JawaPos.com – Kepercayaan diri bukan hanya penampilan atau dapat mendominasi percakapan. Kepercayaan diri adalah tentang bagaimana kita membawa diri, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang benar-benar percaya diri memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan. Mereka tidak berpura-pura, tetapi menunjukkan kebiasaan yang membuat mereka berkembang, bahkan di keadaan sulit.
Dilansir dari Small Business Bonfire, kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang dimiliki semua orang secara alami, tetapi sesuatu yang dikembangkan. Berikut tujuh kebiasaan yang dilakukan oleh orang yang percaya diri di tempat kerjanya, menurut psikologi.
1. Percaya pada keputusannya sendiri
Orang yang percaya diri tidak akan meragukan keputusannya sendiri. Kebanyakan orang mungkin ragu-ragu, terlalu banyak berpikir, atau mencari validasi terus-menerus, tetapi orang yang percaya diri memercayai penilaian mereka sendiri.
Itu tidak berarti mereka tidak membutuhkan bantuan, mereka hanya tidak membutuhkan orang lain untuk mengkonfirmasi setiap keputusan yang mereka buat. Kepercayaan diri ini datang dari pengalaman dan juga dari perubahan pola pikir.
Mereka memahami bahwa tidak ada keputusan yang sempurna, dan kesalahan hanyalah bagian dari pertumbuhan. Jika kita berusaha melawan keraguan di tempat kerja, mulailah dengan membuat keputusan kecil tanpa langsung mencari kepastian.
2. Tidak membiarkan rasa takut menghalangi
Semua orang pasti takut membuat kesalahan di tempat kerja. Tak jarang kita terlalu banyak berpikir ketika menerima kritikan, ragu untuk berbicara dalam rapat, dan menghindari mengerjakan proyek kecuali kita yakin dapat mengerjakannya..
Namun, orang yang percaya diri tidak melihat kegagalan sebagai sesuatu yang perlu ditakuti, sebaliknya mereka melihatnya sebagai bagian dari proses. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, mereka cenderung berfokus pada apa yang bisa dipelajari.
Perubahan pola pikir itu dapat mengubah pandangan kita tentang kegagalan. Mereka tidak menyerah meskipun ada kemungkinan gagal, sebaliknya mereka mengambil tindakan, mengetahui bahwa setiap kesalahan adalah kesempatan untuk berkembang.
Oleh karena itu, jika kita menahan diri karena takut, ingatlah bahwa tidak ada orang yang bisa melakukan semuanya dengan benar pada kali pertama. Semakin cepat kita memulai, semakin cepat kita akan berkembang.
3. Berani berbicara meskipun tidak nyaman
Di awal kita bekerja pasti kesulitan untuk berbicara dalam rapat. Kita khawatir ide-ide yang kita ungkapkan tidak cukup bagus atau takut mengatakan sesuatu yang salah. Hal ini membuat kita tetap diam, bahkan ketika ide yang kita pikirkan mungkin cukup bagus.
Namun, orang yang memiliki kepercayaan diri, mereka berbicara dengan lugas, meskipun tidak selalu menjadi yang terpintar di ruangan itu. Hal ini membuat mereka diperhatikan, dihormati, dan diberi lebih banyak kesempatan.
Orang yang percaya diri tidak menunggu saat yang tepat untuk menyampaikan pendapatnya. Mereka memahami bahwa pendapat mereka penting, meskipun tidak semua orang setuju dengan mereka.
Jika kita mengalami kesulitan dengan kepercayaan diri, mulailah dari hal kecil. Bicaralah sekali dalam rapat atau bagikan pemikiran kita tentang sebuah proyek. Semakin sering kita melakukannya, semakin alami kepercayaan diri yang kita tunjukkan.
4. Menerima kritik membangun secara terbuka
Kita mungkin pernah merasa tersinggung dengan kritikan orang lain. Ketika atasan kita menunjukkan sesuatu yang dapat ditingkatkan, kita merasa mereka mengatakan bahwa kinerja kita tidak cukup baik.
Namun, orang yang percaya diri melihat kritikan secara berbeda. Mereka melihatnya sebagai masukan untuk berkembang. Mereka tidak membiarkan ego menghalangi, membuat mereka lebih mendengarkan, belajar, dan menyesuaikan diri.
Jika kita merasa tersinggung saat menerima umpan balik, cobalah untuk memikirkan tentang apa yang bisa kita pelajari dari masukan itu. Perubahan sederhana itu dapat membuat perbedaan besar dalam pertumbuhan dan kepercayaan diri kita di tempat kerja.
5. Menetapkan batasan dengan jelas
Kita seringkali kesulitan dalam menetapkan batasan, karena kita ingin terlihat dapat diandalkan dan pekerja keras. Ini membuat kita selalu menerima tugas tambahan, bekerja lembur, dan tidak pernah berhenti, bahkan saat kita kewalahan.
Selalu menerima segala permintaan dapat membuat kita kelelahan, frustasi, dan meningkatkan kebencian terhadap pekerjaan. Namun, orang yang percaya diri tidak selalu berusaha menerima segala hal demi menyenangkan semua orang.
Mereka memahami bahwa menetapkan batasan bukanlah hal yang egois. Mereka tahu batasan mereka, memprioritaskan apa yang benar-benar penting, dan tidak takut untuk menolak saat dibutuhkan.
6. Tidak mencari validasi dari orang lain
Orang yang kurang percaya diri seringkali mencari validasi dari orang lain. Mereka selalu berusaha menyenangkan semua orang di tempat kerja. Entah mereka selalu setuju dengan orang lain, menghindari konflik, atau mengkhawatirkan pandangan orang lain.
Namun, orang yang percaya diri tidak membuang-buang energi untuk mencoba mendapatkan persetujuan semua orang. Mereka berfokus pada melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan tetap setia pada nilai-nilai mereka.
Alih-alih mengejar validasi, mereka percaya pada kemampuan dan keputusan mereka sendiri. Mereka menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan akan selalu ada orang yang tidak setuju atau tidak senang dengan pilihannya.
Oleh karena itu, jika kita terus-menerus mencari pengakuan, ingatlah bahwa rasa hormat lebih penting daripada popularitas. Orang yang berpikiran terbuka akan menghargai kita karena menjadi diri sendiri, bukan karena berusaha menyenangkan semua orang.
7. Mengakui kekurangannya
Ini mungkin kedengaran berlawanan dengan kepercayaan diri, tetapi mengakui kekurangan dapat memberikan kita kesempatan untuk belajar dan berkembang. Alih-alih berpura-pura, kita dapat mengajukan pertanyaan, mencari informasi, dan belajar dari pengalaman.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengakui keterbatasan mereka justru dianggap lebih kompeten. Sebuah studi dari Harvard Business School menemukan bahwa mengakui kekurangan membuat orang lain menganggap kita lebih dapat dipercaya.
Jika kita sulit mengakui kekurangan diri sendiri, cobalah untuk tidak menebak-nebak jawaban, karena dengan bersikap terbuka pada kekurangan diri sendiri, kita dapat meraih rasa hormat dan membangun kepercayaan diri yang nyata.