JawaPos.com – Kadar gula darah yang tinggi atau hiperglikemia merupakan kondisi yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang, karena gejalanya cenderung berkembang secara perlahan.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Mulai dari komplikasi diabetes, hingga gangguan pada organ vital seperti jantung, ginjal, dan mata.
Hiperglikemia dapat terjadi tidak hanya pada penderita diabetes, tetapi juga pada siapa saja yang memiliki pola makan tinggi gula, kurang beraktivitas fisik, atau memiliki stres berkepanjangan.
Oleh sebab itu, mengenali tanda-tanda awal kelebihan gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dilansir dari Halodoc dan Alodokter, berikut tanda-tanda kelebihan gula darah yang perlu anda waspadai agar dapat mengambil tindakan pencegahan atau pengobatan sejak dini.
- Mudah lelah
Rasa lelah yang berkepanjangan, atau dikenal sebagai "kelelahan diabetes," sering kali menjadi gejala awal gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi meskipun anda mendapatkan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, atau rutin berolahraga.
- Penglihatan kabur
Tingginya kadar glukosa dapat merusak pembuluh darah kecil di mata dan menyebabkan pembengkakan pada lensa mata.
Akibatnya, ketajaman penglihatan menurun, dan sulit untuk fokus. Penglihatan kabur juga dapat menjadi tanda kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat gula darah tinggi.
- Mudah lapar
Secara umum, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar glukosa dalam tubuh.
Para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memicu siklus rasa lapar yang terus-menerus, terutama saat tubuh berusaha menormalkan kadar gula darah.
Meskipun kadar glukosa rendah sering dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan, kadar gula darah yang tinggi juga memiliki efek serupa. Akibatnya, seseorang mungkin kesulitan merasa kenyang ketika kadar gula darahnya melonjak.
- Gerak tubuh lebih lamban
Jika kondisi ini sering terjadi, hal itu bisa menjadi tanda tingginya kadar gula darah. Kadar gula yang tinggi dapat memicu lonjakan insulin, yang pada gilirannya menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh. Salah satu dampaknya adalah ketidakstabilan energi.
- Kulit bermasalah
Peningkatan kadar insulin dalam tubuh dapat memicu ketidakseimbangan hormon lain yang berdampak pada kulit. Salah satu contoh yang sering terjadi adalah munculnya jerawat atau kondisi kulit lainnya akibat lonjakan gula darah.
- Mengidam makanan manis
Menurut penjelasan dalam buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin besar pula dorongan untuk terus mengonsumsinya.
Fenomena ini terjadi karena rendahnya kadar gula darah atau karena faktor selera individu. Namun, makanan manis memiliki kandungan yang bisa membuat seseorang kecanduan, sehingga mereka terus-menerus merasa ingin mengkonsumsinya.
- Penurunan berat badan secara signifikan
Penurunan berat badan yang tidak disebabkan oleh diet atau penyakit tertentu dapat menjadi tanda kadar gula darah tinggi. Tubuh yang tidak mendapatkan energi dari gula akan mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi, yang menyebabkan berat badan turun drastis.
- Luka lebih lama sembuh
Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, menghambat sirkulasi darah, dan memperlambat proses penyembuhan luka.
- Nyeri pada kaki
Gejala lain yang menandakan tingginya kadar gula darah adalah rasa nyeri pada kaki. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada saraf di seluruh tubuh dalam jangka panjang, yang dikenal sebagai neuropati diabetik.
Meskipun kerusakan saraf bisa terjadi di bagian tubuh manapun, saraf pada kaki cenderung paling sering terpengaruh.
Hal ini disebabkan oleh proses pemompaan darah dari kaki menuju jantung yang lebih sulit dibandingkan bagian tubuh lainnya. Gejala dari kondisi ini meliputi kaki yang terasa kesemutan, nyeri, atau bahkan mati rasa.
- Sering haus dan buang air kecil
Tingginya kadar gula darah membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan glukosa. Akibatnya, anda sering merasa haus meskipun sudah minum banyak, dan frekuensi buang air kecil meningkat.
- Sakit kepala
Jika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi gula darah yang tinggi atau bahkan menyebabkan kadar gula darah semakin meningkat.
Penyebabnya adalah karena tubuh akan menghasilkan lebih sedikit urine saat dehidrasi, sehingga glukosa yang seharusnya dikeluarkan melalui urine menjadi terhambat dan tetap berada dalam tubuh.
- Sering jamuran
Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu respons kekebalan tubuh, yang mengakibatkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri.
Infeksi ini sering terjadi pada area tubuh yang lembap dan sering berkeringat, seperti di antara jari kaki, telapak kaki, lipatan payudara, atau sekitar area genital. Selain itu, infeksi juga bisa menyerang saluran kemih atau saluran pernapasan, meningkatkan risiko komplikasi lebih lanjut.
Mendeteksi gejala kadar gula darah yang tinggi sejak dini sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Berbagai tanda, seperti mudah lelah, penglihatan kabur, nyeri pada kaki, dan sering haus, dapat menjadi peringatan bahwa kadar gula darah anda tidak terkontrol.
Jika anda mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Menjaga pola makan sehat, membatasi konsumsi gula, rutin berolahraga, dan memantau kadar gula darah secara berkala dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan menjaga kualitas hidup.