JawaPos.com - Perempuan seringkali mendapat label penilaian berdasarkan standar tertentu. Terlebih lagi di dunia yang begitu kental dengan budaya patriarki dan norma-norma sosial yang percaya bahwa penampilan luar selalu mencerminkan segalanya.
Padahal, perempuan berkualitas atau yang biasa kita sebut sebagai high-value woman adalah mereka yang memiliki kualitas tinggi dalam berbagai aspek, dan bukan hanya secara penampilan luar saja.
Selain pandai dalam menetapkan batasan dan mengelola emosi, perempuan high-value juga harus cerdas secara interpersonal, seperti memiliki kemampuan dalam bermasyarakat dan memahami orang lain dengan baik.
Dalam artikel berjudul "Being A High-Value Woman Isn’t About Looks, It’s About These 11 Quiet Standards" yang dilansir pada laman YourTango, Zaida mengungkap 11 standar yang dimiliki oleh seorang high value woman.
Beberapa poin yang mencolok antara lain:
Perempuan high-value nggak doyan gosip
Hayo, siapa nih dari kalian yang suka ngomongin orang di belakang? Meski kadang rasa-rasanya tongkrongan kurang asik kalo nggak ada bahan gosip, perempuan high-value lebih memilih untuk menghindari obrolan negatif tentang orang lain. Alih-alih menebar rumor atau terlibat dalam drama orang lain yang pointless, mereka lebih senang membahas tentang hal-hal yang berkualitas dan produktif. Misalnya, ngobrolin soal self-growth, rencana masa depan, karier goals, mental awareness, dan hal-hal positif lainnya.
2. Dapat diandalkan di situasi apapun
Perempuan high-value selalu dapat diandalkan baik secara fisik maupun emosional. Mereka selalu hadir tepat waktu dan nggak seenaknya batalin rencana mendadak tanpa alasan atau persetujuan sepihak. Mereka tidak mementingkan diri sendiri, itu sebabnya mereka selalu senang membantu disaat orang lain membutuhkan mereka, dan memberi nasihat jika diperlukan.
Punya self-boundaries dan dedikasi pada diri sendiri
Selain memiliki kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain, perempuan high-value tetap punya batasan secara fisik, emosional, dan seksual, guna menjaga kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Melalui self-boundaries inilah, mereka peka disaat mereka merasa tidak dihargai, dan tidak takut untuk menyuarakannya.
4. Berbuat baik di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun
Perempuan berkualitas itu punya sifat down to earth atau membumi, artinya mereka memiliki kerendahan hati dan kebijaksanaan terhadap orang-orang di sekitarnya. Meski punya batasan diri, mereka tidak serta merta bersikap kasar hanya demi merasa lebih unggul. Mereka juga tak menjatuhkan orang lain, mengolok-ngolok, merendahkan, atau memberikan komentar menyudutkan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. High-value woman selalu menjunjung tinggi empati, kehangatan, kasih sayang, dan selalu berbuat baik dalam situasi apapun.
5. Nggak ragu buat cut off hubungan yang toxic
Penelitian menunjukkan bahwa banyak individu yang menunda terlalu lama untuk mengakhiri hubungan tidak sehat meskipun telah mengalami dampak negatif. Nah, perempuan high-value sadar akan tanda-tanda negatif dalam hubungan yang tak sehat. Mereka juga pandai memilah pertemanan dan lingkungan yang baik untuk kebaikan diri mereka. Jika dirasa hubungan sudah tidak sejalan atau bahkan berdampak negatif, mereka tidak segan untuk langsung mengkomunikasikannya dengan baik sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.
6. Tak ada toleransi buat mereka yang nggak respect
Entah itu di tempat kerja dengan bos atau atasan, dalam hubungan, atau di lingkungan sosial bersama teman, high-value woman nggak segan buat speak up disaat mereka merasa tidak dihargai.
Penelitian dari Stanford menunjukkan bahwa ketidakhormatan yang tidak ditangani dapat menyebabkan perilaku mengisolasi diri, terutama jika hal tersebut didasarkan pada konstruksi sosial seperti gender atau ras. Dengan memiliki self-defense atau pertahanan diri disaat merasa tidak dihargai, mereka bisa melindungi diri mereka dan juga melawan penindasan soial yang berusaha membungkam mereka.
Nah, Jadi, high-value itu bukan hanya sebatas berkualitas secara penampilan saja, akan tetapi juga bagaimana kita menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Apakah kamu termasuk salah satunya? Jika belum, pelan-pelan saja, yang penting kamu terus bertumbuh untuk menemukan versi terbaik dari dirimu.