JawaPos.com - Perjalanan Shani Indira Natio dari JKT48 segera berakhir. Setelah menggelar konser kelulusan Last Voyage di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (27/4), kini tinggal dua acara terakhir. Pertama, pelepasan kabesha atau foto Shani sebagai member JKT48. Rencananya, hal itu akan dilakukan setelah show terakhir Shani di Teater JKT48 pada Minggu (5/5).
Kedua, rangkaian kelulusan Shani dari JKT48 akan ditutup dengan meet & greet bersama fans untuk terakhir kalinya. Acara bertajuk Spring Has Come itu akan digelar pada 11 Mei 2024 di ICE BSD dan menjadi penutup perjalanan 10 tahun Shani sebagai member JKT48.
JawaPos.com berkesempatan untuk melakukan wawancara khusus dengan Shani seputar kelulusan dan perjalanan kariernya di JKT48. Berikut wawancaranya:
Bisa diceritakan seberapa banyak peran kamu dalam mengonsep konser Last Voyage ini? Apa yang ingin kamu sampaikan dan tidak boleh terlewat di konser ini?
Aku berpartisipasi di pemilihan lagu, mulai recap lagu yang ingin dibawain dan diskusi setlist konser, beberapa memilih member, judul konser juga sempat ikut brainstorming bareng manajemen, dan dress graduation.
Sebenarnya tujuan konser ini selain perayaan kelulusan adalah untuk mengingat dan mengenang perjalananku di JKT48. Jadi tidak hanya aku, tapi harapannya fans juga bisa flashback dan merasakan bagaimana perjalanan seorang Shani di JKT48. Jadi semoga pesan itu bisa sampai ke penonton.
Dan yang nggak terlewat adalah prosesi graduation di akhir konser. Karena prosesi tersebut dikemas dengan konsep yang unik dan aku dapat persembahan khusus Sakura no Shiori dari member rasanya sangat spesial.
Seluruh lagu yang ada di Last Voyage tentu punya arti buatmu. Bisa diceritakan bagaimana kamu menyusun setlistnya?
Di awal aku memberikan list lagu apa saja yang ingin dibawakan, kemudian untuk setlist aku berdiskusi bersama manajemen. Ada beberapa bagian yang wajib ada, yaitu gen 3, KIII, dan Sousenkyo. Untuk flow aku lebih serahkan ke manajemen. Karena aku ikut semua lagu, jadi setlist-nya dibuat sebaik mungkin supaya aku bisa mengontrol energi selama konser.
Saat lagu-lagu itu dibawakan, dan fans dengan antusias mengikuti, apa yang kamu rasakan? Kamu pasti akan merindukan momen ini kan?
Aku sangat tersentuh. Merinding selama konser. Perasaannya seneng dan bangga pasti. Tentunya ini akan jadi momen yang nggak terlupakan. Yang aku lakuin kemarin adalah coba untuk enjoy dan menikmati konser. Meskipun aku ikut semua lagu, jujur itu nggak berasa, karena selama show aku fokus ke lagu dan fans yang antuasias banget.
Saat lagu apa kamu merasa kebersamaan dengan fans di konser ini terasa begitu kuat?
Kalau boleh milih semua lagu, aku pilih semuanya, karena dari lagu pertama Jiwaru Days sampai lagu Sayonara Crawl di akhirpun aku masih bisa ngerasain semangatnya satu Tennis Indoor.
Saat menyanyikan Iiwake Maybe bersama Generasi 3, kamu tampak begitu emosional. Bisa diceritakan apa yang kamu rasakan saat itu?
Pastinya kangen banget, merasa nggak menyangka bisa kumpul lagi untuk tampil di panggung konser. Dan berterimakasih karena mereka mau meluangkan waktu untuk datang.
Nggak nyangka kita semua udah pada dewasa, padahal dulu Generasi 3 debut bawain lagu itu masih kecil-kecil.
Iiwake maybe adalah lagu pertama Generasi 3 dan pada saat itu posisiku bukan di tengah. Tapi sekarang posisiku di tengah, jadi merasa terharu aja.
Apa kenangan terbaikmu bersama Generasi 3?
Kenangan terbaik bareng Generasi 3 banyak banget. Tapi yang paling di ingat adalah masa-masa latihan sebelum final audisi. Latihan pajama drive, event Mulai Sekarang Sungguh-Sungguh, hingga setlist TwT (Te wo Tsunaginagara atau Sambil Menggenggam Erat Tangan).
Saya ingat betul, Shani itu member yang berproses. Dari blokingan di belakang, menang SSK, hingga sampai kamu menjadi center bahkan kapten. Apa yang bisa Shani bagikan dari pentingnya berproses itu kepada generasi baru atau calon member JKT48?
Buat generasi baru atau calon member JKT48 lainnya, percayalah dengan proses dan waktu. Pasti akan ada hasil dari kerja kerasmu. Mungkin timing dan akhirnya tiap orang berbeda. Namun yakinlah bahwa proses itulah yang membentuk kamu menjadi manusia seutuhnya.
10 tahun menjadi idola, bukan waktu yang sebentar. Apa yang Shani bisa simpulkan dari semua pengalaman di JKT48, terutama untuk diri kamu sendiri?
Yang bisa disimpulkan adalah pentingnya menyadari bahwa kita punya impact untuk orang lain. Jadi lebih aware dengan sekitar, lebih bijak dalam menyikapi, dan bisa memberikan inspirasi dalam bentuk apapun. Bahkan dengan hal kecil pun, ternyata bisa berpengaruh untuk kehidupan orang lain.
Merasa terpuruk pasti pernah. Momen ketika aku nggak mengenal diri sendiri itu yang paling membuat diriku sedih sebenernya. Cara mengatasinya lumayan beragam, aku mencoba berbagai cara sampai aku sadar ternyata memang butuh waktu sendiri. Jadi sejak itu, aku lebih banyak me time dan jalan-jalan sendiri. Ternyata menyenangkan dan bikin aku nyaman.
Apakah ada yang kamu sesali selama di JKT48, terkait sesuatu yang belum tercapai misalnya?
Untuk hal-hal yang disesali selama di JKT48 nggak ada. Naik turun itu hal biasa, mungkin pada saat itu sedih tapi untungnya tidak berkelanjutan dan aku bisa bangkit dengan melakukan hal yang aku suka dan mencoba lebih fokus sama mimpi yang belum tercapai.
Setelah beristirahat, apa rencanamu? Apakah tetap di dunia hiburan atau berkarier di bidang yang kamu inginkan?
Ada beberapa hal yang akan aku kerjakan dan tentunya itu sesuatu hal yang aku inginkan. Untuk dunia hiburan, selama kesempatan itu bagus dan cocok buat aku sih mau aja.
Kamu tidak bisa melangkah sejauh ini tanpa fans di belakangmu. Bagaimana evolusi fans dari mulai kamu debut sampai sekarang? Apa yang membuatmu sangat bersyukur bisa memiliki mereka?
Dari debut sampai sekarang pastinya fans aku semakin beragam, seru rasanya bisa melihat perkembangan mereka juga. Tapi yang nggak pernah berubah dari dulu adalah tipikal fans aku sangat loyal, baik, dan mau support sepenuhnya. Mereka juga mau jadi yang terbaik. Meskipun banyak yang datang dan pergi, tapi aku tetep bersyukur mereka pernah mendukungku.