JawaPos.com - Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang seharusnya bisa dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali. Namun sayangnya, kenyataan sering kali tidak seideal itu. Masalah finansial hingga sulitnya akses ke sekolah sering kali menjadi penghalang besar.
Kondisi ini diperparah saat terjadi perubahan besar seperti revolusi pemerintahan. Ketika kekuasaan berpindah dengan cepat, dampaknya terasa hingga ke sistem pendidikan di pelosok negeri.
Pada tahun 90-an, di sebuah desa terpencil di Tiongkok, hanya ada sedikit sekolah yang tersisa. Keadaan semakin sulit ketika satu-satunya guru yang tersisa harus mengambil cuti selama sebulan penuh.
Wei Minzhi segera diangkat menjadi guru pengganti temporer untuk mengisi posisi Guru Gao. Walaupun begitu, Minzhi sendiri baru berumur 13 tahun.
Selain ditugaskan untuk mengajar anak-anak desa, Minzhi juga ditugaskan untuk mengawasi mereka semua sehingga jumlah para murid tidak berkurang satu orang pun.
Ternyata tugas itu tidak semudah yang kita dan Minzhi kira. Awalnya Minzhi hanya perlu memastikan semuanya datang ke sekolah untuk absen dan mengikuti pelajaran selama beberapa menit.
Namun, karena sumber daya yang juga sangat terbatas, Minzhi tidak tahu harus mengajarkan apa kepada anak-anak disana.
Kelasnya berisikan anak-anak dari berbagai umur. Ada yang yang hanya berbeda satu tahun darinya, dan ada yang masih mengisap jempol. Karena itu tidak semuanya mau mendengarkan Minzhi.
Selain itu, ada banyak sekali keluarga miskin yang harus membuat anak-anak mereka ikut bekerja demi pendapatan lebih. Akibatnya, Minzhi harus menjemput mereka satu per satu baru memulai kelasnya.
Salah satu muridnya yang paling bandel juga berasal dari keluarga miskin. Zhang Huike hanya tinggal berdua dengan ibunya yang sakit-sakitan.
Karena penyakit tersebut, ibunya tidak dapat pergi bekerja dan memberi makan anaknya. Melihat hal itu, Huike memutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari uang demi obat ibunya.
Minzhi yang menyadari kepergian Huike, segera pergi ke kota untuk menjemput Huike. Namun, ia tidak tahu dimana Huike pergi tepatnya. Sehingga Minzhi menjadi tersesat di kota sendirian.
Film 'Not One Less' ini ditayangkan pada tahun 1999 dengan judul asli 'Yi Ge Dou Bu Neng Shao'.
Dari film ini kita dapat melihat bagaimana kondisi sosial-ekonomi dapat mempengaruhi keputusan seseorang, bahkan pada saat ia masih sangat muda. Beberapa di antaranya pun harus melupakan kebutuhan diri mereka sendiri demi orang lain.
Sisi unik dari film ini adalah Zhang Yimou, sang sutradara, hanya merekrut aktor-aktor amatir bahkan menggunakan nama asli mereka sebagai nama karakter dan merekrut para penduduk asli setempat untuk berperan dalam film ini.
Hal itu membuat para aktor dapat lebih luwes seakan-akan mereka memerankan diri mereka dalam film.
Film ini memenangkan banyak sekali penghargaan. Seperti 4 penghargaan pada Venice Film Festival: Golden Lion, Laterna Magica Prize, Sergio Trasatti Award hingga UNICEF Award.
Film ini juga mendapatkan skor 7.7/10 di IMDb dan 96% Tomatometer di Rotten Tomatoes.