← Beranda
Sinopsis Film The Kid Who Would be King (2019): Seorang Bocah Menyelamatkan Bumi dari Sihir Jahat dengan Pedang Excalibur
Alberta Dionny NatanuelJumat, 15 Agustus 2025 | 23.22 WIB
Dua versi poster film The Kid Who Would be King (2019) (Dok.IMDb)

JawaPos.com - Masa muda kita adalah sebuah periode yang dipenuhi oleh keajaiban dari imajinasi dan kepolosan kita. Kedua hal itu perlahan memudar seiring kita tumbuh besar. Terutama ketika kita dihantam pubertas pada sekolah menengah. 

Walaupun imajinasi kita memudar, bukan berarti mereka hilang selamanya. Masih banyak legenda dan kisah-kisah hebat yang dapat memicu dunia khayalan kita. 

Seperti kisah Raja Arthur dan Meja Bundar dari Inggris. Kisah Arthur menjadi terkenal berkat Pedang Excalibur ajaib. 

Pedang Excalibur adalah sebuah pedang sakti yang tertancap di sebuah batu dan tidak bisa dicabut selain keturunan Raja Oothur dari Inggris. 

Dalam film 'The Kid Who Would be King' (2019) kita akan melihat kisah Raja Arthur setelah berhasil mencabut pedang sakti tersebut. 

Arthur berhasil menyatukan semua musuh-musuhnya dan menjadikan mereka sekutu. Dan ia juga yang pertama kali memimpin mereka dalam sebuah meja bundar, dimana mereka semua sejajar. 

Namun, musuh terbesar Arthur ternyata adalah saudari tirinya, Morgana. Saudarinya ini percaya bahwa ia adalah pewaris sejati Excalibur, dan setelah gagal merebut pedang, ia mempelajari sihir gelap. 

Arthur dan Merlin, kawan dekat dan seorang penyihir kerajaan, mengurung Morgana ke dalam perut bumi. Di sana Morgana bersumpah akan membalaskan dendamnya begitu Arthur tiada. 

Ratusan tahun berlalu, dan kita bertemu dengan Alex (Louis Ashbourne Serkis), seorang bocah dua belas tahun yang kesusahan untuk beradaptasi di semester baru sekolahnya. 

Ia dan sahabatnya, Bedders (Dean Chaumoo), sering menjadi target perundungan oleh kakak kelasnya: Lance (Tom Taylor) dan Kaye (Rhianna Dorris). Karena mereka sering berkelahi, Alex, Lance dan Kaye sering pula mendapatkan hukuman oleh pihak sekolah. 

Suatu hari setelah pulang sekolah, Lance dan Kaye mengejar Alex untuk menghajarnya. Mereka kejar-kejaran hingga Alex berhasil bersembunyi di area konstruksi dimana ia bertemu dengan sebuah pedang misterius yang tertancap di beton. 

Alex, yang tercengang oleh pedang itu, mencabutnya dan membawanya pulang. Ketika Alex menunjukkan pedang kepada Bedders, mereka segera menyadari kemiripan pedang dengan Pedang Excalibur. 

Dengan Alex berhasil mencabut pedang, Morgana (Rebecca Ferguson) terbangun dari tidurnya di penjara bawah tanahnya. Di sana Morgana menyadari bahwa para manusia terpecah belah dan penuh ketakutan. Morgana segera mengirim iblis-iblis bawahannya untuk merebut kembali Pedang Excalibur agar ia dapat menjadi raja. 

Di saat yang sama Merlin (Angus Imrie) kembali dan menyamar menjadi anak remaja agar dapat mendekati Alex. Merlin menjelaskan bahwa ia hanya memiliki sedikit waktu untuk mengalahkan Morgana dan iblis-iblisnya. 

Dan hanya mereka yang diangkat menjadi ksatria oleh Alex yang dapat melihat dan mengalahkan pasukan iblis tersebut. 

Di film ini kita dapat melihat bagaimana seorang bocah mempelajari ilmu kepemimpinan yang baik walaupun dikhianati. Dan keberanian, kejujuran, serta persahabatan. 

Film asal Inggris Raya ini mendapatkan skor 6.1/10 di IMDb dan 90% Tomatometer di Rotten Tomatoes. 

Apabila Anda mengetahui legenda Raja Arthur, Anda akan menyadari bahwa kebanyakan nama tokoh-tokoh di film ini di inspirasi oleh karakter-karakter asli di legenda tersebut. 

EDITOR: Candra Mega Sari