JawaPos.com - Siswi SD Menganti, Gresik, Jawa Timur, SAH atau korban pencolokan tusuk bakso hingga mata buta kini mendapat perawatan khusus.
Saat ini, SAH harus menjalani pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (19/9).
Bocah berusia delapan tahun itu, akan mendapatkan penanganan psikologis oleh tim dokter didampingi kedua orang tuanya serta penyidik Unit PPA Polres Gresik.
Ayah korban, Samsul Arif mengatakan, kedatangan mereka ke RS Bhayangkara Polda Jatim atas panggilan Polres Gresik dalam rangka pemeriksaan psikologis SAH oleh tim dokter RS Bhayangkara.
"Pemeriksaan psikologis ini dilakukan supaya mental anak saya pulih seperti sedia kala. Kemungkinan trauma ada, dia jadi sulit untuk sekolah, kalau malam sulit tidur," ujarnya, Selasa (19/9) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Ia berharap, anaknya bisa sembuh kembali, baik itu dari segi fisik maupun mental.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menjelaskan, Polda Jatim memberikan asistensi dan bantuan teknis terkait penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Gresik dalam kasus pencolokan mata siswi SD tersebut.
Baca Juga: Ciri-Ciri Pelaku Pencolokan Bocah SAH di Gresik: Bibir Atas Sedikit Menjorok, Rambut Agak Panjang
"Polda Jatim memberikan bantuan pemeriksaan terkait dengan psikologis anak. Penyidik Polres Gresik juga melakukan koordinasi dengan kami untuk melakukan analisa DVR di laboratorium forensik. Jadi ada dua hal itu," tegas Dirmanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, diberitakan jika SAH, 8, siswa SD di Menganti harus mengalami kebutaan akibat dicolok menggunakan tusukan bakso diduga oleh kakak kelasnya.
Siswi kelas 2 SD di Menganti, Gresik ini menjadi korban kekerasan saat kegiatan lomba perayaan kemerdekaan Indonesia di sekolahnya.
Karena sedang ada lomba, seluruh siswa berada di luar kelas.
“Di situ berbaur semua,” kata Samsul Arif, orang tua SAH.
Namun tiba-tiba SAH ditarik oleh siswa lain yang diduga kakak kelasnya ke sebuah lorong. Lokasinya di antara ruang guru dan pagar sekolah. Tidak banyak orang di lokasi itu. Di lorong tersebut, korban dimintai uang jajan secara paksa.
Karena menolak, SAH kemudian menjadi sasaran kekerasan pelaku, dengan mencolok mata gadis kecil tersebut hingga berdarah. Setelah itu, mata kanannya dinyatakan buta oleh doktet akibat insiden tersebut.
***