← Beranda
8 Drama Korea yang Biaya Produksinya Termahal Sepanjang Masa Setara dengan Film Layar Lebar
Pravita Windi Anatasa NitriaSelasa, 24 September 2024 | 06.17 WIB
Drama Korea Arthdal Chronicles Part 1: The Children of Prophecy dan Snowdrop. (mydramalist.com)

 

 

JawaPos.com - Demam Drama Korea yang semakin merajalela di seluruh dunia telah mendorong industri hiburan Korea Selatan untuk terus berinovasi dan menghadirkan karya-karya berkualitas tinggi. Seiring dengan meningkatnya popularitas K-drama, persaingan antar produser juga semakin ketat.

Dalam menarik perhatian penonton global, para produser tidak ragu menggelontorkan anggaran yang sangat besar dalam produksi drama mereka. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya drama Korea yang memiliki anggaran produksi yang fantastis, dengan efek visual yang spektakuler, set yang megah, dan melibatkan aktor-aktor papan atas.

Dirangkum dari usa.inquirer.net dan kbizoom.com, beberapa drama Korea ini memakan biaya produksi termahal bahkan setara dengan film layar lebar. Penasaran dengan seberapa besar biaya yang dibutuhkan dalam  membuat serial-serial ini? Simak penjelasannya!

1. The Legend (2007)

The Legend merupakan sebuah drama sejarah berskala epik yang diproduksi pada tahun 2007 dengan anggaran yang sangat fantastis, mencapai 43 miliar won untuk 24 episode.

Rata-rata, setiap episode menghabiskan biaya sekitar 1,8 miliar won. Anggaran yang besar ini digunakan dalam menciptakan dunia fantasi yang megah, dengan latar belakang sejarah yang kaya dan detail.

Selain itu, biaya produksi juga mencakup pembuatan kostum yang rumit, efek visual yang spektakuler, serta honorarium para pemain, terutama Bae Yong Joon yang saat itu menerima bayaran sebesar 250 juta won per episode. Angka ini merupakan rekor tertinggi untuk honorarium aktor Korea pada masanya dan baru saja dipecahkan dalam beberapa tahun terakhir.

2. Mr. Sunshine (2018)

Mr. Sunshine adalah sebuah mahakarya visual yang membutuhkan investasi besar guna mewujudkan visi ambisius para pembuatnya. Dengan anggaran sebesar 40 miliar won, atau sekitar 1,67 miliar won per episode, drama ini mampu menghadirkan adegan perang yang epik dan realistis, serta latar belakang sejarah Korea yang sangat detail.

Setiap episode dipenuhi dengan adegan-adegan yang membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari pembuatan set yang megah, seperti desa tradisional Korea, hingga penggunaan kostum dan properti yang autentik.

Selain itu, efek visual yang canggih juga dipakai dalam menciptakan adegan-adegan aksi yang spektakuler. Investasi besar dalam produksi ini tidak hanya membuat Mr. Sunshine menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi sebuah karya yang bernilai sejarah dan budaya.

3. Bulgasal: Immortal Souls (2019)

Dengan anggaran 40 miliar won, Bulgasal: Immortal Souls termasuk dalam jajaran drama Korea dengan biaya produksi tertinggi. Angka ini sebanding dengan beberapa film layar lebar.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Bulgasal bukanlah sekadar drama televisi biasa, tetapi sebuah proyek ambisius yang menuntut investasi besar guna meraih visi kreatif para pembuatnya. Investasi besar ini juga sejalan dengan harapan untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

4. Arthdall Chronicles (2019)

Anggaran produksi 54 miliar won yang dialokasikan bagi drama ini dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari pembangunan set yang megah, seperti replika istana atau kota kuno, hingga penggunaan efek visual yang canggih.

Selain itu, biaya produksi juga mencakup honorarium aktor papan atas, sewa lokasi syuting, pembuatan kostum dan properti yang detail, serta biaya pemasaran.

Penggunaan teknologi CGI yang berkualitas tinggi guna menciptakan efek visual yang spektakuler, seperti makhluk mitos atau pertempuran besar-besaran, juga menjadi salah satu faktor yang signifikan dalam meningkatkan biaya produksi.

5. Kingdom 1 & 2 (2019–2020)

Kingdom merupakan sebuah mahakarya visual yang memadukan elemen sejarah, horor, dan zombie dengan begitu apik. Di balik kesuksesannya, terdapat tantangan produksi yang sangat kompleks. Menggabungkan setting Joseon dengan konsep kiamat zombie bukanlah perkara mudah.

Tim produksi harus melakukan riset mendalam mengenai sejarah Joseon, merancang kostum dan properti yang autentik, serta menciptakan efek visual yang meyakinkan guna menghadirkan zombie-zombie yang mengerikan.

Selain itu, penggunaan lokasi syuting yang beragam, mulai dari istana hingga pedesaan, juga turut meningkatkan biaya produksi. Semua tantangan ini berkontribusi terhadap anggaran yang mencapai 35 miliar won, dengan rata-rata biaya per episode sekitar 3 miliar won.

6. Sweet Home (2020)

Dengan anggaran mencapai 30 miliar won, Sweet Home menempatkannya di antara drama Korea dengan biaya produksi tertinggi. Jumlah ini sebanding dengan anggaran beberapa film bioskop.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Sweet Home bukan sekadar drama televisi biasa, melainkan sebuah proyek ambisius yang memerlukan investasi signifikan untuk merealisasikan visi kreatif sutradaranya, Lee Eung-Bok.

7. Snowdrop (2021) 

Snowdrop adalah drama sejarah yang mencuri perhatian dengan budget 32 miliar won, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran bintang-bintang papan atas dapat secara signifikan meningkatkan biaya produksi sebuah drama. Dengan sederet nama besar seperti Jisoo Kim, Jung Hae-in, dan Yoo In-na, tak heran jika anggaran yang dialokasikan untuk honorarium aktor saja sudah cukup besar.

Selain itu, popularitas para aktor ini juga berdampak pada biaya promosi drama. Namun, investasi yang besar pada sumber daya manusia ini terbukti sepadan, karena daya tarik para bintang tersebut berhasil menarik perhatian penonton dan meningkatkan rating drama.

8. Squid Game (2021)

Squid Game merupakan sebuah bukti nyata bahwa investasi besar dalam produksi sebuah karya bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Dengan anggaran sebesar 20 miliar won, atau sekitar 2,22 miliar won per episode, Netflix tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan visual yang memukau dan adegan-adegan menegangkan.

Bayangkan saja, setiap episodenya dibutuhkan dana yang setara dengan membangun sebuah rumah mewah. Angka ini mencakup biaya pembuatan set yang detail, kostum yang unik, serta efek visual yang canggih.

Belum lagi biaya untuk menggaji ratusan kru dan aktor yang terlibat dalam produksi. Akan tetapi, investasi besar ini terbukti sepadan dengan hasil yang didapatkan. Squid Game tidak hanya sukses secara kritis, tetapi juga secara komersial, membuktikan bahwa konten berkualitas tinggi selalu memiliki pasarnya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti