JawaPos.com – Mewarnai rambut bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bisa mencerminkan kepribadian seseorang, terutama seiring bertambahnya usia. Dalam psikologi, orang yang rutin mengganti warna rambut biasanya memiliki karakter tertentu.
Ada yang melakukannya sebagai bentuk kepercayaan diri, sementara yang lain menjadikannya simbol perubahan dalam hidup.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (7/2), diterangkan bahwa terdapat tujuh ciri kepribadian orang yang mewarnai rambut seiring bertambahnya usia menurut Psikologi.
- Mengedepankan ekspresi diri dan keunikan
Mengubah warna rambut bagi mereka yang menua bukan sekadar tentang menutupi uban, tetapi lebih dalam lagi tentang bagaimana seseorang mengekspresikan diri mereka secara bebas.
Para psikolog mengungkapkan bahwa individu yang memilih untuk mewarnai rambutnya di usia senja cenderung memiliki jiwa kreatif dan karakter yang kuat dalam menunjukkan individualitas mereka.
Mereka melihat rambut sebagai kanvas untuk menciptakan versi diri yang baru atau media untuk mengomunikasikan siapa diri mereka sebenarnya kepada dunia. Keputusan untuk mengubah warna rambut seringkali terkait erat dengan bagaimana mereka ingin dipandang dan merasakan diri mereka sendiri.
- Mengambil kendali atas penampilan
Psikologi mengaitkan penampilan dengan identitas diri dan kontrol atas hidup seseorang. Mewarnai rambut menjadi cara untuk mengambil kendali kembali atas presentasi diri di tengah masa transisi atau ketidakpastian yang dialami seiring bertambahnya usia.
Tindakan ini bukan tentang menolak proses penuaan, melainkan lebih kepada mengambil kendali atas bagaimana seseorang ingin tampil di hadapan dunia. Perubahan kecil pada penampilan ini ternyata mampu memberikan dampak besar pada kepercayaan diri, cara membawa diri, dan kenyamanan seseorang dengan dirinya sendiri.
- Terbuka pada perubahan dan adaptasi
Psikologi menunjukkan bahwa orang-orang yang terbuka terhadap perubahan sering memiliki pola pikir berkembang - mereka melihat pergeseran dan tantangan hidup sebagai peluang, bukan hambatan.
Sikap terbuka terhadap perubahan, bahkan sesuatu sesederhana warna rambut, dapat memberikan kebebasan tersendiri dalam menjalani hidup. Mengadopsi perubahan tidak selalu harus ditakuti, justru bisa menjadi sesuatu yang membebaskan. Pola pikir seperti ini membantu seseorang untuk lebih mudah beradaptasi dengan berbagai situasi dalam kehidupan.
- Memprioritaskan kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional
Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa mengubah penampilan, seperti mewarnai rambut, dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri seseorang. Para peneliti mencatat bahwa perubahan ini seringkali membuat orang merasa lebih menarik, awet muda, dan memiliki kendali lebih baik atas citra diri mereka.
Tindakan mewarnai rambut menjadi bentuk perawatan diri yang meski terlihat sederhana, namun memiliki dampak kuat pada kondisi emosional dan mental seseorang. Hal ini bukan sekadar tentang warna rambutnya sendiri, tetapi lebih kepada tindakan melakukan sesuatu untuk diri sendiri dan mengambil langkah untuk merasa nyaman dengan penampilan sendiri.
- Menantang ekspektasi sosial tentang penuaan
Penelitian yang diterbitkan dalam The Gerontologist menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua yang berani tampil berbeda - seperti menggunakan warna rambut yang berani atau bertato - seringkali menunjukkan tingkat ketahanan psikologis yang lebih tinggi.
Tindakan menentang norma sosial membantu mereka mempertahankan identitas dan otonomi yang kuat.
Mewarnai rambut menjadi cara untuk menolak tekanan sosial yang mengharuskan orang tua untuk terlihat “sesuai usia” - halus, sederhana, dan konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa menua tidak harus berarti melebur dengan latar belakang, tetapi bisa menjadi waktu untuk menonjol dan membuat pilihan berani.
- Menggunakan penampilan untuk mempertahankan identitas
Psikolog Erik Erikson, yang terkenal dengan karyanya tentang identitas dan perkembangan, pernah mengatakan bahwa dalam rimba sosial keberadaan manusia, tidak ada perasaan hidup tanpa adanya identitas diri.
Bagi banyak orang, mewarnai rambut bukan tentang berpura-pura lebih muda atau menyembunyikan penuaan, tetapi tentang mempertahankan versi diri yang terasa otentik dan familiar.
Ketika orang memilih untuk mewarnai rambut mereka, mereka seringkali memperkuat narasi personal mereka - tetap terhubung dengan siapa diri mereka selama ini, meski waktu terus berjalan.
- Menerima ketidakpermanenan melalui perubahan
Secara psikologis, konsep ketidakpermanenan sangat terkait dengan banyak filosofi seperti Buddhisme. Warna rambut tidak permanen - memudar, tumbuh, dan membutuhkan perawatan konstan, sehingga memilih untuk mewarnai rambut justru menjadi pengakuan bahwa tidak ada yang bertahan selamanya.
Alih-alih menolak fakta ini, mereka justru menerimanya dengan terbuka. Dengan menerima kenyataan bahwa tidak ada yang abadi - termasuk warna rambut - seseorang dapat belajar menghadapi transisi kehidupan dengan lebih fleksibel dan lebih sedikit ketakutan.
***