← Beranda
Menurut Psikologi, Gen Z Bakal Susah Kaya! Coba Hilangkan 4 Kebiasaan Buruk Supaya Hal ini Tak Terjadi Padamu
Cindy Melania FitrianiKamis, 23 Januari 2025 | 23.04 WIB
Ilustrasi orang yang miskin dan sulit kaya (freepik)

 

 

JawaPos.com -  Gen Z dan segala keunikan yang ada pada dirinya memang sangat menarik untuk dibahas belakangan ini.

Hal itu karena pemikiran yang tidak biasa dari generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 terhadap peran media sosial yang sangat berpengaruh kepada kehidupan mereka.

Seperti yang dilansir JawaPos.com dari laman Psychology Today pada Kamis (23/1), tentang empat kebiasaan buruk yang membuat Gen Z terancam bakal susah kaya karena paparan media sosial dalam hidup mereka. Simak apa saja!  

1.Kebiasaan buruk doom spending 

Doom spending adalah sebuah perilaku di mana seseorang menghabiskan lebih dari 50% pengeluaran mereka untuk membeli barang-barang atau pengalaman yang memberikan mereka kebahagiaan.

Fenomena doom spending terjadi karena rasa pesimis Gen Z terhadap financial freedom mereka yang tidak akan pernah tercapai di masa depan.

Jadi, mereka memutuskan untuk menghabiskan sebagian besar uang yang ada untuk sebuah pengalaman yang menyenangkan, seperti membeli tiket konser dengan nominal puluhan juta atau membeli barang yang tidak terlalu penting dalam hidup mereka asalkan dapat memberikan kebahagiaan.

2. Fear of Missing Out (FOMO) terhadap tren terkini

Gen Z dan segala rasa penasaran yang harus segera mereka puaskan adalah salah satu hal yang membuat generasi mereka akan susah untuk menabung di masa depan.

Contohnya, melihat boneka Labubu yang viral atau cokelat Dubai yang sering berseliweran di timeline media sosial pasti membuat mereka tidak sabar ingin langsung membelinya.

Hal itulah yang dinamakan dengan FOMO atau dalam bahasa Indonesia berarti seseorang yang takut ketinggalan tentang tren yang sedang berlangsung. 

Padahal seharusnya mereka bisa mengendalikan diri dari belanja secara impulsif hanya karena tren di media sosial. 

3. Suka membandingkan hidup dengan orang lain

Kebiasaan buruk mereka yang hobi membandingkan hidup dengan orang lain membuat Gen Z seringkali merasa bahwa hidup yang mereka miliki sangat menyedihkan.

Seperti melihat teman yang asyik pergi liburan sementara kamu bekerja mati-matian karena berada dalam keluarga sandwich generation. 

Terkadang juga melihat teman dengan pekerjaan ringan dan menyenangkan sambil asyik bermain TikTok sedangkan kamu bekerja palugada dari pagi sampai malam dengan lemburan yang tidak dibayar.

Namun, kamu harus mengingat hal yang paling penting untuk tidak menjadikan standar hidup orang lain sebagai standar hidupmu.

Selain itu, hal yang wajib kamu ketahui adalah semua orang memang sengaja memperlihatkan kebahagiaan mereka di media sosial tanpa menunjukkan struggle yang mereka alami sampai di titik yang menurutmu mereka sudah hidup enak.

Baca Juga: 9 Weton Diberi Harta dan Rezeki dari Langit: Kaya Raya Punya Hati Tulus, dan Sederhana Menurut Primbon Jawa

4. Memiliki gengsi yang tinggi

Beberapa Gen Z mempunyai sifat layaknya pusat dunia yang tidak ingin kalah saing dengan semua teman mereka dan harus menjadi nomor satu dalam segala hal.

Hal itu membuat mereka memiliki gengsi atau harga diri yang sangat tinggi supaya tidak kalah dengan orang lain.

Padahal memiliki sifat gengsi hanya akan membuat rasa lelah dalam menjalani kehidupan semakin terasa berat.

Untuk itu, mulai sekarang cobalah untuk hilangkan kebiasaan buruk yang sudah disebutkan di atas dan jadilah Gen Z yang pintar mengatur keuangan dan melakukan investasi untuk masa depan.

Hal itu juga akan menghapus perlahan stigma bahwa Gen Z bakal susah kaya. 

Karena Gen Z memang harus membuktikan dirinya yang sebenarnya mampu untuk mendobrak pandangan negatif generasi lain terhadap Generasi Z.

EDITOR: Kuswandi