JawaPos.com – Ketika memasuki usian 30-an, mencari pasangan hidup terasa lebih sulit. Bukan tanpa alasan, lingkup pertemanan semakin kecil dan kamu pun sudah semakin selektif dalam memilih pasangan yang serius.
Dikutip dari laman Brides, sisi positif memulai hubungan di usia 30-an adalah kamu sudah semakin paham apa yang dibutuhkan karena telah melalui banyak pengalaman hidup. Tapi di sisi lain, kemungkinan kamu memiliki luka hati yang membekas dari masa lalu.
Walaupun rasanya tidak mudah mencari jodoh sejati saat menyentuh kepala tiga, harapan dan peluang masih tetap terbuka lebar! Ikuti delapan tips PDKT alias pendekatan berikut ini agar urusan asmaramu berjalan lancar.
- Lepaskan Masa Lalu
Sebelum melakukan pendekatan dengan seseorang, tips pertama untuk kamu yang sudah memasuki usia 30-an yaitu harus melepaskan masa lalu menyakitkan. Mungkin kamu pernah merasakan pahitnya diselingkuhi dan dicampakkan, tapi itu semua sudah lewat.
Jangan biarkan pasangan baru merasakan imbas dari luka hati yang belum selesai. Ambil sisi baik dari momen menyedihkan tersebut, yang mana hal tersebut membuatmu semakin kuat.
- Pahami Apa yang Dibutuhkan dari Pasangan
Mencari pasangan di usia 30-an tentu kamu bukan hanya melihat penampilan luar saja. Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah seseorang bisa menjadi pasangan hidup.
Berkaca dari hubungan masa lalu, ingat-ingat apa hal yang membuatmu tidak nyaman dan hal apa yang kamu butuhkan dalam hubungan masa depan. Jika kamu sudah memahaminya, akan lebih mudah untuk menyeleksi calon pasangan terbaik.
- Jangan Terpaku Pada Perbedaan Usia
Kesamaan visi hidup dan tingkat kedewasaan lebih penting daripada perbedaan usia. Selama seseorang mampu memenuhi kriteria yang kamu butuhkan, usia hanyalah dipandang sebagai sebuah angka.
- Hindari Pola Pikir Negatif
Pola pikir negatif hanya akan menghambat langkahmu mendapatkan sosok yang tepat. Walaupun kamu pernah mengalami hal buruk pada hubungan sebelumnya, bukan berarti orang baru bakal melakukan hal serupa.
Berikanlah kesempatan kepada calon pasangan dan perhatikan baik-baik apakah dia berpotensi menjadi pasangan sesuai kebutuhanmu atau tidak.
- Jangan Terburu-buru
Tidak perlu panik menatap teman-teman sekitarmu sudah mulai membina rumah tangga atau bahkan memiliki anak. Jangan biarkan hal-hal tersebut membuatmu terburu-buru dalam memilih pasangan.
Nikmatilah proses pendekatan alias PDKT hingga kamu benar-benar menemukan sosok yang tepat.
- Jangan Mengorbankan Nilaimu
Memasuki usia 30-an bukan artinya kamu sudah sangat tua sampai merasa tidak punya cukup waktu untuk berkencan. Sampai-sampai kamu rela mengorbankan nilai dan prinsip hidup demi hubungan.
Hindari pemikiran ini karena hanya akan membuatmu seperti putus asa. Jalani dengan santai sembari memastikan apakah pasangan sejalan dengan tujuan hidup dan keyakinan.
- Hindari Mencari Kesempurnaan
Kamu memang telah memiliki sederet daftar kriteria pasangan ideal. Tapi bukan artinya kamu harus mengejar kesempurnaan. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan masing-masing.
Kunci dari hubungan adalah saling melengkapi dan menerima satu sama lain. Hanya saja, kamu harus jeli melihat apakah kekurangan tersebut bisa ditoleransi atau tidak.
- Komunikasi yang Baik
Hubungan yang sehat berawal dari komunikasi yang baik. Berkencan di usia 30-an sudah bukan lagi waktunya pasangan harus mengerti meski kamu tidak mengucapkan sepatah katapun. Bicarakan segala hal secara dewasa dan kepala dingin sehingga masing-masing pihak dapat memahami keinginan dan kebutuhan pasangan.
Tips PDKT di usia 30-an bisa menjadi panduan agar proses mencari pasangan lebih terarah dan bermakna. Dengan pola pikir yang matang, komunikasi yang baik, dan kesabaran, peluang menemukan jodoh yang tepat tetap terbuka lebar. Yang terpenting, tetap percaya diri dan nikmati setiap prosesnya tanpa terburu-buru.
***