← Beranda

7 Tanda Mantan Susah Move On dan Tidak Akan Pernah Bisa Melupakanmu, Menurut Psikologi

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 15 Februari 2025 | 05.00 WIB
Ilustrasi orang susah move on.

JawaPos.com - Putus cinta jarang sekali terjadi dengan sederhana. Bahkan ketika dua orang memutuskan untuk berpisah, ikatan emosional dapat tetap ada dalam berbagai cara yang tak terduga.

Beberapa orang bisa dengan cepat menerima perpisahan dan melanjutkan hidup, sementara yang lain justru terjebak dalam kenangan dan sulit melepaskan.

Dalam psikologi hubungan, ada beberapa perilaku yang bisa menunjukkan bahwa seseorang masih belum benar-benar move on. Jika mantanmu melakukan beberapa hal berikut, besar kemungkinan dia masih terjebak di masa lalu dan tidak akan pernah bisa melupakanmu.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (14/2) yuk simak daftarnya!

1. Mereka Terus Mencari Alasan untuk Menghubungi

Salah satu tanda mantan susah move on yang paling jelas adalah mereka tetap berusaha menjalin komunikasi, meskipun alasan yang mereka gunakan terasa dibuat-buat. Mungkin mereka tiba-tiba mengirim pesan hanya untuk menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting. Seperti kabar kucingmu, film yang dulu pernah kalian tonton bersama, atau teman lama yang sudah lama tak terdengar kabarnya.

Jika komunikasi ini terjadi berulang kali dan selalu terasa tidak perlu, itu bisa jadi cara halus mereka untuk tetap hadir dalam hidupmu. Dalam banyak kasus, ini bukan hanya soal basa-basi, melainkan upaya untuk menjaga koneksi emosional yang seharusnya sudah berakhir.

2. Mereka Bergantung pada Kenangan dan Pengingat

Orang yang sudah benar-benar move on cenderung merelakan kenangan lama dan tidak terlalu terikat pada barang-barang yang berkaitan dengan hubungan yang telah berakhir. Tapi jika mantanmu masih menyimpan jaket favoritmu, tiket konser dari kencan pertama, atau barang-barang lain yang punya makna khusus, itu bisa jadi pertanda bahwa mereka belum siap melepas hubungan tersebut.

Tidak hanya menyimpan barang-barangmu, mereka juga mungkin sering mengungkit kenangan masa lalu, baik dalam obrolan langsung maupun di media sosial. Jika ini terjadi, besar kemungkinan mereka masih belum bisa benar-benar menerima kenyataan bahwa hubungan kalian telah berakhir.

3. Mereka Mengarahkan Pembicaraan ke Kehidupan Pribadimu

Saat bertemu atau berbincang, apakah mantanmu sering bertanya tentang kehidupan pribadimu? Misalnya, mereka ingin tahu apakah kamu sudah punya pasangan baru, bagaimana hubunganmu dengan teman-teman lama, atau bahkan detail kecil seperti tempat nongkrong favoritmu sekarang.

Ketertarikan semacam ini bisa jadi wajar jika dilakukan sesekali. Tapi jika mantanmu terus-menerus menggali informasi tentang kehidupan pribadimu, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka masih belum bisa melepaskan keterikatan emosional. Dalam psikologi hubungan, ini menunjukkan bahwa mereka masih mencari celah untuk tetap terhubung denganmu, meskipun hubungan secara resmi telah berakhir.

4. Mereka Membandingkan Semua Orang Baru dengan Dirimu

Salah satu indikator kuat bahwa seseorang belum move on adalah ketika mereka terus membandingkan orang-orang baru dalam hidupnya dengan mantan. Mungkin mereka sering berkata, "Dulu kamu lebih pengertian," atau "Tidak ada yang bisa membuatku tertawa seperti kamu."

Meskipun terdengar seperti pujian, perilaku ini menunjukkan bahwa mereka masih terjebak di masa lalu dan belum siap membangun hubungan baru tanpa bayanganmu. Jika mantanmu sering membandingkan hubungan barunya dengan apa yang kalian miliki dulu, itu bisa jadi tanda bahwa mereka tidak akan pernah bisa melupakanmu sepenuhnya.

5. Mereka Terlalu Terpengaruh oleh Kehadiranmu

Bagaimana reaksi mantanmu saat bertemu denganmu? Apakah mereka tiba-tiba menjadi canggung, gugup, atau bahkan defensif? Atau justru mereka terlihat berusaha menghindar sepenuhnya?

Orang yang sudah benar-benar move on biasanya bisa bersikap santai ketika bertemu mantan. Tapi jika mantanmu menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis, baik itu terlalu bersemangat atau justru sangat menghindar, itu bisa menandakan bahwa mereka masih menyimpan perasaan yang belum terselesaikan.

6. Mereka Tidak Bisa Berhenti Mengulang Argumen Lama

Salah satu tanda mantan susah move on yang sering muncul adalah kecenderungan untuk terus membahas pertengkaran lama atau masalah yang sudah berlalu. Mungkin mereka tiba-tiba mengungkit kembali siapa yang salah dalam pertengkaran besar kalian, atau mengulang-ulang alasan perpisahan seolah masih ada hal yang belum terselesaikan.

Menurut psikologi hubungan, orang yang belum bisa melepaskan masa lalu cenderung berpegang pada konflik lama karena secara emosional mereka masih terikat dengan hubungan tersebut. Jika mantanmu terus membawa kembali argumen yang seharusnya sudah selesai, itu bisa berarti mereka belum benar-benar menerima perpisahan.

7. Mereka Menunjukkan Tanda-Tanda Cemburu atas Hubungan Barumu

Cemburu adalah emosi yang kuat, dan sering kali menjadi tanda bahwa seseorang masih memiliki keterikatan emosional yang mendalam. Jika mantanmu sering bertanya dengan nada tajam tentang orang-orang baru dalam hidupmu, menunjukkan sikap tidak senang ketika melihatmu bahagia. Atau bahkan terang-terangan mencoba merusak hubungan barumu, itu jelas merupakan indikasi bahwa mereka belum move on.

Dalam psikologi hubungan, kecemburuan ini biasanya muncul karena rasa takut kehilangan. Meski hubungan sudah berakhir, mereka masih merasa memiliki keterikatan emosional denganmu dan sulit menerima kenyataan bahwa kamu bisa bahagia tanpa mereka.

Melepaskan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup memang tidak selalu mudah. Tapi jika mantanmu menunjukkan tanda-tanda di atas, besar kemungkinan mereka masih terjebak dalam bayangan masa lalu dan tidak akan pernah bisa melupakanmu sepenuhnya.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyembuhkan luka hati, dan beberapa orang membutuhkan waktu lebih lama dari yang lain. Namun, jika mantanmu terus-menerus melakukan perilaku yang menunjukkan bahwa mereka belum move on, mungkin sudah saatnya kamu menjaga jarak agar bisa benar-benar melanjutkan hidup tanpa terjebak dalam drama masa lalu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho