halal, Buka Puasa Bersama dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh Ramadan.

Dalam surat yang berisi tanda tangan palsu Ketum dan Sekjen DMI tersebut, rencananya akan digelar Festival Ramadan yang dilaksanakan pada, Senin, 4 April 2022. Kegiatan itu akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
EDITOR: Banu Adikara