JawaPos.com - Banyak orang menganggap jerawat hanya masalah sepele yang bisa diatasi dengan cara memencetnya.
Padahal, kebiasaan ini justru bisa berbahaya, terutama jika jerawat muncul di area wajah tertentu yang disebut triangle of death.
Triangle of death adalah area segitiga di wajah yang mencakup bagian hidung hingga kedua sudut bibir.
Meski terlihat biasa saja, bagian ini memiliki hubungan langsung dengan pembuluh darah menuju otak. Itu sebabnya, memencet jerawat di area ini dapat memicu risiko kesehatan yang jauh lebih serius.
Alih-alih membuat wajah cepat bersih, tindakan memencet jerawat di triangle of death bisa menimbulkan infeksi berbahaya.
Bahkan, dalam kasus tertentu, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi medis yang mengancam nyawa.
Karena itu, penting untuk memahami bahaya medis yang mungkin terjadi agar kamu lebih berhati-hati dalam merawat kulit wajah.
Baca Juga: Resep Rendang Ayam Ala Steby Rafael, Praktis dan Tetap Kaya Rempah
Apa Itu Triangle of Death?
Melansir dari laman National Geographic, triangle of death adalah area wajah yang membentang dari hidung hingga sudut bibir, di mana banyak pembuluh darah terhubung langsung ke otak.
Menurut ahli dermatologi, memencet jerawat di area ini jarang sekali menyebabkan kematian.
Namun dalam kasus sangat langka bisa memicu infeksi serius, seperti trombosis sinus kavernosus yaitu pembekuan darah berbahaya yang bisa berdampak pada otak.
Meskipun risikonya rendah, jerawat yang dipencet tetap dapat menimbulkan masalah lain seperti infeksi lokal, perdarahan, jaringan rusak, perubahan warna kulit, hingga bekas luka permanen.
Karena itu, para dokter menyarankan untuk menghindari kebiasaan memencet jerawat, terutama di area segitiga bahaya, dan lebih memilih perawatan kulit yang aman.
Baca Juga: Telur Rebus vs Omelet: Mana yang Lebih Sehat dan Cocok untukSarapan Bergizi dan Diet Harianmu?
Haruskah Hindari Kebiasaan Memencet Jerawat di Dekat Hidung?
Menurul laman Very Well Health, memencet jerawat di sekitar hidung memang memiliki potensi risiko, tetapi infeksi otak akibat hal ini sangat jarang terjadi, apalagi dengan adanya antibiotik modern.
Menurut dr. Natalie Matthews, ahli dermatologi dari Henry Ford Health, kamu tidak perlu panik jika terlanjur memencet jerawat.
Namun, tetap waspada jika muncul gejala seperti bengkak yang cepat memburuk, nyeri, demam, atau kemerahan yang meluas, segera periksakan diri ke dokter.
Cara Aman Mengatasi Jerawat
Dermatolog umumnya tidak menyarankan memencet jerawat di bagian tubuh mana pun, karena bisa menimbulkan bekas permanen.
Dengan tidak memencet, risiko infeksi, hiperpigmentasi pascainflamasi, dan jaringan parut juga bisa diminimalkan.
Untuk perawatan mandiri yang lebih aman, kompres kulit dengan handuk hangat beberapa menit, lalu gunakan pimple patch yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid.
Pada akhirnya, jerawat adalah hal wajar yang bisa dialami siapa saja. Namun, cara kita menanganinya sangat menentukan kondisi kulit di masa depan.
Memencet jerawat, apalagi di area berisiko seperti triangle of death atau sekitar hidung, hanya akan memperbesar peluang infeksi dan meninggalkan bekas.
Sebaliknya, memilih perawatan yang tepat, menjaga kebersihan kulit, serta berkonsultasi dengan dokter kulit bila perlu, akan jauh lebih aman sekaligus menjaga kesehatan wajah dalam jangka panjang.