← Beranda

Kenapa JKT48 Dibagi Jadi Tim Love, Dream, dan Passion? Ini yang Bisa Dibaca dari Susunan Membernya

Dhimas GinanjarRabu, 24 Desember 2025 | 18.25 WIB
Momen foto bersama kue ulang tahun di THE FIRST SNOW – JKT48 14th Anniversary Concert & Gracia Graduation Ceremony yang digelar Sabtu (20/12) di ICE BSD. (JKT48 untuk JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kembalinya sistem tim di JKT48 menjadi salah satu pengumuman penting yang disampaikan dalam konser THE FIRST SNOW – JKT48 14th Anniversary Concert & Gracia Graduation Ceremony, Sabtu (20/12).

Di tengah perayaan ulang tahun ke-14 JKT48 dan momen kelulusan Kapten Shania Gracia, manajemen mengumumkan bahwa format tim akan kembali diterapkan mulai 2026, menandai babak baru perjalanan grup idol tersebut.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Melody Nurramdhani Laksani bersama Shani Indira Natio. Menurut Melody, keputusan ini diambil karena jumlah member saat ini dinilai sudah cukup ideal untuk dibagi ke dalam tim, sekaligus membuka ruang agar proses dan kerja keras setiap member bisa lebih terlihat oleh publik.

“Dengan adanya sistem tim, setiap member bisa lebih terlihat usaha dan kerja kerasnya, bagaimana mereka fight for their dream, passion, dan love untuk menjadi idol di JKT48,” ujar Melody.

Dalam pengumuman tersebut, JKT48 memperkenalkan tiga tim dengan identitas yang berbeda, yakni Team Love, Team Dream, dan Team Passion. Berikut susunan member masing-masing tim JKT48:

Team Love: Alya Amanda, Anindya Ramadhani, Aurelia, Aurhel Alana, Cathleen Nixie, Celline Thefani, Cynthia Yaputera, Fiony Alveria, Fritzy Rosmerian, Gracie Octaviani, Hillary Abigail, Indah Cahya, Jazzlyn Trisha, Michelle Alexandra, Nayla Suji

Team Dream: Adeline Wijaya, Amanda Sukma, Chelsea Davina, Febriola Sinambela, Freya Jayawardana, Gabriella Abigail, Gendis Mayrannisa, Gita Sekar, Greesella Adhalia, Helisma Putri, Jesslyn Elly, Marsha Lenathea, Nina Tutachia, Oline Manuel, Shabilqis Naila

Team Passion: Abigail Rachel, Angelina Christy, Catherina Vallencia, Cornelia Vanisa, Dena Natalia, Desy Natalia, Feni Fitriyanti, Jessica Chandra, Kathrina Irene, Lulu Salsabila, Michelle Levia, Mutiara Azzahra, Raisha Syifa, Ribka Budiman, Victoria Kimberly

Manajemen menegaskan bahwa pembagian ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari kerangka besar menuju era baru JKT48.

Berbeda dari era sebelumnya yang menggunakan nama tim berdasarkan abjad J. KIII, dan T, kali ini manajemen memilih pendekatan baru melalui penamaan Love, Dream, dan Passion. Melody menjelaskan bahwa nama-nama tersebut dipilih untuk menghadirkan nilai yang lebih universal dan relevan.

“Kami ingin nama tim ini menyiratkan hal-hal baik dan positif, lebih dari sekadar identitas,” kata Melody.

“Agar member selalu ingat tujuan awal mereka berada di JKT48. Ada yang ingin menebarkan positive vibes, ada yang ingin meraih impian, dan ada yang mencurahkan passion-nya di atas panggung,” imbuhnya.

Dengan filosofi ini, tim tidak dimaksudkan sebagai label kekuatan atau hierarki, melainkan sebagai ruang karakter dan ekspresi yang berbeda.

Membaca Komposisi Tim

Jika dilihat dari susunannya, masing-masing tim memperlihatkan pola campuran antara member dengan pengalaman panjang dan member yang masih berada di fase pertumbuhan. Team Love, misalnya, mempertemukan nama-nama yang sudah cukup dikenal publik seperti Fiony, Fritzy, dan Gracie dengan member dari generasi relatif lebih muda seperti Cathleen Nixie hingga Celline Thefani. Perpaduan ini memberi ruang bagi proses belajar yang berjalan berdampingan dengan stabilitas performa.

 

Di Team Dream, kombinasi serupa juga terlihat. Freya Jayawardana dan Marsha Lenathea yang belakangan mendapat sorotan besar, berada satu tim dengan member yang terus membangun jam terbang seperti Gendis Mayrannisa hingga Jesslyn Elly. Dream di sini dapat dibaca sebagai fase perjalanan: mimpi yang sedang dikejar bersama, bukan tujuan yang sudah selesai.

 

Sementara itu, Team Passion memadukan energi panggung dari member berpengalaman seperti Feni dan Christy dengan generasi yang lebih muda seperti Raisha Syifa hingga Victoria Kimberly. Passion, dalam konteks ini, bukan soal agresivitas, melainkan tentang kecintaan terhadap panggung yang terus dijaga dan diwariskan melalui kerja kolektif.

Menanggapi spekulasi fans yang membandingkan tim baru dengan formasi lama, Melody memilih pendekatan waktu.

“Semoga seiring berjalannya sistem tim yang baru ini nanti dapat terlihat warnanya masing-masing,” ujarnya.

Manajemen juga belum mengunci detail teknis seperti kapten tim, setlist khusus per tim, atau format pertunjukan jangka panjang. Fokus awal masih diarahkan pada penguatan setlist orisinal Pertaruhan Cinta, yang akan menjadi fondasi artistik sebelum pengembangan lebih lanjut.

Menuju Era JKT48 2026

Sejalan dengan kembalinya sistem tim, JKT48 juga memperkenalkan tagline baru untuk 2026: “JKT48 Fight!”. Dalam lanskap industri hiburan yang semakin kompetitif, Melody menyebut semangat “fight” sebagai dorongan untuk terus menghasilkan karya yang relevan dan berdampak.

Dengan format tim yang kembali aktif, JKT48 tidak sedang menoleh ke belakang, melainkan menyusun ulang fondasi untuk melangkah ke depan. Love, Dream, dan Passion kini menjadi kerangka nilai yang akan diuji bukan lewat label, melainkan lewat proses, konsistensi panggung, dan respons penggemar dalam perjalanan JKT48 menuju era barunya.

 

EDITOR: Dhimas Ginanjar