JawaPos.com - Dalam kehidupan pernikahan, kamu tentu tahu bahwa akan ada banyak rintangan dan juga hambatan. Naik turunnya hubungan bisa berasal dari dalam, maupun luar hubungan itu sendiri.
Ada yang namanya orang ketiga, pertemanan yang ada di sekitar, sampai keluarga serta ipar yang bermasalah. POin terakhir seberanya paling banyak jadi polemik masyarakat sekitar.
Sebuah keberuntungan apabila dalma pernikahan kamu mendapatkan keluarga atau ipar yang baik. Namun, ada juga segelintir orang yang mendapatkan keluarga pasangan atau ipar yang toxic dan buruk.
Meski kamu sudah mendapatkan pasangann semurna, keluarga yang tidak mendukung bahka sampai melakukan segala cara demi menjatuhkanmu akan membuat kehidupan pernikahan jadi buruk pula.
Hal itu tentu tidak bisa terjadi ketika kamu sudah menjalin janji suci yang sakral dan tidak bisa dipisahkan. Dilansir dari Times of India dan CHoosing Theraphy, berikut ini merupakan sederet cara menghadapi mertua atau ipar yang toxic dalma hubungan pernikahan:
1. Komunikasi dengan Pasangan
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah berkomunikasi dengan pasangan. Ketika kamu mengalami masalah sekecil apapun dalam pernikahan, mengkomunikasikannya dengan pasangan adalah hal utama.
Setelah berbagi, kamu bisa menentukan sikap atau langkah apa yang akan kamu ambil. Meski itu adalah keluarga pasangan, mereka harus tahu bahwa keluarganya bersikap seperti itu kepada kamu yang seharusnya diterima dan disayangi. Nantinya, pasangan kamu bisa membantu dan mendukung dari belakang ketika ada situasi tertentu.
2. Tidak Ikut Percakapan
Cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengurangi frekuensi kamu untuk tidak ikut percakapan mereka. Sebagai orang toxic, sebagian besar percakapan mertua, ipar dan saudara-saudara mereka mungkin tidak jauh dari gosip.
Kamu bisa menghindari untuk ikut bergosip atau membicarakan kontroversi yang ada. Hal ini tentunya bisa memberikan efek negatif pada kamu dan juga menguras energi keseharian.
3. Buat Batasan Jelas
Cara ketiga yang bisa kamu terapkan adalah membuat batasan yang jelas antara kamu dan juga ipar atau mertua. Salah satu permasalahan yang sering jadi perselisihan adalah bersumber dari mertua atau ipar yang melewati batas.
Kamu bisa menentukan sejak awal batasna mana yang diperbolehkan bagi mertua atau ipar untuk ikut campur masalah rumah tanggamu. Mulai dari hal yang tampak remeh seperti selera perabotan sampai hal besar seperti cara mengasuh anak. Kamu mungkin bisa menerima sedikit bantuan dari mertua atau ipar, namun tetap ingat bahwa kamu adalah pemegang kendali dalam kehidupan pernikahanmu.
4. Tidak Mudah Tersinggung
Cara keempat yang juga bisa kamu terapkan demi menghadapi keluarga pasangan yang toxic adalah dengan tidak mudah tersinggung. Kamu mungkin akan mendapatkan perlakukan atau perkataan yang menyakitkan hati.
Ingat untuk tidak mudah tersinggung dan memasukkannya ke hati. Pahami betul bahwa perilaku ini mungkin memang merupakan sifatnya atau hasil dari perbuatan di masa lalu. Kamu perlu menerapkan prinsip bodo amat dan menjadi pribadi lebih lega ketika mengalami kejadian tidak menyenangkan.
5. Tidak Memanjakan Mereka
Cara kelima yang bisa kamu terapkan adalah dengan tidak memanjakan mereka dan tidak mengiyakan apapun perintah mereka. Sebagai keluarga yang toxic, mereka mungkin akan merasa bahwa merekalah pusat dunia yang harus dilayani.
Kamu mungkin akan diminta bantuan atas alasan bahwa mereka keluarga pasangan. Ingat untuk tidak memanjakan mereka atas nama keluarga dan jangan biarkan mereka memanfaatkan kebaikan hati kamu. Bantu mereka secukupnya namun diluar itu, kamu bisa berlepas tangan.
6. Bangun Kepercayaan Diri
Cara keenam untuk menghadapi situasi ini adalah bangun kepercayaan diri. Kamu mungkin merasa rendah diri atau kecil hati ketika dihadapkan oleh situasi mertua toxic berkepanjangan. Kamu perlu mulai membangun rasa percaya diri dan memprioritaskan diri dibanding orang lain.
Dalam setiap ucapan maupun perbuatan, ingat bahwa kamu berhak melakukan apa yang kamu inginkan di kehidupan kamu sendiri. Jangan biarkan diri kamu diinjak-injak dan juga sayangi diri kamu sendiri. Dengan menyayangi diri sendiri dan mempercayai diri sendiri, kamu akan jadi pribadi lebih tangguh.
7. Fokus Pada Hal Lain
Memiliki mertua atau ipar yang toxic mungkin menghabiskan energi bahkan waktu sehari-hari. Kamu bisa mulai fokus pada hal lain misalnya anak-anak atau hubungan dengan tetangga yang lebih menjanjikan. Kamu juga bisa memulai hobi baru agar tidak selalu terpikir kejadian negatif dengan mertua atau ipar.
Kamu juga mungkin bisa mulai sesuatu semacam meditasi, menulis jurnal, berolahraga dan masih banyak lagi. Salurkan perasaan negatif itu jadi energi atau hobi baru.
Ketujuh poin diatas merupakan sederet hal yang bisa kamu lakukan apabila kamu berada di posisi memiliki mertua atau ipar yang toxic dalam hubungan pernikahan. Selalu ingat bahwa ujian pernikahan ini bisa kamu lewati dengan tekad kuat dan juga kerjasama antar pasangan.
***