← Beranda
8 Penyebab Kenapa Cowok Kalau Demam Jadi Lebih Drama: Fakta Ilmiah di Balik Tingkah Lebay Saat Sakit!
Mellyna Putri DiniarKamis, 27 Februari 2025 | 18.06 WIB
Ilustrasi cowok yang terkena super flu. (Freepik/prostooleh)

 

 

JawaPos.com – Pernahkah Anda memperhatikan bahwa saat cowok demam, mereka cenderung lebih drama dibandingkan perempuan? 

Mereka bisa mengeluh terus-menerus, merasa sekarat, bahkan bertingkah seolah sedang mengalami penyakit yang sangat parah. 

Fenomena ini bukan sekadar candaan belaka, tetapi ada alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa pria lebih ekspresif saat sakit.

Perbedaan biologis, seperti hormon testosteron dan respons imun yang lebih lemah dibandingkan perempuan, bisa membuat pria merasakan gejala lebih parah. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa otak pria dan perempuan memproses rasa sakit dengan cara berbeda. Namun, apakah benar pria lebih lemah saat sakit, ataukah ada faktor lain yang memengaruhi reaksi mereka?

Dilansir dari Verywell Health, Kamis (27/2), berikut adalah delapan penyebab mengapa cowok kalau demam jadi lebih drama:

1. Hormon Testosteron yang Melemahkan Imun

Testosteron memiliki efek imunosupresif, yang berarti dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh pria. 

Sebaliknya, perempuan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi, yang membantu memperkuat respons imun mereka. Hal ini menyebabkan pria lebih rentan terhadap infeksi dan merasakan gejalanya lebih parah.

2. Respons Imun yang Lebih Lemah

Penelitian menunjukkan bahwa sistem imun pria tidak sekuat perempuan. Saat terinfeksi virus seperti flu, tubuh pria mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk melawan penyakit.

Hal ini menjadikan mereka merasa lebih lemas dan tidak berdaya dibandingkan perempuan yang cenderung lebih cepat pulih.

3. Perbedaan Persepsi Rasa Sakit

Studi ilmiah menunjukkan bahwa otak pria memproses rasa sakit dengan cara berbeda dibandingkan perempuan. 

Ambang rasa sakit pria terhadap penyakit ringan bisa lebih rendah, sehingga mereka merasa lebih tersiksa ketika mengalami demam atau flu.

4. Faktor Psikologis dan Stres

Pria mungkin lebih cemas saat sakit karena mereka tidak terbiasa menghadapi kondisi tubuh yang lemah. Kecemasan ini bisa memperburuk persepsi mereka terhadap gejala, membuat mereka merasa lebih sakit daripada yang sebenarnya.

5. Jarang Sakit Jadi Lebih Rentan Panik

Dibandingkan perempuan yang lebih rutin memeriksakan kesehatan, pria lebih jarang ke dokter dan cenderung mengabaikan gejala ringan. 

Akibatnya, ketika benar-benar jatuh sakit, mereka merasa gejala yang dialami sangat berat karena kurangnya pengalaman dalam menghadapinya.

6. Tekanan Sosial untuk Tampil Kuat

Sejak kecil, pria sering diajarkan untuk tidak menunjukkan kelemahan. Namun, ketika sakit, mereka merasa memiliki alasan untuk mendapatkan perhatian dan perawatan. Inilah yang menyebabkan mereka lebih ekspresif dalam menunjukkan ketidaknyamanan mereka.

7. Genetika yang Berpengaruh pada Kekebalan Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam perbedaan respons imun antara pria dan perempuan. 

perempuan memiliki dua kromosom X, yang berarti mereka memiliki lebih banyak variasi gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dibandingkan pria yang hanya memiliki satu kromosom X.

8. Butuh Perhatian dan Perawatan Lebih Ekstra

Saat sakit, pria mungkin merasa lebih nyaman menunjukkan rasa sakit mereka agar mendapatkan perhatian dan dukungan dari pasangan, keluarga, atau teman-temannya. 

Ini bukan berarti mereka berpura-pura, tetapi lebih kepada cara mereka mengomunikasikan kebutuhan akan perawatan.

Jadi, bukan tanpa alasan kalau cowok saat demam sering terlihat lebih drama. Perbedaan biologis, psikologis, hingga budaya berperan dalam cara mereka merespons sakit. 

Memahami hal ini bisa membantu kita lebih empati dan mendukung mereka dengan cara yang tepat. Namun, para pria juga perlu belajar untuk lebih peduli dengan kesehatan mereka dan tidak hanya mencari perhatian saat sudah jatuh sakit.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti