← Beranda

Mengingat Kembali 5 Pesan Moral Mendalam dari Anime '5 Centimeters Per Second' yang Bikin Air Mata Meleleh

Banu AdikaraSabtu, 10 Januari 2026 | 21.07 WIB
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

JawaPos.com - Sulit untuk menyangkal bahwa 5 Centimeters Per Second adalah salah satu anime movie terbaik sepanjang masa. Dirilis pada 2007 lalu, film karya sutradara Makoto Shinkai ini seakan tak pernah lekang oleh waktu dan masih terus dibicarakan oleh para penggemar animasi Jepang hingga detik ini berkat ceritanya yang sangat emosional dalam balutan gaya visual yang memanjakan mata.

Popularitas 5 Centimeters Per Second bahkan membuat anime movie ini kembali ditayangkan di layar lebar. Di Indonesia, 5 Centimeters Per Second akan ditayangkan pada 16 Januari pekan depan.

Penayangan ini seolah ingin me-refresh ingatan para penggemar sebelum menyambut film live action-nya yang rencana tayang pada Oktober 2026 mendatang.

5 Centimeters per Second sendiri merupakan film ber-genre drama romantis yang dibagi dalam tiga babak. Film ini berputar di sekitar tiga tokoh utama: Takaki Tono, Akari Shinohara dan Kanae Sumida.

Takaki dan Akari adalah dua sahabat sejak kecil yang sangat dekat dan menyimpan rasa satu sama lain. Namun, suratan takdir akhirnya memisahkan keduanya ketika Akari harus pindah dari Tokyo ke Tochigi karena pekerjaan orang tuanya.

Walau tetap berkomunikasi dengan menjalin hubungan jarak jauh, tetapi semakin lama semakin sulit bagi mereka untuk mempertahankan hubungan itu. Apalagi, Takaki juga harus meninggalkan Tokyo untuk melanjutkan sekolahnya di Kagoshima.

Sementara itu, Kanae adalah teman sekelas Takaki di masa SMA yang memiliki perasaan kepada Takaki. Sayang, rasa cinta Takaki pada Akari yang tak tersampaikan membuat Kanae tidak lebih dari seorang teman dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Pedih, namun indah. Kurang lebih itu yang bisa digambarkan dari keseluruhan film yang berkisah tentang cinta, kehilangan, dan penerimaan nasib tersebut.

Dari 5 Centimeters Per Second, Makoto Shinkai seolah ingin menyampaikan kepada para penontonnya banyak hal dalam kehidupan. 

Berikut 5 poin pesan moral mendalam dari film 5 Centimeters per Second:

Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

1. Jangan ragu mengungkapkan perasaan

Tidak ragu dalam mengungkapkan perasaan adalah salah satu pelajaran berharga yang digarisbawahi banyak orang dari film ini.

Gara-gara tidak berani mengutarakan isi hati, Takaki dan Akari yang sebetulnya sudah menyimpan rasa satu sama lain pada akhirnya harus menempuh jalan mereka masing-masing karena sama-sama tidak menyampaikan risalah hati lewat surat yang sudah mereka tulis. Walau secara action keduanya sudah berciuman di bawah pohon di tengah turunnya salju, kondisi secara realistis mungkin akan berbeda jika perasaan itu tetap tersampaikan.

Di sisi lain, Kanae juga gagal menjadi pengganti Akari di hati Takaki karena ia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Kanae pun akhirnya menyesali keputusan itu.

Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

2. Cinta tidak harus memiliki

Cinta tidak berarti harus bersama, tidak harus memiliki. Takaki dan Akari memang tidak bisa bersama hingga akhir, tetapi cinta mereka tetap terpelihara dalam hati. 

Hal yang setali tiga uang juga terjadi pada hati Kanae. Meski memahami betul bahwa ia tidak ada di dalam lubuk hati Takaki, namun Kanae dengan legawa bisa memahami hal tersebut dan memilih untuk tetap mencintai Takaki dari kejauhan tanpa perlu mengungkapkannya.

Kondisi yang dialami Takaki, Akari dan Kanae, mengajarkan kita bahwa cinta dapat menjadi sesuatu yang tulus dan tidak egois. Manusia dapat mencintai seseorang tanpa harus memiliki mereka. Merelakan mereka berbahagia dengan pilihan sendiri juga merupakan bentuk dari cinta yang murni.

Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

3. Waktu tidak akan berhenti untuk menunggu kamu berbahagia

5 Centimeters per Second dengan gamblang menyajikan sebuah realita yang sangat pahit, kejam, namun harus bisa diterima: Waktu tidak bisa diputar kembali. Waktu tidak akan berhenti sejenak untuk menunggu kamu berbahagia. Sepahit apapun hidup gara-gara mengambil keputusan yang salah, kita harus menerima konsekuensinya dan terus bergerak maju.

Takaki dan Akari tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang telah terjadi dengan menyatakan perasaan masing-masing. Mereka harus menerima kenyataan dan melanjutkan hidup mereka. Penyesalan Kanae yang akhirnya gagal mengutarakan cintanya pada Takaki juga merupakan hal yang tidak bisa diulang.

Ini mengajarkan kita untuk menghargai waktu yang kita miliki dan tidak menunda-nunda apa yang ingin kita lakukan, termasuk menyatakan perasaan.

Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

4. Hidupmu harus terus berlanjut

5 Centimeters per Second mengingatkan kita pada hal esensial bahwa hidup harus terus berlanjut. Sesedih apapun, sepahit apapun, sehina apapun.

Takaki masih memiliki harapan dan impian, dan dia terus melangkah maju meskipun masih terus memikirkan Akari hingga penghujung film. Ia tidak larut dalam kesedihan dan keputusasaan meskipun keputusannya tidak mengutarakan rasa pada Akari adalah sebuah kesalahan.

Apa yang terjadi pada ketiga lakon film ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dan terus melangkah maju, karena masih ada banyak hal yang masih bisa kita lakukan terlepas dari kesalahan kita di masa lalu.

Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)
Adegan dalam film 5 Centimeters per Second. (coMIX Wave Inc)

5. Kenangan indah adalah bagian kehidupan. Terimalah, resapilah

Terakhir, 5 Centimeters per Second mengajarkan kita bahwa kenangan indah yang pernah kita alami akan tetap ada di hati kita selamanya. Sekuat dan sehormat apapun kita berusaha mengabaikannya, hal itu tidak akan pernah benar-benar hilang.

Takaki masih mengingat kenangan indahnya dengan Akari, bahkan setelah bertahun-tahun keduanya terpisah oleh jarak dan waktu. Ini menunjukkan bahwa kenangan indah dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi kita, bahkan di tengah kesulitan dan kesedihan.

 

EDITOR: Banu Adikara