JawaPos.com – Menjadi salah satu orang pertama yang menyuarakan tentang dampak TikTok Shop jauh sebelum resmi ditutup, Ferry Irwandi diundang ke podcast Deddy Corbuzier.
Melalui podcast yang berdurasi hampir satu jam tersebut, Ferry Irwandi membahas perihal pro-kontra social media e-commerce.
Selain itu, Ferry Irwandi juga menyebut permasalahan yang tak kalah mendesak yaitu tentang judi online.
Menurut Ferry, salah satu penyebab masalah ekonomi dan penurunan daya beli di Indonesia adalah judi online yang saat ini tengah marak terjadi.
Permasalahan ini sangat serius menurutnya karena berdasarkan data, kerugian yang dialami negara meroket dari Rp 2 triliun menjadi Rp 200 triliun hanya dalam jangka 3-4 tahun yang disebabkan oleh judi online.
“Ini bicara soal ekonomi aja kerugiannya sampai segitu. Kita belum bicara soal potensi kriminalnya ya. Ngga lucu om, kita resesi karena judi” ungkap Ferry Irwandi.
Dia menjelaskan bahwa judi online akan merambat pada pinjaman online sehingga menjadi suatu lingkaran setan dan membuat seseorang yang terjebak di dalamnya menjadi susah untuk bisa keluar.
Ferry pun menjelaskan bagaimana lingkaran setan ini bisa terbentuk. Sesuai data yang dikumpulkannya setelah mewawancarai 238 orang yang terjerat judi online, Ferry mengaku masalah ini melibatkan latar belakang yang kompleks hingga menyebabkan seseorang terjebak di dalamnya.
Faktor utama dan paling besar disebabkan oleh pengaruh yang mereka terima dari para influencer.
Respondennya mengaku mulai mengenal judi online dan akhirnya mencoba hal tersebut setelah melihat konten dari influencer.
Kedua, kebiasaan yang mulai berubah yang dialami oleh para pecandu judi online. Mereka akan mengesampingkan kebutuhan sehari-harinya dan lebih mementingkan untuk depo situs.
Hal ini juga lah yang menyebabkan tidak terjadinya perputaran uang dalam rantai ekonomi masyarakat.
“Kebiasaan mulai berubah. Dulu ketika mereka megang duit Rp. 100 ribu dulu, mereka ke coffeshop, mereka ke warteg. Uang berputar, ekonomi berjalan, nah sekarang saat mereka pegang Rp.100ribu, ngga lagi ke coffeshop, ngga lagi ke warteg. ‘ah depo ini’ sehingga perputaran mati” jelasnya.
Baca Juga: Konten Ferry Irwandi Tentang Sosial Commerce dan Bahayanya bagi UMKM Dihapus TikTok, Tersindir?
Selanjutnya Ferry juga menjelaskan bahwa seseorang yang telah terjebak berarti secara psikis pun susah untuk keluar.
“Manusia sangat sulit mengakui kesalahan dalam dirinya. Atau ketidakmampuan dirinya, atau kebodohan dirinya. Manusia sangat sulit mengakui kekalahan” jelas Ferry, yang kemudian disimpulkan oleh Deddy menjadi alasan repetitif seseorang terus bermain judi online.
Selain itu, pada dasarnya judi online juga menargetkan masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah. Karena menjanjikan keuntungan instan.
Mendengar ini, Deddy Corbuzier menyanggah tentang bagaimana seseorang bisa terus setor depo padahal mereka berada di ekonomi yang pas-pasan.
“Harusnya kan mereka orang menengah kebawah ada jauh lebih banyak concern untuk judi online di banding gua dong, karena ada kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi” tanya-nya.
Ferry Irwandi lalu menjelaskan, para penjudi tidak akan berhenti hanya dengan mengesampingkan kebutuhan pribadinya, mereka justru mulai menggunakan pinjaman online.
“Ada satu combo lagi nih, pinjol. Ya ini kan lingkaran setan om. Tiap hari lo pasti denger entah itu bunuh diri atau membunuh orang”
Deddy pun dibuat meringis atas fakta tersebut. Nyatanya, banyak orang kemudian menjual harta benda mereka seperti mobil atau rumah. Namun hal ini tidak menghentikan mereka untuk terus bermain karena merasa sudah terlanjur.
Kemudian, Ferry Irwandi menyampaikan harapannya agar pemerintah benar-benar bertindak tegas atas masalah judi online ini.
***