← Beranda

Kemenag Kekurangan Lima Juta Eksemplar Alquran Tiap Tahun

Latu Ratri MubyarsahSabtu, 13 November 2021 | 01.42 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi (kiri) dalam Milad ke-5 Unit Percetakan Alquran (UPQ) di Ciawi, Bogor. Humas Kemenag
JawaPos.com–Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. Namun sayangnya sampai saat ini, masih terjadi kekurangan mushaf Alquran.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, setiap tahun kebutuhan mushaf Alquran di Indonesia mencapai enam juta eksemplar. Keterangan tersebut disampaikan dalam peringatan Milad ke-5 Unit Percetakan Alquran (UPQ) Kemenag di Ciawi, Bogor pada Kamis (11/11) malam.

Dia menyampaikan, berdasar data Kemenag, total kebutuhan Alquran setiap tahun lebih dari enam juta eksemplar Alquran. Sementara itu, UPQ Kemenag dalam kurun 2016 sampai 2020 baru bisa mencetak 1,7 juta eksemplar Alquran.

Itu artinya rata-rata setiap tahun hanya mencetak sekitar 300 ribu eksemplar mushaf Alquran. Kapasitas produksi di UPQ Kemenag tersebut masih jauh dibandingkan kebutuhan secara nasional setiap tahun.

’’Tantangan UPQ Kemenag ke depannya adalah memenuhi total kebutuhan Alquran setiap tahuan. Apalagi kebutuhannya setiap tahun terus bertambah,’’ kata Zainut Tauhid Sa’adi.

Zainut berharap dengan adanya revitalisasi UPQ Kemenag, kapasitas produksi bisa ditambah. Yaitu mencapai 10 juta eksemplar setiap tahun.

Selain itu, Zainut juga menyampaikan upaya menjadikan UPQ sebagai destinasi wisata religi. Kemudian juga menjadi pusat penerbitan dan percetakan buku-buku keislaman yang moderat serta pusat edukasi ilmu-ilmu Alquran.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Zainut berharap tujuan mulia pemerintah melalui UPQ Kemenag dapat segera terwujud. ”Revitalisasi bukan sekadar keinginan untuk membangun Unit Percetakan Alquran berkelas dunia, akan tetapi sebuah prioritas demi memenuhi kebutuhan dasar umat Islam yang harus segera direalisasikan,” papar Zainut Tauhid Sa’adi.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah