JawaPos.com – Ketombe adalah salah satu masalah rambut paling umum yang dihadapi kebanyakan orang.
Ketombe membuat kulit kepala bersisik dan gatal. Kotoran di kepala ini diyakini muncul karena pilihan makanan dan kurangnya kebersihan.
Ada kemungkinan ketombe dapat menyebar dari waktu ke waktu. Faktanya, ketombe paling sering disebabkan oleh kombinasi faktor.
Selain itu, ada solusi yang tidak efektif, seperti mitos ketombe, yang pada akhirnya menghalangi perawatan kulit kepala yang tepat dan benar.
Oleh karena itu, memahami penyebab sebenarnya ketombe adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang efektif dan tahan lama.
Ada beberapa mitos umum tentang ketombe yang dipercaya banyak orang, yang justru dapat memperparah masalah.
Dilansir English jagran, berikut lima mitos tentang ketombe yang sebaiknya segera dihentikan.
Mitos 1: Ketombe terjadi jika tidak mencuci rambut dengan benar
Fakta: Mitos umum yang beredar adalah ketombe muncul ketika rambut tidak dicuci dengan benar. Namun, mitos ini tidak benar.
Baca Juga: Ekonom: Penerapan Redenominasi Rupiah pada 2027 Terlalu Singkat, Idealnya Baru Siap 2035
Banyak orang mencuci rambut tiga kali seminggu, bahkan ada yang setiap hari, namun tetap saja mengalami ketombe, yang disebabkan oleh penumpukan kotoran.
Ketombe berkaitan dengan pertumbuhan berlebih jamur alami di kulit kepala, yang menyebabkan kulit kering dan meradang, jadi tidak ada hubungannya dengan frekuensi keramas.
Mitos 2: Kulit kepala kering menyebabkan masalah ketombe
Fakta: Banyak orang berasumsi bahwa kulit kepala kering menyebabkan ketombe namun, alasan sebenarnya adalah kulit kepala kering karena kurangnya kelembapan, yang membuat serpihan putih mudah rontok.
Baca Juga: Demonstran Aksi Surabaya Jalani Sidang Perdana, LBH Soroti Dakwaan yang Janggal
Jika Anda memiliki kulit kepala berminyak, hal ini akan menyebabkan pertumbuhan jamur alami yang berlebihan, yang membuat kulit kepala terasa gatal dan bersisik secara bersamaan.
Serpihan tersebut cenderung menempel di kulit kepala karena penumpukan minyak.
Dalam situasi seperti ini, rambut membutuhkan hidrasi dan perawatan yang lembut.
Mitos 3: Ketombe muncul saat rambut berminyak atau kotor
Fakta: Ada anggapan umum bahwa ketombe muncul ketika seseorang memiliki rambut berminyak. Namun, anggapan itu salah.
Orang dengan kulit kepala kering juga mengalami masalah yang sama.
Ketombe sering kali berkaitan dengan sensitivitas kulit kepala, ketidakseimbangan jamur, atau bahkan stres dan perubahan cuaca, yang dapat memicu munculnya ketombe.
Mitos 4: Ketombe bisa menular
Fakta: Ada anggapan bahwa ketombe dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain.
Tidak seperti kutu atau kuman yang dapat menular dari orang ke orang, ketombe terjadi di kulit kepala sendiri akibat pertumbuhan berlebih dari jamur alami.
Ini menyebabkan sensitivitas terhadap produk rambut dan disebabkan oleh ketidakseimbangan produksi minyak di kulit kepala.
Mitos 5: Ketombe terjadi karena pola makan yang buruk
Fakta: Ini adalah anggapan umum lainnya bahwa ketombe disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan pola makan yang buruk, seperti terlalu banyak makanan berminyak, junk food, dan gula.
Namun faktanya, ketombe berkaitan dengan sensitivitas kulit kepala, produksi minyak, dan pertumbuhan jamur.
Jika Anda kekurangan seng, vitamin B, atau asam lemak omega-3, Anda mungkin lebih rentan terhadap iritasi dan mengonsumsi makanan sehat dapat mengurangi ketombe tetapi tidak dapat menghilangkannya.