← Beranda
Sinopsis The Autopsy of Jane Doe (2016), Otopsi Jenazah Misterius dan Lingkaran Kematian Tidak Ada Ujungnya
Alfa KamilaSabtu, 11 November 2023 | 15.22 WIB
Poster film The Autopsy of Jane Doe (2016). Sumber: posterspy.com

JawaPos.com – The Autopsy of Jane Doe (2016) merupakan film horor supranatural garapan sutradara Andre ovredal, yang ditulis oleh Ian Goldberg dan Richard Naing. Sebagai sutradara kondang asal Norwegia, konon The Autopsy of Jane Doe menjadi film pertamanya yang menggunakan Bahasa Inggris.

Meski begitu, The Autopsy of Jane Doe yang dibintangi oleh Emile Hirsch dan Brian Cox ini, berhasil meninggalkan kesan tak terlupakan bagi penonton, terlebih para pecinta horor.

Dilansir dari imbd, Sabtu (11/11), film horor The Autopsy of Jane Doe mendapat rating 6,8.

Meski begitu, banyak penonton menilai bahwa film ini menjadi horor yang menjanjikan di mana tidak dapat ditebak setiap ceritanya.

Bahkan, mereka menyebut The Autopsy of Jane Doe sebagai film thriller yang cerdas dan menyeramkan.

Berikut ini sinopsis The Autopsy of Jane Doe (2016):

Cerita The Autopsy of Jane Doe bermula dari tim ahli koroner yang terdiri dari sepasang ayah dan anak.

Mereka adalah Tomi (Brian Cox) dan Austin (Hirsch), yang suatu hari mendapatkan jenazah anonim yang harus mereka otopsi.

Austin yang sebelumnya berencana kencan dengan kekasihnya, Ema (Ophelia Lovibond), terpaksa membatalkan agendanya. Ia harus ikut dengan sang ayah, Tomi, untuk bertugas memeriksa jenazah.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Horor Terbaik yang Wajib Ditonton

Di ruang otopsi yang dingin, keduanya mulai memeriksa jasad perempuan yang ditemukan mati misterius. Pasalnya, secara fisik dari luar, tak tampak adanya bekas penganiyaan atau luka-luka sedikitpun. Namun, ada yang janggal dari kondisi tersebut.

Jasad perempuan misterius itu, tulang pergelangan kaki dan tangannya telah hancur, kemudian lidahnya terpotong, gigi gerahamnya hilang, paru-parunya menghitam seperti menderita kebakaran, dan terdapat luka serius di organ dalamnya.

Anak dan ayah itu semakin dibuat bingung, lantaran jasad perempuan misterius menunjukkan bahwa dia baru saja mati. Namun, jika dilihat dari matanya yang buram, teridentifikasi bahwa ia seharusnya telah mati beberaa hari yang lalu.

Tomi kemudian membedah tubuh si jasad misterius. Ia menemukan sebuah kain yang bergambar aneh, dan membungkus sesuatu yang tak lain adalah gigi geraham si jasad. Fenomena ini seperti misteri mistis yang kian menakutkan.

Semakin keduanya membedah tubuh si jasad, satu per satu kejadian aneh tiba-tiba muncul. Seperti adanya kucing yang mati di luar ruangan otopsi, lampu yang meledak, serta serangan aneh yang bertubi-tubi kepada mereka, seolah tak membiarkan otopsi itu dilanjutkan.

Satu momen mengerikan pun terjadi. Tomi dan Austin mendapati situasi di mana seolah-olah diserang oleh sesuatu yang aneh. Mereka mengira itu adalah si jasad misterius atau mayat lain yang hidup kembali dari ruang otopsi lain.

Baca Juga: 'Khanzab', Debut Tika Bravani di Film Horor

Setelah melakukan perlawanan yang menegangkan, sosok misterius yang menyerangnya itu pun mati. Sayangnya, mereka kemudian menyadari bahwa sosok yang baru saja mereka bunuh itu ternyata adalah Ema, kekasih Austin.

Situasi mengerikan masih belum selesai, namun mereka tetap melanjutkan otopsi. Setelah diperiksa, ternyata jaringan otak jasad tersebut masih hidup dan aktif, padahal jasadnya telah mati.

Mereka menduga, jasad tersebut telah menjadi korban dari ulah penyihir jahat. Entah apa masalahnya, penyihir itu membuat tubuh manusia tak bersalah itu menjadi menderita hingga mengalami kematian yang aneh.

Mempercayai hal mistis itu, Tomi pun bermaksud menggantikan posisi si jasad itu, dengan tujuan agar kutukan penyihir itu hilang, dan Austin bisa pergi dengan selamat. Tomi mulai menyakiri dirinya dengan mematahkan pergelangan kaki dan tangannya.

Seiring ia melukai tubuhnya persis dengan si jasad, tubuh jasad itu pun mulai utuh kembali perlahan-lahan. Namun, saat Tomi akan memotong lidahnya, tiba-tiba Austin tanpa sadar menikam dada sang ayah.

Ia benar-benar tidak sadar telah melakukan itu. Austin merasa ada yang berbisik dan memintanya menikam ayahnya. Saat menyadari bahwa ayahnya telah tewas terbunuh olehnya sendiri, Austin panik dan tersandung hingga jatuh ke luar jendela, lalu tewas.

Paginya, polisi memeriksa tempat tewasnya Austin dan Tomi di gedung otopsi itu. Anehnya, polisi menemukan kondisi keduanya persis dengan kondisi si jasad misterius yang sebelumya diotopsi. Keduanya lantas dibawa ke tempat lain untuk diotopsi, dan hal mengerikan itu kembali terjadi.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti