← Beranda

Kenali Hemophobia atau Perasaan Takut Darah: Penyebab Gejala dan Pencegahan yang Tepat bagi Penderita

Amanda Zakiya Mufidatul KhoirohKamis, 9 Januari 2025 | 17.03 WIB
Ilustrasi wanita takut mengalami penuaan lebih cepat. (Freepik)

JawaPos.Com- Rasa tidak nyaman saat melihat darah adalah hal yang wajar dirasakan bagi semua orang karena darah seringkali berhubungan dengan rasa nyeri, sakit, dan cedera.

Namun, ketakutan dan reaksi yang dialami penderita hemophobia lebih dari sekedar rasa tidak nyaman atau risih, melainkan hal ini dapat mempersulit mereka dalam aspek kehidupan tertentu.

Hemotophobia atau Hemophobia adalah salah satu jenis fobia spesifik yang membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan ketika melihat darah.

Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, hemophobia juga bisa membuat penderitanya kehilangan kesadaran atau pingsan ketika berhadapan dengan darah.

Hingga kini, penyebab seseorang mengalami hemophobia masih belum diketahui secara pasti.

Dilansir dari laman resmi siloamhospitals.com, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hemophobia antara lain:

- Faktor yang paling sering didapatkan pada pengidap hemophobia yakni pernah mengalami kejadian trauma yang berhubungan dengan darah, seperti cedera berat yang bisa memicu pendarahan hebat, atau melihat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan banyak orang berdarah.

- Terdapat keluarga yang memiliki riwayat ketakutan darah sebelumnya

- Anak-anak yang masih berusia 10 sampai 13 tahun

- Memiliki fobia jenis lain, seperti mysophobia(takut kuman), goraphobia (takut dengan situasi atau tempat yang dapat membuatnya merasa panik, malu, terjebak, atau tertekan, trypanophobia (takut jarum suntik), dan lain sebagainya.

- Menderita gangguan mental lain, seperti gangguan panik, gangguan cemas dan lain-lain

- Pola asuh orang tua yang tidak tepat, misalnya terlalu protektif

- Pernah mendengar cerita menakutkan terkait dengan darah

- Wanita cenderung lebih rentan mengalami hemophobia dibandingkan pria

Seseorang yang mengalami gangguan rasa ketakutan terhadap darah ini pastinya memiliki beberapa gejala yang terlihat, gejala utama hemophobia adalah rasa takut yang tidak wajar terhadap darah, penderita fobia ini akan menunjukan ketakutannya saat melihat darah secara langsung atau tidak langsung, misalnya saat menyaksikan foto maupun video yang memperlihatkan banyak darah.

Dengan beberapa gejala seperti pusing, mulut kering, mual hingga muntah, sesak nafas, tubuh bergetar, pingsan dan keringat dingin adalah beberapa gejala yang dialami oleh penderita hemophobia.

Pada kondisi yang lebih parah, hemophobia bisa menyebabkan penurunan denyut jantung dan tekanan darah, yang mengakibatkan pingsan. Ini disebut sinkop vasovagal, reaksi tubuh yang berlebihan terhadap pemicu pingsan.

Fobia tidak memiliki metode pencegahan spesifik. Namun, dialnsir dari alodokter.com ada cara untuk mengurangi kecemasan ketika gejala muncul, seperti:

- Mengenali penyebab fobia darah
- Melarikan diri ke tempat aman saat melihat darah
- Melakukan latihan pernapasan dan meditasi
- Menginformasikan dokter tentang hemophobia
- Menceritakan pemicu ketakutan kepada orang terdekat dan meminta dukungan.

Hemophobia bisa di obati dengan dua jenis pengobatan yang membantu penderita mengatasi rasa takut terhadap darah.

Dengan dua metode pengobatan meliputi: Psikoterapi, yang mencakup terapi perilaku kognitif untuk membantu pasien berpikir positif, terapi paparan untuk menghadapi ketakutan secara bertahap, hipnoterapi untuk menemukan penyebab ketakutan, dan teknik relaksasi untuk mengurangi stres dan cemas.

Dan untuk metode Obat-obatan juga bisa diberikan oleh dokter untuk meredakan gejala cemas, seperti alprazolam dan fluoxetine, sehingga pasien bisa fokus pada terapi.

EDITOR: Hanny Suwindari