← Beranda
Penuh Intrik! 8 Drama Korea tentang Politik dengan Alur yang Menegangkan dan Banyak Teka-teki Rumit
Pravita Windi Anatasa NitriaMinggu, 20 Oktober 2024 | 20.57 WIB
Drama Korea Confession dan Designated Survivor: 60 Days/mydramalist.com

JawaPos.com - Di balik intrik politik yang menegangkan, drama Korea bertema politik juga menyajikan karakter-karakter kompleks dengan motivasi yang beragam.

Pertarungan antara ambisi, idealisme, dan moralitas membuat penonton ikut merasakan dilema yang dihadapi oleh para tokoh.

Setiap keputusan yang diambil mempunyai konsekuensi yang serius, sehingga membuat alur cerita semakin menarik dan penuh kejutan.

Merangkum mydramalist.com, berikut ini deretan drama Korea tentang politik dengan alur menegangkan dan banyak teka-teki rumit yang harus dipecahkan.

1. 3 Days (2014)

Presiden Korea Selatan sedang berlibur di sebuah vila pribadi ketika situasi mendadak terjadi di tengah malam. Tiga tembakan terdengar, dan presiden menghilang tanpa jejak. Para pengawal yang dipimpin oleh agen elit Han Tae Kyung, dihadapkan pada misi yang mendesak.

Mereka hanya memiliki waktu tiga hari untuk menemukan presiden dan mengantarkannya kembali dengan selamat ke Blue House. Dalam situasi yang menegangkan ini, mereka harus bekerja sama dan mengatasi berbagai rintangan dalam menyelesaikan tugas penting tersebut.

2. Stranger (2017)

Hwang Shi Mok menjalani operasi otak di masa kecilnya guna mengatasi sifat pemarahnya yang mengakibatkan hilangnya emosi. Kini, Hwang menjadi seorang jaksa yang dikenal sebab kecerdasan dan logikanya yang tajam.

Hwang Shi Mok sering dikucilkan karena kurangnya empati dan keterampilan sosial. Ia juga termasuk salah satu dari sedikit jaksa yang jujur dan menolak menerima suap. Suatu hari, saat menyelidiki kasus korupsi, ia bertemu dengan seorang korban penusukan di lokasi kejadian.

Di sana, Hwang Shi Mok bertemu dengan Letnan Han Yeo Jin. Keduanya kemudian bekerja sama guna memberantas korupsi di kantor kejaksaan serta menyelesaikan kasus pembunuhan berantai yang sedang mereka hadapi.

3. Designated Survivor: 60 Days (2019)

Park Moo Jin adalah mantan profesor kimia yang kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia tidak memiliki ambisi besar, keyakinan pribadi, atau kepekaan politik. Suatu hari, kabinet berkumpul di Majelis Nasional guna mendengarkan pidato presiden, tetapi muncul sebuah serangan teror.

Kejadian ini mengakibatkan kematian banyak pejabat pemerintah, termasuk presiden dan menteri. Hwang Shi Mokmenjadi pejabat pemerintah berpangkat tertinggi yang selamat dari serangan tersebut. Hal ini membuatnya dalam pilihan yang tidak diharapkan.

Hwang Shi Mok terpaksa mengambil alih dan menjadi penjabat presiden selama 60 hari. Selama masa jabatannya, Park Moo Jin bertekad mengejar orang atau kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu, sekaligus berkembang menjadi seorang pemimpin nasional.

4. My Fellow Citizens! (2019)

Yang Jung Kook merupakan seorang penipu handal, namun mengalami krisis pribadi saat pacarnya menghilang dengan membawa uang pernikahan mereka. Kemudian, ia bertemu dengan Kim Mi Young yang juga menghadapi masalah akibat perselingkuhan pacarnya. Keduanya terhubung lewat perjuangan yang sama dan mulai menjalin hubungan romantis.

Sayangnya, pada hari pernikahan mereka, Kim Mi Young mengungkapkan identitas aslinya sebagai seorang detektif. Sementara itu, Park Hoo Ja yang mewarisi bisnis pinjaman pribadi dari ayahnya yang telah ditipu, mulai memeras Yang Jung Kook supaya mau mencalonkan diri untuk kursi di majelis nasional.

5. Confession (2019)

Kasus ini mengungkap kebenaran tersembunyi yang terkait dengan hukum yang melarang hukuman ganda. Ketika Choi Do Hyun masih kecil, ia mengalami penyakit jantung dan menghabiskan banyak waktu di rumah sakit. Beruntung, ia memperoleh kesempatan dalam menjalani transplantasi jantung.

Sayangnya, tepat sesudah operasi transplantasi jantungnya berhasil, ayahnya dituduh melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati. Kini, demi melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa sang ayah, Do Hyun memutuskan berkarir sebagai pengacara.

6. Mouse (2021)

Sebuah kisah mendebarkan yang menggugah pertanyaan penting, yaitu bagaimana jika kita bisa mengidentifikasi psikopat sebelum mereka melakukan kejahatan? Pembunuhan brutal yang dilakukan oleh seorang pembunuh berantai yang gila telah menciptakan ketakutan yang meluas di seluruh negara dan memicu kekacauan di mana-mana.

Jung Ba Reum adalah seorang polisi pemula yang berjuang guna mendapatkan keadilan, secara langsung berhadapan dengan sang pembunuh. Meskipun ia berhasil selamat dari pertemuan yang mengerikan dengan psikopat tersebut, Jung Ba Reum menyadari bahwa hidupnya telah berubah secara dramatis dalam sekejap.

7. Queenmaker (2023)

Usai kecelakaan tragis, seorang fixer tangguh memakai keahliannya guna mengubah seorang pengacara hak-hak sipil menjadi wali kota berikutnya, sekaligus menjatuhkan mantan majikannya.

Hwang Do Hee adalah seorang wanita karir sukses dan telah bekerja di Eunsung Group selama 12 tahun. Ia merupakan konsultan presiden dan pemimpin Kantor Perencanaan Strategis. Dia ahli dalam menganalisis aspek-aspek penting untuk mengurangi risiko pemilik perusahaan.

Sementara itu, Oh Kyung Sook merupakan seorang pengacara hak-hak buruh yang dijuluki badak gila. Ia telah berjuang selama 20 tahun demi kepentingan pekerja dan dikenal sebagai Wanita Keadilan Korea.

Sebagai presiden Asosiasi Pekerja Perempuan dan YouTuber populer, Oh Kyung Sook tidak tertarik pada kekuasaan, namun bertekad untuk menjadi wali kota Seoul dengan bantuan Hwang Do Hee. Kedua wanita yang berasal dari latar belakang berbeda ini bersatu dalam menciptakan dunia yang lebih adil.

8. The Whirlwind (2024)

Park Dong Ho menjabat sebagai perdana menteri Korea Selatan dengan tekad supaya bisa menghukum presiden yang korup dan terlibat dalam kolusi dengan perusahaan-perusahaan keluarga yang dikenal sebagai chaebol, serta mengubah tatanan politik yang ada.

Di sisi lain, Jung Soo Jin berperan sebagai wakil perdana menteri yang bertanggung jawab atas urusan ekonomi. Ketika keduanya berhadapan, terjadi pertikaian politik yang sangat sengit di mana menandakan adanya perbedaan pandangan dan tujuan antara mereka.

Konflik ini tidak hanya mencerminkan ketegangan dalam pemerintahan, tetapi juga menunjukkan perjuangan demi mencapai perubahan yang diinginkan dalam politik Korea Selatan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho