JawaPos.com - Max Verstappen akhirnya buka suara soal insiden panas dengan George Russell di GP Spanyol. Meski tak secara eksplisit minta maaf, Verstappen mengakui bahwa manuvernya itu "tidak benar dan seharusnya tidak terjadi".
Dikutip dari The Guardian, pernyataan ini datang sehari setelah ia dihukum penalti 10 detik oleh steward karena dianggap menyebabkan tabrakan. Sebelumnya, Russell menuding aksi Verstappen sebagai tindakan yang disengaja.
Ia bahkan menyebut pembalap Red Bull itu mempermalukan dirinya sendiri. Lebih jauh lagi, Russell menilai Verstappen seharusnya didiskualifikasi dari balapan.
Baca Juga: Aturan Dua Pit Stop di GP Monaco 2025 Picu Frustasi Para Pembalap F1
Usai balapan, Verstappen bersikeras tak bersalah. Ia bahkan menyindir Russell dengan berkata, "mau tisu?", setelah mendengar komentar lawannya tersebut. Reaksi sarkastis itu makin memanaskan suasana di paddock.
Namun situasi berubah ketika Verstappen memposting pernyataan di media sosial pada Senin. "Kami punya strategi yang seru dan balapan yang bagus di Barcelona, sampai safety car keluar," tulisnya.
Ia mengakui frustrasi karena pilihan ban dan kejadian pasca restart membuatnya emosi. Ia juga mengatakan bahwa emosi memang bisa memuncak saat membalap.
"Itu berujung pada manuver yang tidak benar dan seharusnya tidak terjadi, lanjut Verstappen. Menang bersama, kalah bersama. Sampai jumpa di Montreal."
Momen krusial terjadi saat restart setelah safety car muncul. Verstappen yang memakai ban hard lebih lambat, kehilangan posisi ketiga karena kesalahan kecil di tikungan terakhir. Charles Leclerc memanfaatkannya dan menyalip.
Russell kemudian mencoba menyalip Verstappen di tikungan pertama. Manuver itu membuat Verstappen keluar trek dan tetap berada di depan. Situasi makin panas dengan komunikasi radio tim yang kemudian viral.
"Max, bisa kasih jalan ke Russell?" tanya Gianpiero Lambiase, race engineer Red Bull.
"Apa? Aku sudah di depan, kawan," jawab Verstappen. "Apa-apaan ini! Dia yang nyeruduk aku keluar jalur."
Meski akhirnya melambat di tikungan lima, Verstappen malah mempercepat dan menabrak Mercedes Russell. "What the fuck?" seru Russell lewat radio tim. Verstappen kemudian membiarkan Russell lewat dan finis kelima.
Tapi hukuman sudah menantinya. Steward menjatuhkan penalti waktu yang membuatnya turun ke posisi ke-10. Ia juga menerima tiga poin penalti, hanya selisih satu poin lagi dari larangan balapan.
Akibat insiden ini, Verstappen makin tertinggal dalam klasemen. Ia kini terpaut 49 poin dari pemuncak sementara, Oscar Piastri. Tekanan pun semakin besar untuk juara dunia empat kali itu.
Ini bukan kali pertama Verstappen jadi sorotan karena insiden kontroversial. Tahun lalu ia terlibat friksi dengan Lando Norris. Empat tahun lalu, duel sengitnya dengan Lewis Hamilton juga menuai banyak perdebatan.
Bos Mercedes, Toto Wolff, juga ikut angkat suara. Ia mengatakan belum tahu motivasi Verstappen sebenarnya.
"Saya tak ingin langsung menuding itu karena emosi, tapi jelas itu bukan tindakan yang pantas," katanya.
Menurut Wolff, para atlet besar kerap merasa dunia melawan mereka.
"Padahal sering kali bukan dunia yang melawan, tapi mereka sendiri yang salah atau membuat keputusan keliru," ujarnya dengan bijak.
Baca Juga: Bomber Rp 10,43 Miliar Dikabarkan Merapat ke Persebaya Surabaya, Lini Serang Siap Makin Gacor?