Konser yang dimulai sekitar pukul 15.20 itu dibuka dengan penampilan dengan aransemen musik rock. Ada tiga lagu yang diubah menjadi rock. Yakni JKT Datang!, Pioneer, dan Arah Sang Cinta dan Balasannya. Penampilan yang berbeda itu langsung mendapat sambutan hangat dari fans.
Setelah itu, fans dibuat terkesima dengan 4 lagu yang aransemen musiknya diubah menjadi jazz. Yakni, Malaikat Hitam, Mawar Natal Musim Panas, Bird, dan Cinta yang Tulus, Crescendo. Alunan musik jazz benar-benar memberikan warna baru. Tidak seperti JKT48 yang biasanya.
"Jazz paling menantang karena baru pertama kali. Susah bawainnya. Ketukannya beda. Ekspresinya beda," ujar member Tim J Feni Fitriyanti. Dia juga mengatakan kalau para member awalnya merasa aneh dengan aransemen itu. Namun, ternyata bagus juga menjadi jazz.
Gedung SMESCO kembali menggema ketika JKT48 mencoba menyanyikan tiga lagu populernya menjadi versi dangdut. Fans menyambut antusias dengan meneriakkan teriakan khas dangdut. Seperti woyo woyo joss, atau oaoe dengan keras. Tiga lagu yang membuat fans bisa dangdutan adalah Fortune Cookies yang Mencinta, Luar Biasa, dan Heavy Rotation.
Aransemen versi keempat yang mewarnai konser J-Paradise adalah akapela. Tanpa instrumen musik, ada dua lagu yang dinyanyikan. Yakni, RIVER dan So Long. Lagu itu juga menjadi momen berpisahnya Aya ke Tim KIII dan menjadi penanda masuknya Nadila, Rona, Aurel, dan Sisca ke Tim J.
Setelah 13 lagu dinyanyikan dengan warna musik berbeda, 7 lagu tersisa dibawakan dengan aransemen aslinya. Termasuk, saat memperkenalkan lagu barunya yang berjudul Majisuka Rock n Roll. Tim J memang sengaja membawakan konser dengan aransemen musik beberapa versi.
Sebab, mereka ingin menunjukkan bahwa Tim J yang saat ini tidak perlu dibandingkan dengan Tim J lama. Tim lama memang dikenal karena berisikan generasi awal JKT48. Seperti Melody, Kinal, sampai Shania.
Namun, setelah mereka lulus, bongkar pasang member terjadi. Saat ini, Tim J JKT48 sangat berwarna. Sebab, member-nya berasal dari generasi pertama, kedua, sampai keenam. ’’Konser ini jadi pertanda bahwa Tim J berubah. Bukan diisi generasi senior lagi. Tetapi generasi sampai enam,’’ ujar Kapten Tim J Gabriela Margareth Warouw (Gaby).
Lebih lanjut dia menjelaskan, konser ini juga menjadi penanda bahwa Tim J siap menghadapi berbagai tantangan. Harapannya, fans bisa melihat bahwa Tim J layak didukung karena tak kalah dengan Tim KIII, atau Tim T. ’’Akan kami buktikan, ini tim yang layak didukung,’’ tegas Gaby.
Sedangkan terkait aransemen musik, dia mengamini apa yang disampaikan Feni. Bahwa menyanyikan lagu JKT48 versi jazz adalah yang tersulit. ''Tantangannya ada pada pembawaan. Misalnya ke jazz, kami harus bisa benar-benar masuk. Kalau dangdut, juga harus bisa jogetnya,'' imbuh Gaby.