← Beranda

Ini 8 Cara Mengatasi Impulsive Buying Biar Kantong Enggak Cepat Kering dan Kamu Bisa Menabung

Rhea Febriani TritamiSenin, 29 September 2025 | 17.17 WIB
Tunda rencana belanja agar kamu tidak melakukan impulsive buying. (Gustavo Fring/Pexels)

JawaPos.com - Impulsive buying atau pembelian impulsif adalah kebiasaan membeli sesuatu tanpa perencanaan sebelumnya.

Biasanya, belanja ini tidak masuk dalam anggaran bulanan dan terjadi secara tiba-tiba. Contohnya, bisa sesederhana membeli permen di kasir yang sebenarnya tidak ada dalam daftar belanja. hingga membeli baju baru hanya karena “iseng lihat-lihat.”

Perilaku impulsif ini sering dipicu oleh rasa senang sesaat karena otak melepaskan dopamin, zat kimia yang membuat kita merasa bahagia.

Meskipun berbelanja bisa menjadi hiburan, jika kebiasaan ini tidak dikendalikan, bisa berubah menjadi kecanduan belanja yang berbahaya bagi keuangan.

Mengutip dari laman Ramsey Solutions dan Balance Through Simplicity, ini cara mengatasi impulsive buying agar kantong kamu tidak cepat kering dan bisa mulai menabung.

1. Buat Anggaran dan Patuhi Itu

Langkah pertama dan paling penting adalah membuat anggaran pengeluaran. Kalau kamu belum memiliki anggaran, segera buat dan gunakan aplikasi budgeting untuk membantu mengatur keuangan.

Namun, membuat anggaran saja tidak cukup, kamu harus disiplin mematuhinya. Anggaran bukanlah solusi ajaib, melainkan panduan yang mengarahkan ke mana uangmu harus dialokasikan setiap bulan.

Dengan anggaran yang jelas, kamu bisa menghindari pembelian impulsif yang tidak direncanakan.

2. Tahan Keinginan Membeli dengan Menunda Pembelian

Zaman sekarang, membeli barang secara online sangat mudah dan cepat, hanya dengan beberapa klik saja.

Untuk mengatasi impulsive buying, coba beri jeda waktu minimal satu hari sebelum membeli sesuatu.

Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah barang itu benar-benar kamu butuhkan dan apakah kamu bisa membayarnya dengan uang tunai sekarang?

Jangan tergoda dengan penawaran diskon yang terbatas waktu, karena biasanya promo serupa akan muncul kembali di lain waktu.

Menunda pembelian dapat membantu kamu berpikir lebih jernih dan menghindari keputusan yang terburu-buru.

3. Belanja dengan Terencana dan Pakai Uang Tunai

Sebelum berbelanja, buat daftar kebutuhan yang jelas dan ambil uang tunai sesuai jumlah yang dibutuhkan saja.

Hindari menggunakan kartu debit atau pembayaran digital yang bisa membuatmu lebih mudah tergoda untuk membeli barang tambahan.

Kalau kamu sering membeli makanan atau jajanan di luar, coba buat rencana makan mingguan agar pengeluaran bisa lebih terkontrol dan tidak boros akibat pembelian impulsif.

4. Jangan Berbelanja Saat Emosi Tidak Stabil

Emosi sering menjadi pemicu utama impulsive buying. Banyak orang berbelanja untuk merayakan suasana hati yang baik atau justru menghibur diri saat sedang sedih.

Namun, kebiasaan ini bisa merusak keuangan. Cobalah untuk tidak berbelanja saat perasaan sedang naik turun.

Cari cara lain untuk mengelola emosi, seperti olahraga, meditasi, atau berbicara dengan teman, agar tidak menggunakan belanja sebagai pelarian.

5. Batasi Penggunaan Media Sosial

Media sosial sering menjadi sumber godaan terbesar untuk impulsive buying. Iklan produk dan gaya hidup mewah yang ditampilkan membuat kita mudah merasa kurang dan ingin segera membeli sesuatu.

Kalau kamu merasa sulit mengendalikan diri saat melihat postingan di Instagram atau Facebook, coba kurangi penggunaan media sosial atau bahkan hapus aplikasi tersebut sementara waktu.

Dengan mengurangi paparan iklan, kamu akan lebih jarang tergoda untuk belanja barang yang sebenarnya tidak perlu.

6. Buat Pengeluaran Jadi Sulit

Cara lain untuk mengatasi impulsive buying adalah dengan membuat proses pengeluaran uang menjadi lebih sulit.

Misalnya, batasi penggunaan kartu kredit atau kartu toko yang sering memudahkan pembelian tanpa pikir panjang.

Kamu juga bisa membawa uang tunai secukupnya saat berbelanja atau menitipkan uang pada teman yang bisa membantumu mengendalikan pengeluaran.

7. Pikirkan Kegunaan Barang Setelah Dibeli

Sebelum membeli sesuatu secara impulsif, coba pikirkan apa yang akan kamu lakukan dengan barang tersebut setelah dibawa pulang.

Apakah kamu benar-benar membutuhkan barang itu? Apakah ada tempat untuk menyimpan barang tersebut?

Kalau barang itu hanya akan menambah tumpukan dan membuat rumah berantakan, mungkin lebih baik menahan diri.

Mempertimbangkan fungsi dan tempat penyimpanan barang dapat membantu mengurangi pembelian yang tidak perlu.

8. Fokus pada Tujuan Menabung

Salah satu motivasi kuat untuk mengatasi impulsive buying, yaitu dengan menetapkan tujuan menabung yang jelas.

Bayangkan betapa nyamannya memiliki dana darurat, bisa liburan, atau membeli barang impian tanpa harus berutang.

Dengan fokus pada tujuan ini, kamu akan lebih termotivasi untuk menahan diri dari godaan belanja impulsif.

Catat perkembangan tabunganmu dan rayakan setiap pencapaian kecil agar semangat tetap terjaga.

Impulsive buying memang bisa membuat kantong cepat kering dan menghambat kemampuanmu untuk menabung.

Namun, dengan menerapkan 8 cara di atas, kamu bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari pembelian yang tidak perlu.

Ingat, kebiasaan belanja yang sehat tidak hanya soal menahan diri, tetapi juga tentang mengatur keuangan dengan cerdas agar masa depan finansialmu lebih aman dan nyaman. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah