← Beranda

Cerita Pilih Gibran sebagai Cawapres, Prabowo: Sempat Dihina Anak Ingusan

Sabik Aji TaufanKamis, 28 Desember 2023 | 14.02 WIB
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua cawapres Pemilu 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/12).
 
JawaPos.com - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menceritakan bagaimana dirinya memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya. Pilihan ini penuh risiko dan pertimbangan. 
 
Prabowo menyatakan, ketika hati nuraninya memutuskan untuk memilih Gibran, putra sulung Presiden RI ketujuh Joko Widodo (Jokowi) ini tengah dilanda cibiran dan dipandang sebelah mata oleh sebagian pihak. Kemampuan Gibran pun banyak dipertanyakan.
 
“Mas Gibran yang dibilang anak ingusan, nggak ada apa-apanya, hanya karena anaknya Jokowi, dihina diejek. Ternyata, tampil (debat) dengan menurut saya, kalau saya Guru yang harus kasih nilai, saya kasih nilai 9,9,” ujar Prabowo, Kamis (28/12).
 
Baca Juga: Profil Indra Charismiadji: Jubir Timnas AMIN dan Caleg NasDem yang Ditahan Kejari Jakarta Timur Soal Pajak
 
Di mata Prabowo, Gibran layak mendapatkan nilai baik karena mampu menggemparkan dan menghapus anggapan yang menyepelekan dirinya. Gibran dianggap berhasil menguasai panggung debat meskipun berhadapan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Mahfud MD. 
 
“Itu wakil yang saya pilih dengan penuh risiko,” kata Prabowo
 
Menurutnya, Gibran merupakan sosok anak muda yang mampu mendampinginya dan mengerti persoalan negara. Ia pun menambahkan bahwa hanya ia dan Gibran yang konsisten berbicara terkait dengan pentingnya kebijakan produksi bahan mentah SDA di dalam negeri sebelum dijual ke luar negeri atau hilirisasi industri.
 
Prabowo mengatakan, salah satu pertimbangan memilih Gibran adalah ia yakin lebih baik memilih anak muda yang kurang berpengalaman di politik, namun bisa dibina ketimbang memilih orang yang berpengalaman di politik namun kerap melakukan tindak pidana korupsi.
 
“Gibran anak muda katanya kurang berpengalam tapi waktu itu, saya berpikir kalau pilih orang yang berpengalaman baik, kalau yang pengalamannya korupsi bagaimana?” kata Prabowo.
 
“Mendingan kita pilih anak muda yang masih bisa kita bina, apalagi orang tuanya [Presiden Jokowi] seorang pejuang merah putih, apa salahnya?," pungkasnya.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah