← Beranda

Masuk Tahun Politik, Kemenag Perkuat Moderasi Beragama Hingga di Kampung

Hilmi SetiawanSelasa, 24 Oktober 2023 | 21.15 WIB
Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno (baju putih) menyerahkan hadiah kepada juara inovasi moderasi beragama
 
 
JawaPos.com-Kementerian Agama (Kemenag) ikut sibuk menyambut tahun politik Pemilu 2024. Kementerian yang dipimpin Yaqut Cholil Qoumas itu semakin gencar mengkampanyekan moderasi beragama. Menyasar sekolah-sekolah, kampung atau desa, hingga perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. 
 
Baca Juga: Mahfud MD Sebut: Hakim MK Terjaring Konflik Kepentingan, Tak Boleh Putus Perkara
 
Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan menyambut tahun politik 2024, moderasi agama perlu diperkuat. Sebab pada tahun politik seperti sekarang ini, masyarakat sangat rentan dengan gesekan-gesekan. "Hanya karena perbedaan pilihan politik," kata Nizar dalam keterangannya Selasa (24/10). 
 
Menurut Nizar, upaya moderasi beragama dilakukan di banyak tempat. Diantaranya lewat kegiatan Kampung Moderasi Beragama. Kemudian rumah moderasi beragama, sekolah moderasi beragama, serta perguruan tinggi moderasi beragama. Dia mengatakan kegiatan seperti itu bisa menjadi role model menjelang tahun politik saat ini. 
 
"Moderasi beragama di kampung dan tempat ibadah menjadi opsi untuk menciptakan keharmonisan umat beragama," jelasnya. Sebab di kampung moderasi beragama dipastikan kehidupan umat beragama harmonis dan damai. Termasuk ketika ada pesta demokrasi seperti Pemilu atau Pilpres 2024 nanti. 
 
Untuk diketahui, saat ini Kemenag menyiapkan kegiatan akbar terkait moderasi beragama yaitu Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika (KMBAA). Merujuk pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, kegiatan KMBAA bakal digelar di Bandung lada 11-13 Desember nanti. 
 
Salah satu persiapan KMBAA adalah roadshow dalam bentuk diskusi publik serta ekspose inovasi Moderasi Beragama bertema Membangun Harmoni Melalui Kampung Moderasi dan Rumah Ibadah Moderasi. Acara ini digelar di Surabaya pada Senin (23/10). 
 
Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno mengatakan, pelaksanaan ekspos inovasi moderasi beragama di Unair Surabaya itu, sejalan dengan lahirnya Pepres Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Dia menegaskan Program moderasi beragama (PMB) bukan semata pekerjaannya Kemenag. Tetapi menjadi kewajiban bersama semua kementerian dan lembaga. 
 
Program inovasi moderasi beragama itu, bertujuan agar praktik baik dari masyarakat dan lembaga pendidikan. "Kemudian bisa menjadi role model, bahwa apa yang dilakukan menjadi contoh dan bisa dikembangkan lalu didesiminasikan di tempat lain," tuturnya. 
 
Suyitno juga berharap, dengan rencana gelaran KMBAA di Bandung nanti, bisa mengimpor dan mengekspor praktek-praktek baik moderasi beragama dari negara-negara di benua Asia dan Afrika. Sehingga dapat berkontribusi memberikan solusi, dan pandangan tentang pentingnya hidup yang damai. "Meskipun kita semua berbeda latar belakang, suku bangsa, agama dan heterogenitas," kata dia. 
 
Pada Kegiatan diskusi itu, diberikan hadiah kepada para pemenang lomba inovasi moderasi beragama. Kategori kampung moderasi, juara 1 diraih Desa Rama Agung, Bengkulu. Kemudian juara 2 diraih Dusun Plumbon, Banguntapan, Jogjakarta. Berikutnya juara 3 diraih Desa Budakeling, Karangasem, Bali. Kategori rumah ibadah moderasi beragama, Juara 1 Vihara Tanah Putih semarang, Jawa tengah, Juara 2 Masjid At-Taqwa, dan Pura Kalingga, Pekalongan, Jawa Tengah, dan Juara 3 Pura Karanggede, Bantul, Jogjakarta. Hilmi Setiawan (wan/JPK) 
EDITOR: Dinarsa Kurniawan