← Beranda
Orang-Orang yang Sering Mengganti Foto Profil di Media Sosial Biasanya Punya 7 Ciri Kepribadian Ini, Simak Apa Saja!
Mellyna Putri DiniarSabtu, 15 Februari 2025 | 03.28 WIB
Ilustrasi orang-orang yang sering mengganti foto profil media sosial.

JawaPos.com – Foto profil di media sosial bukan sekadar gambar, tetapi juga cerminan identitas digital seseorang. Bagi sebagian orang, foto profil jarang diubah, tetapi ada juga yang menggantinya dengan frekuensi tinggi bahkan setiap minggu atau bulan.

Ternyata, kebiasaan ini tidak hanya sekadar gaya atau kesenangan semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek psikologis seseorang.

Beberapa penelitian di bidang psikologi kepribadian dan media sosial menunjukkan bahwa individu yang sering mengganti foto profil cenderung memiliki karakteristik tertentu.

Kebiasaan ini bisa mencerminkan cara seseorang memandang diri sendiri, bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang lain, atau bahkan kondisi emosional mereka.

Namun, apakah ini berarti orang yang sering mengganti foto profil memiliki kepribadian tertentu?

Dilansir dari berbagai jurnal penelitian psikologi kepribadian dan media sosial, Jumat (14/2), berikut tujuh ciri kepribadian yang umumnya dimiliki oleh mereka yang sering mengganti foto profil di media sosial.

1. Suka Mencari Validasi dan Menikmati Perhatian yang Tertuju Padanya

Salah satu alasan utama seseorang sering mengganti foto profil adalah untuk mendapatkan validasi sosial. Media sosial telah menjadi platform di mana interaksi dan pengakuan dari orang lain sangat berharga.

Setiap kali foto baru diunggah, ada harapan mendapatkan like, komentar, atau respons yang meningkatkan rasa percaya diri.

Menurut penelitian Przybylski dan Weinstein (2017), individu yang lebih sering mengganti foto profil di media sosial cenderung memiliki ketergantungan lebih tinggi terhadap validasi eksternal. Mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri ketika mendapatkan respons positif dari lingkungannya.

2. Menunjukkan Identitas yang Berubah

Mengganti foto profil bisa menjadi bentuk eksplorasi identitas. Ini sering terlihat pada remaja yang masih dalam tahap mencari jati diri. Setiap foto baru bisa mencerminkan kepribadian yang sedang berkembang atau mencoba menampilkan versi diri yang berbeda.

Dalam teori perkembangan psikososial Erikson, fase pencarian identitas sangat penting pada masa remaja dan anak muda. Sebuah studi oleh Schwartz et al. (2021) menemukan bahwa media sosial sering digunakan oleh individu muda untuk bereksperimen dengan identitas mereka, termasuk melalui perubahan foto profil.

3. Mencerminkan Perubahan Mood dan Emosi

Seperti halnya pakaian yang kita pilih setiap hari, foto profil juga bisa mencerminkan suasana hati seseorang. Ketika sedang bahagia, seseorang mungkin memilih foto yang ceria dan penuh warna.

Sebaliknya, ketika sedang sedih atau dalam masa sulit, mereka mungkin mengganti foto profil dengan gambar yang lebih gelap atau bernuansa serius.

Kramer (2014) dalam studinya tentang ‘emotional contagion’ di media sosial menemukan bahwa orang cenderung menyesuaikan ekspresi digital mereka dengan emosi yang sedang mereka alami. Dengan kata lain, sering mengganti foto profil bisa menjadi refleksi dari kondisi emosional seseorang.

4. Memperkuat Personal Branding

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang aktif dalam dunia profesional atau industri kreatif, mengganti foto profil adalah strategi branding.

Influencer, pekerja kreatif, atau pebisnis sering memperbarui foto profil mereka untuk tetap relevan, menampilkan pencapaian terbaru, atau menyampaikan citra profesional yang konsisten.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Marketing oleh Chen & Lee (2019) menyoroti pentingnya branding digital yang kuat, termasuk melalui foto profil yang diperbarui secara berkala.

5. Memiliki Sifat Perfeksionis dan Eksperimental

Beberapa orang sering mengganti foto profil bukan karena ingin diperhatikan, tetapi karena mereka tidak pernah merasa puas dengan satu gambar tertentu. Mereka mungkin terus mencari foto yang dianggap paling sempurna atau mencerminkan diri mereka dengan cara terbaik.

Penelitian oleh Feist (1998) mengenai kreativitas dan kepribadian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat kreativitas tinggi atau kebutuhan akan eksplorasi visual cenderung lebih sering bereksperimen dalam cara mereka menampilkan diri di berbagai platform, termasuk media sosial.

6. Mengalami Perubahan Hidup yang Signifikan

Mengganti foto profil bisa menjadi cara seseorang menandai perubahan besar dalam hidup mereka, seperti mendapatkan pekerjaan baru, lulus kuliah, pindah ke kota lain, atau memulai hubungan baru. Ini adalah cara untuk memberi sinyal kepada orang lain bahwa ada sesuatu yang baru dalam hidup mereka.

Dalam psikologi sosial, konsep ini dikenal sebagai ‘impression management’ atau pengelolaan kesan, sebagaimana dijelaskan oleh Goffman (1959). Orang menggunakan media sosial untuk menyampaikan perubahan identitas dan status mereka secara visual.

7. Memiliki Kebutuhan Tinggi untuk Koneksi Sosial

Bagi beberapa orang, mengganti foto profil adalah cara untuk tetap terhubung dengan lingkaran sosial mereka. Setiap perubahan foto bisa menjadi alasan untuk memulai percakapan baru, mendapatkan perhatian dari teman lama, atau sekadar menjaga interaksi sosial tetap aktif.

Dalam konteks ini, penelitian Schwartz et al. (2021) menunjukkan bahwa individu dengan tingkat keterikatan sosial tinggi lebih cenderung aktif dalam mengelola citra mereka di media sosial, termasuk melalui pergantian foto profil yang sering.

Kesimpulannya, mengganti foto profil secara rutin bukanlah hal yang buruk atau aneh. Kebiasaan ini bisa mencerminkan berbagai aspek kepribadian dan kondisi emosional seseorang.

Namun, jika kebiasaan ini didorong oleh ketergantungan yang berlebihan pada validasi eksternal atau menjadi perilaku obsesif, mungkin ada baiknya untuk lebih reflektif terhadap alasan di baliknya.

Pada akhirnya, foto profil hanyalah salah satu bentuk ekspresi diri di dunia digital. Apakah Anda termasuk orang yang sering mengganti foto profil? Jika ya, alasan mana yang paling sesuai dengan Anda?

EDITOR: Setyo Adi Nugroho