← Beranda

Sinopsis The Good Doctor, Original KDrama dan Semua Adaptasinya: Anak dengan Autisme Juga Bisa Jadi Dokter Bedah

Alberta Dionny NatanuelMinggu, 5 Oktober 2025 | 07.22 WIB
Poster seri drama The Good Doctor versi Amerika Serikat (atas kiri), Jepang (kiri bawah) dan Korea (kanan) (Dok. Prime Video dan Asianwiki)

JawaPos.com - Dunia medis diisi oleh orang-orang terpintar dan tercerdas di dunia. Semua orang dapat belajar tentang obat, tapi untuk menjadi dokter spesialis, seseorang harus melalui banyak rintangan. 

Selain itu, dunia medis juga tidak terlewat dari sifat diskriminasi terhadap banyak hal. Seperti jenis kelamin, ras, status, hingga kondisi mental seseorang. 

Karena itu, kita jarang bertemu dengan banyak macam dokter atau ahli medis dari berbagai latar belakang. Namun, diskriminasi tersebut tidak akan menghentikan seseorang untuk mencapai cita-cita mereka. 

Sama seperti yang dapat kita lihat di seri The Good Doctor. Seri drama medis yang berasal dari Korea Selatan ini sangat terkenal hingga mendapatkan adaptasi di Amerika Serikat dan Jepang, serta setiap adaptasinya memiliki sedikit perbedaan. 

Baca Juga: Sinopsis Film Before Sunrise, Ketika Dua Orang Asing Menjadi Cerita

Good Doctor - Korea (2013) 

Di versi original Korea Selatan, kita akan bertemu dengan Park Shion (Joo Won) yang memiliki disabilitas perkembangan, sehingga ia memiliki usia mental 10 tahun. 

Namun ia juga memiliki sindrom savant. Yang membantunya belajar dan mendalami ilmu kedokteran demi menjadi dokter bedah anak. 

Shion dibantu oleh Dr Choi Wooseok (Cheon Hojin), yang mengenalnya sejak kecil dan mengetahui latar belakangnya. Shion juga sering mengunjungi Dr Wooseok di kliniknya, disana Shion membaca hampir semua buku-buku medis milik Dr Wooseok. 

Begitu Shion dewasa, ia pindah ke Seoul untuk melaksanakan residensinya di Rumah Sakit Universitas Sungwon. Disana ia akan melanjutkan pelatihan dan pendidikannya untuk menjadi dokter bedah. 

Namun, ketika ia sampai di Stasiun Seoul, seorang anak mengalami luka yang sangat parah akibat kejatuhan atap kaca. 

Walaupun Shion sendiri belum pernah melakukan operasi sebelumnya, ia dapat melakukan pertolongan pertama untuk anak tersebut sebelum dibawa ke ruang operasi. Shion dapat melakukan hal ini melalui di buku-buku ia baca. 

Mengetahui kondisi mental Shion, para dewan rumah sakit menolak permintaan Dr. Wooseok untuk menerimanya sebagai residen. Sampai akhirnya video yang menunjukkan proses pertolongan pertama Shion menjadi tenar, dan rumah sakit didatangi oleh banyak reporter. 

Berkat publisitas itu, para rektor rumah sakit mau memberikan Shion periode enam bulan untuk membuktikan bahwa ia dapat menjadi dokter yang baik. 

Good Doctor - Amerika Serikat (2017-2024) 

Dalam adaptasi Amerika Serikat, kita akan bertemu dengan Shaun Murphy (Freddie Highmore) seorang dokter bedah residen di Rumah Sakit Santo Bonaventura San Jose. 

Nama seperti versi originalnya, Shaun mendapatkan bantuan dari Dr. Aaron Glassman (Richard Schiff). Ia dulunya pemimpin rumah sakit tersebut dan juga mentor Shaun, namun yang paling penting ia adalah teman terdekat Shaun. 

Shaun sempat hampir ditolak untuk menjadi residen di rumah sakit tersebut karena diskriminasi terhadap kondisi mentalnya. 

Namun, Shaun berhasil membuktikan keterampilan dan keahliannya saat ia berhasil menyelamatkan seorang anak yang terluka akibat tertimpa kaca. Ia juga menyadari bahwa anak tersebut mengalami komplikasi di jantungnya. 

Akhirnya Shaun diterima sebagai residen dan berlatih bersama dokter-dokter residen lainnya. 

Karena perbedaan negara dan budaya, kita akan melihat perbedaan yang cukup drastis dari seri original. Selain itu, karena produksi seri ini lebih panjang daripada seri original, kita dapat melihat bagaimana Shaun berkembang lebih jauh lagi. 

Baca Juga: Sinopsis Film Training Day (2001), Ketika Hukum Jadi Senjata dan Integritas Dipertaruhkan

Good Doctor - Jepang (2018)

Pada adaptasi oleh Jepang, kita akan bertemu dengan Minato Shindo (Kento Yamazaki) yang menderita autisme dan trauma dari ayahnya. 

Namun, dengan bantuan Dr. Akira Shiga (Akira Emoto), ia berhasil tumbuh menjadi orang dewasa yang baik. Dan sekarang ia harus magang sebagai dokter bedah anak residen. 

Ketika ia sampai di terminal kota tujuannya, seorang anak mengalami cedera berat akibat kejatuhan kaca. Minato dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan video yang menunjukkan aksinya menjadi beken. 

Sama seperti versi original dan Amerika, para dewan rumah sakit sempat menolak untuk menerima Minato sebagai residen karena takut akan citra rumah sakit mereka jatuh. Tapi mereka segera berubah pikiran dan memberikan Dr. Akira waktu enam bulan sebagai periode percobaan. 

Minato juga memiliki sindrom savant yang membuatnya memiliki ingatan yang sangat baik dan kepintaran spasial yang luar biasa. Tapi ia masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Para pasien anak-anak dengan mudah menyukai Minato, namun para orang tua menjadi khawatir karena mengetahui bahwa Minato memiliki autisme. 

Dr. Akira meminta tolong Dr. Natsumi Seto (Juri Ueno) untuk membimbing Minato, sekaligus melatih kemampuan komunikasinya dengan pasien dengan baik. Dr. Natsumi juga perlahan-lahan menjadi teman pertama, selain Dr. Akira, di rumah sakit. 

EDITOR: Candra Mega Sari