JawaPos.com – Mendukung seseorang yang sedang mengalami depresi berat atau Masalah mental bukanlah perkara sederhana. Banyak orang berniat membantu, tetapi tanpa sadar justru mengucapkan hal-hal yang membuat mereka merasa disalahkan.
Dalam situasi ini, memilih kata-kata yang tepat sama pentingnya dengan kehadiran kita. Empati yang kurang tepat justru bisa memperburuk perasaan seseorang yang sedang terpuruk.
Mereka bisa merasa bersalah atau menutup diri karena merasa tidak divalidasi. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami batas diri sebagai teman atau keluarga, dan fokus pada dukungan emosional yang benar.
Topik kesehatan mental, terutama terkait depresi berat, memerlukan pendekatan yang sensitif dan penuh empati. Satu kalimat yang keliru bisa menghalangi mereka untuk terbuka.
Dilansir dari YouTube Psych2Go, Kamis (2/10), berikut delapan hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada seseorang yang sedang mengalami depresi atau kesulitan berat. Simak apa saja!
1. "Aku akan sangat sedih kalau sesuatu terjadi padamu"
Kalimat ini terlihat penuh perhatian, tapi sebenarnya memusatkan perhatian pada perasaan kita, bukan pada mereka yang sedang berjuang.
Hal ini bisa menambah tekanan emosional. Lebih baik fokus mendengarkan dan menunjukkan kepedulian tanpa mengaitkan dengan rasa takut pribadi.
Sebaiknya katakan: "Aku di sini untukmu, dan aku siap mendengarkan apa pun yang kamu rasakan."
2. "Sabar saja, nanti juga akan membaik"
Meski berniat memberi semangat, ucapan ini sering terdengar meremehkan bagi mereka yang tengah mengalami depresi mendalam.
Mengakui kesulitan yang mereka rasakan saat ini jauh lebih penting daripada menawarkan optimisme instan. Empati tulus dimulai dengan mengakui rasa sakit yang mereka alami.
Sebaiknya katakan: "Aku tahu ini sulit, tapi kamu tidak sendirian. Aku mau dengarkan ceritamu.
3. "Masalah ini cuma sementara"
Kalimat seperti ini terdengar klise dan bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Bagi seseorang yang sedang terpuruk, masalah yang dihadapi sering terasa permanen.
Mendengarkan tanpa menghakimi lebih menenangkan daripada memberi nasihat singkat.
Sebaiknya katakan: "Ceritakan padaku lebih banyak tentang apa yang kamu rasakan. Aku ingin mengerti."
4. "Jangan lebay atau kamu tidak serius"
Wajar jika kita terkejut mendengar seseorang bercerita tentang kesulitannya, tetapi komentar seperti ini bisa menimbulkan rasa tidak valid.
Mengatakan mereka "tidak serius" bisa membuat mereka enggan berbagi lagi. Selalu ambil setiap keluhan serius, sekecil apa pun tanda yang muncul.
Sebaiknya katakan: "Aku percaya bahwa perasaanmu itu nyata. Kamu berhak merasa seperti ini."
5. "Kalau kamu begini terus, kapan majunya"
Menggunakan ancaman moral atau keyakinan bukanlah cara yang tepat untuk mendorong seseorang bangkit dari kesulitan.
Alih-alih membantu, ini justru menambah rasa bersalah yang tidak perlu. Dukungan emosional lebih bermanfaat daripada memberikan ceramah.
Sebaiknya katakan: "Aku ingin tahu apa yang bisa kubantu supaya kamu merasa lebih didukung sekarang."
6. "Kamu butuh bantuan dokter"
Menyarankan bantuan profesional penting, tetapi jangan disampaikan dengan nada menuntut. Menghargai keberanian mereka untuk berbicara sudah menjadi langkah awal yang besar.
Dorong mereka secara lembut untuk mencari bantuan, sambil tetap menemani secara emosional.
Sebaiknya katakan: "Kalau kamu mau, aku bisa bantu temukan seseorang yang bisa mendukungmu secara profesional."
7. "Masalahmu Tidak seburuk itu kok"
Mengecilkan perasaan seseorang tidak pernah membantu. Apa yang terasa ringan bagi kita bisa jadi berat bagi mereka.
Alih-alih membandingkan atau menenangkan dengan kata-kata, lebih baik dengarkan dan validasi perasaan mereka tanpa penilaian.
Sebaiknya katakan: "Aku di sini untuk mendengar, dan aku menghargai perasaanmu tanpa menghakimi."
8. "Lihat orang lain yang lebih parah"
Perbandingan membuat mereka merasa bersalah atas emosinya sendiri. Fokuslah pada pengalaman mereka dan tunjukkan empati yang tulus.
Memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan tanpa merasa dihakimi jauh lebih bermanfaat.
Sebaiknya katakan: "Setiap orang punya perjuangan sendiri. Aku mau mendengar ceritamu tanpa membandingkan dengan orang lain."
Menjadi teman yang mendukung seseorang yang sedang mengalami depresi atau kesulitan berat membutuhkan kesabaran dan empati.
Hindari delapan kalimat yang bisa memperburuk perasaan mereka, fokuslah pada mendengarkan, hadir secara emosional, dan memberi rasa aman.
Dukungan sederhana seperti mendengarkan atau memberi pelukan dapat memberi mereka harapan dan membantu mereka merasa tidak sendirian.
Tetapi ingatlah bahwa panduan ini bertujuan membantu kita lebih bijak dan suportif dalam berinteraksi, meskipun bukan pengganti saran profesional kesehatan mental.